
Hari ini adalah hari Minggu. Tadinya Pram dan keluarga besarnya mau ke rumah Jay dan Nadia. Untuk melihat kondisi Nadia. Karena setelah kematian adiknya, mereka gak berkunjung lagi ke rumah Jay dan Nadia karena ada kesibukan masing-masing.
Sebelum berangkat, Pram chat Jay dulu ada atau gaknya. Takutnya mereka sudah sampai di depan rumah Jay tapi Jaynya malah gak ada.
Dan benar saja, setelah ia chat saudara kembarnya itu ternyata Jay memang bener bener gak ada. Dia bersama istri dan adiknya ada di Jember.
"Yank, kita gak jadi ke rumah Jay dan Nadia." ujar Pram
"Emangnya kenapa mas? kog gak jadi?" tanya Ica
"Jay bersama istri dan adik nya lagi ada di Jember." jawab Pram.
"Jember? Jauh banget? Emang ngapain mereka ke sana?" tanya Ica penasaran.
"Salsa kemaren minta mondok. Jadi sekarang Nadia dan Jay mengantarkan Salsa untuk mondok di pondok pesantren yang ada di Jember." jawab Pram. Yah Jay sudah menjelaskan semuanya lewat chat.
"Oh kog dadakan ya mas minta mondoknya?" tanya Ica heran.
"Entahlah, mungkin dia ingin memperdalam ilmu agamanya." jawab Pram.
__ADS_1
"Terus karena kita gak jadi kesana. Lalu kita mau kemana?" tanya Ica.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan aja, kita ajak mama dan papa juga biar rame. Nanti Angel taruh di depan sama kamu. Biar mama dan papa di kursi belakang. Kita kan udah lama gak jalan-jalan bersama bareng keluarga." jawab Pram.
"Boleh mas, bentar ya aku bilang dulu ke mama sama papa." ucap Ica.
Ica pun segera menghampiri mama dan papanya untuk mengajak mereka jalan-jalan.
"Ma?" panggil Ica.
"Iya sayang, ada apa?" tanya Elsa.
"Loh tapi kan katanya kalian mau pergi ke rumah Jay dan Nadia." ujar Elsa.
"Gak jadi ma, mereka gak ada di rumah." jawab Ica.
"Oh gitu, iya sudah bentar ya. Mama kasih tau dulu ke papa, soalnya papa masih mandi." ujar Elsa.
"Iya udah ma, aku tunggu di ruang tamu aja ya." ucap Ica
"Iya sayang."
__ADS_1
Dan setelah itu, Ica pun kembali menghampiri suami dan anaknya yang ada di ruang tamu.
"Papa masih mandi mas." ujar Ica yang duduk langsung duduk di sofa.
"Iya sudah tungguin aja, lagian ini masih pagi." jawab Pram tersenyum.
Namun tak lama kemudian, mereka mendengar suara Papa Angga yang berteriak keras dan setelah itu gak ada suaranya lagi.
Angga dan Ica pun langsung lari menghampiri Papa Angga sedangkan Angel masih ada di ruang tamu sibuk menggambar rumah dan pohon.
Angel emang agak cuek dan memilih untuk diam dan tak menghiraukan yang ada di sekitarnya.
"Ma, papa kenapa?" tanya Pram kaget melihat papa mertunya pingsan di kamar mandi.
"Papamu jatuh di kamar mandi." jawab Elsa sambil menangis. Pram mengambil handuk dan setelah itu ia berusaha untuk mengangkat papa mertunya ke atas kasur dengan di bantu oleh Elsa dan juga Ica.
"Ma, papa pakaian baju dulu ya. Setelah itu kita bawa ke rumah sakit." ujar Pram.
Elsa mengangguk. Elsa segera memakaikan baju dan celana untuk suaminya. Setelah selesai Pram di bantu istri dan mama mertuanya menggotong Angga masuk ke dalam mobil.
Setelah itu, Ica juga mengajak putrinya masuk ke dalam mobil karena bagaimanapun Ica gak mungkin membiarkan putrinya seorang diri berada dirumah. Yah walaupun di rumah itu juga ada beberapa asisten rumah tangga. Namun Ica gak mau ambil resiko sehingga Ica mengajak putrinya pergi ke rumah sakit.
__ADS_1