
Setelah kembali dari kampung halaman Ibu Wati. Semua aktivitas pun kembali normal. Pram kembali bekerja seperti biasa setelah memandikan bayi mereka, sedangkan Ica kembali merawat dan mengasuh buah hatinya seorang diri setelah sang suami berangkat ke kantor.
Sekarang Ica sudah mulai terbiasa merawat bayi dan rasanya itu menyenangkan. Walaupun awalnya sempet kesal dan marah karena tak ada yang mau di mintai tolong tapi sekarang, Ica malah bersyukur. Andai saja mereka terus membantu Ica, mungkin sampai sekarang Ica tak akan mungkin bisa merawat buah hatinya seorang diri karena Ica akan terus bergantung pada orang lain.
Sekarang, ia bisa merasakan bagaimana susahnya merawat dan menjaga seorang bayi tapi melihat perkembangan bayinya tiap hari, tiap jam, tiap menit bahkan tiap detiknya. Ada saja yang membuat Ica tersenyum dengan tingkah buah hatinya itu. Bahkan Ica seringkali mengambil foto Angel saat Angel bertingkah lucu dan menggemaskan. Dan foto itu akan ia kirim kepada sang suami yang berada di kantor agar lebih semangat lagi kerjanya, Pram harus bekerja untuk anak dan istrinya agar hidupnya terus berkecukupan dan tak kekurangan.
Pram sendiri juga sebenarnya berat banget meninggalkan Angel, entah kenapa Pram ingin selalu ada di dekat putrinya itu namun pekerjaan yang banyak dan berkas berkas yang numpuk seakan menanti dirinya untuk segera di selesaikan.
Pram hanya bisa bersabar sambil nunggu waktu segera cepat berlalu agar dirinya bisa pulang dan bertemu dengan anak dan istrinya di rumah. Apalagi ketika Ica mengirim foto Angel padanya bahkan saat itu juga Pram semakin rindu dan ingin pulang cepet tapi semua itu ia tahan, karena bagaimanapun juga ia harus profesional dalam bekerja. Ia pemimpin perusahaan, ada banyak karyawan yang bekerja di bawahnya dan mereka menggantungkan hidup nya dengan perusahaan ini.
Jika Pram gak bisa bekerja dengan serius, bisa bisa perusahaan yang ia pimpin bisa jatuh bangkrut dan akhirnya banyak karyawan yang hilang pekerjaan. Padahal pekerjaan itu sangat penting buat mereka untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Jadi walaupun ia sangat rindu dengan putri mungilnya itu, Pram memilih untuk tetep di kantor dan menyelesaikan semua pekerjaan nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jay dan Ilapun juga sudah kembali ke aktivitas masing-masing. Setelah pulang dari kampung Ibu Wati, Jay juga langsung bekerja sebagai mana biasanya. Sedangkan Ila, ia seperti biasa merawat putrinya, Alina.
Jay dan Ila sangat bahagia, sejak kehadiran Alina, hidup mereka serasa sangat sempurna.
Namun, entah kenapa Ila merasa sangat takut, takut jika suaminya akan tergoda oleh wanita lain.
Ia ingat dengan kejadian saat di Kebun Binatang, seorang wanita yang dengan santainya merayu suaminya bahkan didepan matanya sendiri. Dan itu membuat Ila selalu merasa takut, takut jika akan ada wanita lain selain dia yang akan menggoda suami nya di luaran sana.
Bagaimana dengan hidup anak dan dirinya, jika sampai Jay tergoda dan meninggalkan dirinya demi wanita lain. Ingin rasanya, Ila ikut kemanapun suaminya pergi tapi ia juga sadar, ia tak mungkin bersikap seperti anak kecil. Bagaimanapun dirinya sudah menjadi seorang ibu yang memiliki putri yang sangat cantik dan imut.
Ila hanya bisa berdoa semoga Allah, selalu melindungi keluarga nya dari pelakor dan dari bahaya apapun.
Sedangkan Jay sendiri merasa biasa aja, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau ia akan selalu setia kepada istrinya dan tak akan menoleh kepada wanita yang hanya akan menghancurkan keluarga nya, menghancurkan kebahagiaan nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kehidupan Wil dan Aisyah juga sudah kembali normal. Wil yang bekerja di rumah sakit kadang bisa pulang kapan aja selama tidak ada jadwal operasi. Kadang juga Aisyah sering kali datang ke rumah sakit dan menunggu Will di ruangannya.
__ADS_1
Aisyah juga selalu membawa Khaleed kemanapun dirinya pergi. Bahkan Khaleed lebih senang berada di ruangan Will, dia bisa bermain kertas yang ia lempar kesana kemari.
Will sangat bahagia, mempunyai istri dan putra yang begitu sangat ia sayangi. Will juga semakin bersemangat setiap kali Aisyah datang bersama putranya ke rumah sakit. Jadi setiap Will selesai operasi, ia akan mencuci tangan dan wajahnya terlebih dahulu dan setelah itu, ia membuka jas putihnya sebelum masuk ke dalam ruangannya. Karena di dalam ruangan itu ada anak dan istrinya. Jadi Will harus bener bener menjaga kebersihan jika ada di dekat istri dan anaknya. Karena Will tak ingin anak dan istrinya kenapa-napa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sedangkan Rachel dan Ani semakin sangat dekat. Mereka selalu pergi bersama. Karena memang sekarang perusahaan Rachel dan Ani bergabung menjadi satu. Perusahaan Ani, di bawah naungan perusahaan Rachel. Karena perusahaan Rachel jauh lebih besar dari pada perusahaan Ani.
Dan sekarang, kemanapun Rachel pergi, Ani akan selalu ada di dekatnya. Karena Rachel pun tak bisa jauh jauh dari istri mungilnya itu.
Semua karyawan Rachel dan juga karyawan di perusahaan Ani sudah tau bahkan semua publik pun juga tau bahwa Ani adalah istri dari Rachel, pemilik perusahaan besar yang ada di Asia. Sedangkan Ani hanyalah pemilik perusahaan besar di Indonesia, sama seperti Pram dan juga Jay.
Walaupun Mereka juga mempunyai perusahaan di luar negeri tapi tetep saja perusahaan Rachel jauh lebih besar dari mereka bertiga. Namun sekarang perusahaan Ani sudah menyatu dengan Rachel yang artinya perusahaan Rachel semakin besar dan kuat dan tak bisa di kalahkan dengan perusahaan manapun. Namun diam diam Rachel juga membantu perusahaan Jay dan juga Pram agar urusan mereka lancar tanpa ada hambatan apapun.
Sedangkan Arsha dan Ana sendiri fokus untuk mengelola Resto milik Cinta yang sudah di berikan kepada Ana. Arsha dan Ana selalu kompak dalam memutuskan sesuatu dan sejak Arsha membantu Ana, resto yang di kelola Ana pun semakin besar dan meluas. Ana juga selalu ada di deket Arsha, sehingga tak bisa membuat wanita manapun mendekati Arsha, suami Ana.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Maaf ya jika banyak typo dan salah dalam penyebutan nama. Maaf 🙏