Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Di Rumah Sakit


__ADS_3

Aisyah sudah sampai di rumah sakit. Ia seperti biasa, langsung masuk ke dalam ruangan suaminya. Namun ternyata sang suami ada di ruangannya sedang mengecek sesuatu di komputer.


"Assalamualaikum mas." ucap Aisyah sambil membuka pintu.


"Waalaikumsalam. Tumben ke sini sayang? Sendirian? Khaleed gak di bawa?" tanya Will


"Aih mas, aku baru aja datang dan langsung di kasih pertanyaan banyak." jawab Aisyah tersenyum sambil menghampiri suaminya dan duduk di sampingnya.


"Aku ke sini datang sendirian mas dan Khaleed, aku titipkan kepada ayah dan bunda soalnya aku ingin jalan jalan berdua sama mas. Gak papakan?" tanya Aisyah.


"Gak papa sayang. Iya udah bagaimana kalau kita jalan jalan sekarang?" tanya Will.


"Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu mas?" tanya Aisyah.


"Aku sudah selesai kog. Tenang aja. Ayo." ucap Will setelah mematikan komputernya. Sebenarnya, ia masih banyak pekerjaan. Tapi apalah daya, istrinya sampai rela datang ke rumah sakit hanya ingin bertemu dengannya dan mengajak nya jalan lalu bagaimana mungkin Will akan menolaknya hanya dengan alasan banyak pekerjaan.


Bukankah pekerjaan akan selalu ada dan tak kan ada habisnya.


Lagian Will juga jarang jalan berdua dengan Aisyah sejak hadirnya Khaleed di tengah tengah kebahagiaan mereka.


Rasulullah pernah bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kaian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap istri-istrinya.” (HR. Tirmidzi).


Rasullulah SAW bersabda;


"Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya." (HR At-Thirmidzi)


Maka dahulukanlah istrimu dari pada teman-temanmu. Perhatikan keinginan dan temani istri dan anak-anakmu karena sebagaimana mereka adalah paling berhak mendapatkan kebaikan dari dirimu (suami).


Sekedar pergi menemani istri dan anak-anak berbelanja, jalan-jalan dengan rasa bahagia dan ikhlas dilakukan, ganjarannya pahala yang menanti bisa melebihi dari iktikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh.


Dalam al-Quran, Allah mengajarkan kepada suami untuk bersikap sebaik mungkin terhadap istrinya.


Pergaulilah mereka (istrimu) dengan cara sepatutnya. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. an-Nisa: 19).


Dengan semangat yang sama, islam juga memotivasi istri untuk taat kepada suami. Menjaga kehormatan dan semua rahasia rumah tangga suaminya.

__ADS_1


Sebab itu, wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi menjaga diri ketika suaminya tidak ada, sesuai yang Allah perintahkan untuk mereka jaga. (QS. an-Nisa’: 34)


Aisyah dan Willpun langsung pergi jalan jalan ke Mall, makan di resto dan terakhir pergi ke taman.


"Mas?" panggil Aisyah


"Iya sayang." jawab Will


"Ada hal yang ingin aku omongin ke kamu." ujar Aisyah.


"Iya mau ngomong apa?" tanya Will


"Masalah Nadia." jawab Aisyah


"Emang kenapa dengan Nadia sayang?" tanya Will


"Mas, apa gak keterlaluan jika Nadia harus di penjara seumur hidup. Dia masih muda mas, masa depan dia masih panjang. Aku gak tega mas liat dia di sell tahanan." jawab Aisyah.


"Kapan kamu bertemu dia sayang?" tanya Will


"Tadi malam aku bermimpi dia mas, dia minta maaf dan juga minta tolong ke aku. Dia nangis nangis mas, aku gak tega. Dan sejujurnya sebelum aku ke tempat mas, aku ke kantor polisi. Aku bertemu Nadia. Jujur mas hatiku sakit saat bertemu dengannya. Wajahnya sangat lusuh, badannya sangat kurus. Aku juga melihat penyesalan yang begitu dalam di matanya.


Aku mohon, maafkan dia mas. Aku mohon." ucap Aisyah menangis hingga membuat Will gak tega. Dia memang masih marah besar terhadap Nadia. Tapi apa yang dikatakan oleh Aisyah benar. Will gak boleh menghancurkan masa depan Nadia. Dia berhak untuk menata kembali kehidupannya.


\=\=\=\=\=\=\=


Tak ada yang baik-baik saja ketika terluka dan tak ada yang bahagia ketika ada seseorang yang membuatmu kecewa.


Biarkan orang lain menyakitimu yang terpenting kau tidak menyakitinya. Biarkan orang lain melukaimu yang terpenting bukan kau yang melukai orang lain.


\=\=\=\=\=\=\=


Tidak memberi maaf pada mereka yang menyakitimu hanya akan membuatmu semakin terluka dan kecewa.


Kau semakin terluka ketika tidak bisa memaafkannya karena ada rasa tidak rela kerika kau disakiti dan dilukai olehnya

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tak mudah memang meaafkan seseorang yang pernha melukaimu namun tak ada cara lain agar hatimu lebih tenang selain memaafkan semua orang yang pernah menyakitimu.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Maafkan meski terkadang kau masih teringat jelas siapa yang pernah menyakitimu dan siapa yang pernah melukaimu.


Teringat jelas memang namun kau harus berusaha memaafkan agar hatimu tenang dan tidak memiliki dendam apalagi ingin membalas dengan rasa sakit yang sama.


Kata Kata ini saya ambil dari duapah.com


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Baikhlah sayang. Aku akan mengabulkan permintaan kamu. Aku akan sewa pengacara agar bisa meringankan hukuman Nadia." ujar Will


"Makasih ya mas, terimakasih sudah mengabulkan permintaan ku." ucap Aisyah.


"Selama aku bisa dan selama aku mampu, aku akan menuruti semua keinginanmu karena kamu adalah segalanya buat aku." ujar Will. Aisyah tanpa malu malu langsung memeluk suaminya walaupun di tempat umum.


"Aku beruntung mas mempunyai suami seperti kamu. Aku sungguh beruntung." ucap Aisyah.


"Dan aku jauh lebih beruntung karena bisa memiliki mu selamanya sayang. Seorang istri yang sangat Sholehah, yang mampu menyenangkan hati suaminya dan juga yang paling terpenting, kamu taat dengan kewajiban mu sebagai hamba Allah. Kamu juga bisa menyayangi orang ayah dan bunda seperti kamu menyayangi orang tuamu sendiri."


"Mereka adalah orang tuamu mas, dan ketika aku menikah denganmu. Maka otomatis mereka juga termasuk orang tuaku yang harus aku hormati. Jika tak ada mereka, maka tak akan ada kamu mas.


Aku bersyukur, mereka melahirkan laki laki tampan dan laki laki baik serta laki laki Sholeh seperti mu. Dan aku lebih bersyukur lagi karena laki laki itu kini telah resmi jadi suami aku." ujar Aisyah.


"Walaupun aku gak pernah bertemu dengan kedua orang tua kamu, tapi aku ingin berterimakasih sama mereka yang telah melahirkan wanita cantik dan Sholehah sepertimu sayang, yang bisa membuatku nyamn, membuat hari hariku bahagia. Terimakasih karena sudah hadir dalam hidupku dan juga memberikan aku seorang putra yang juga sangat tampan." ucap Will yang membuat Aisyah terharu dengan kata katanya.


"Mas, ayo kita pulang. Kasihan ayah dan bunda jika harus mengurus Khaleed sendirian." ucap Aisyah yang tiba-tiba ingat dengan putranya.


"Iya udah ayo."


Mereka melepas pelukan mereka dan kembali pulang ke rumah.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa like, komen dan votenya ya. Terimakasih 😊


__ADS_2