Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Berangkat Umrah


__ADS_3


Setelah dari rumah Ibu Fatma, Rachel dan Ani langsung pulang, mandi dan istirahat.


Keesokan harinya, Rachel menepati janjinya. Ia menyuruh seseorang untuk datang ke rumah Ibu Fatma. Seseorang orang itu bernama Mawar Adelia, yang kerap di panggil Adel. Sebenarnya dia adalah sekertaris utama Ani di kantornya. Dan Rachel menyuruh nya karena baginya Adel bisa di percaya untuk mengurus sekolah Denis dan Dimas.


Denis dan Dimas pun sangat bahagia, karena akhirnya mereka bisa sekolah lagi. Mereka sudah terdaftar di sekolah yang tak jauh dari rumahnya. Karena mereka juga harus menjaga ibunya yang hanya bisa diam diri di rumah. Namun ibunya sudah bisa beraktivitas normal berkat bantuan kursi rodanya.


Sekolah Denis dan Dimaspun hanya bersebelahan. Karena sekolah TK dan SD masih satu yayasan. Sehingga Denis masih bisa menjaga adiknya jika ada teman-temannya yang jahil.

__ADS_1


Rachel juga membuatkan toko di depan ibu Fatma, agar Ibu Fatma bisa jualan dan bisa menafkahi kedua putranya namun Rachel tetap memberikan tunjangan tiap bulan sebesar 3 juta perbulan.


Sebenarnya toko itu juga atas permintaan Ibu Fatma yang tak mau berpangku tangan dan hanya bisa diam, ia ingin berusaha semampunya dengan menjual perlengkapan sekolah. Karena rumahnya yang tak jauh dari sekolahan TK, SD dan SMP sehingga jika mereka butuh sesuatu bisa beli di tempat Ibu Fatma.


\=\=\=\=\=\=\=


1 bulan kemudian, Rachel, Ani, bersama asistennya dan juga Ibu Fatma dan kedua putranya berangkat umrah bersama. Dan seperti biasa, mereka menitipkan perusahaan mereka kepada Taufiq.


Rachel dan Ani berjanji mereka akan umrah lagi setelah buah hati mereka lahir. Mereka ingin umrah bersama dengan buah hati mereka sekaligus bersama ayah dan bunda mereka.

__ADS_1


Karena sebelumnya mereka gak pernah pergi bersama Ayah Taufiq dan Bunda Cinta. Karena mereka sibuk bulan madu. Namun nanti ketika buah hati mereka lahir, mereka ingin pergi bersama Taufiq dan Cinta. Dan mereka sungguh tak sabar ingin buah hati mereka lahir di dunia.


Dan masalah Rachel membantu Ibu Fatma. Ani tak mempermasalahkannya. Memang Ani yang menyuruhnya. Karena lebih baik Rachel membantu janda berupa uang dari pada harus menikahinya karena jujur Ani tak sanggup jika harus berbagi suami. Jadi sebesar apapun pengeluarannya, Ani tetap memilih mereka para janda dan anak yatim di bantu berupa uang dan mencukupi semua kebutuhan mereka dan itu jauh lebih baik. Dari pada tiap hari harus sakit hati karena harus berbagi suami, cinta dan kasih sayang.


Uang masih bisa di cari, toh harta mereka sangat banyak dan harta mereka tak kan habis hanya karena membantu seorang janda dan anak-anaknya.


Ani malah sangat bersyukur karena dirinya dan sang suami masih bisa berbagi sama mereka yang membutuhkan bantuan. Toh harta juga tak kan di bawa mati.


Rachel sendiri juga sebenarnya gak ada fikiran sedikit pun untuk menikah lagi. Dia cukup mempunyai satu istri. Dan Rachel berharap pernikahan dirinya bisa bertahan lama sampai mau memisahkan.

__ADS_1


Rachel juga berharap dirinya bisa terus bersama sang istri dunia akhirat. Untuk itulah ia gak mau main hati. Jikapun ada wanita yang membutuhkan bantuannya, cukup ia bantu sebisa dan semampunya dan tak perlu harus di nikahi.


Karena mempunyai dua istri itu sangatlah berat. Punya satu istri walaupun di ajak olah raga siang malam tak kan ada habisnya, lalu apalagi yang di cari. Toh bagi Rachel, Ani adalah istri yang sangat sempurna.


__ADS_2