
Dulu saat pertama kali kedatangan Aisyah setelah dirinya di nyatakan menghilang selama setahun setengah. Keluarga Will, mengadakan acara makan bersama. Ica dan Ila yang waktu itu sedang hamil pun sangat bahagia karena mendengar kabar Aisyah masih hidup dan akan ke rumah Cinta.
Waktu itu, Ila lagi hamil 5 bulan sedangkan Ica hamil 7 bulan. Selisih 2 bulan. Ica dan Ila sibuk di dapur padahal Cinta sudah mengingatkannya untuk tidak pergi ke dapur mengingat sudah banyak asisten rumah tangga yang ikut bantu masak. Tapi Ila dan Ica yang waktu itu keras kepala, memaksa untuk ikut memasak hingga akhirnya Ica jatuh dan keguguran.
Dan itu sempat membuat Ica frustasi apalagi setelah beberapa bulan melihat Ila yang melahirkan putri yang sangat cantik bernama Alina membuat Ica semakin frustasi. Apalagi saat itu juga, Aisyah sedang hamil satu bulan. Jujur, ada rasa iri di hati Ica karena dirinya keguguran dan sampai sekarang belum juga hamil.
Hingga akhirnya beberapa bulan kemudian, saat Aisyah melahirkan. Ica langsung jatuh pingsan. Ica pingsan bukan karena sakti melainkan karena ia hamil 5 minggu. Yah akhirnya setelah sekian lama menunggu akhirnay Allah memberikan Ica kesempatan lagi untuk hamil dan punya anak.
Sekarang Ica sudah melahirkan anak perempuan yang bernama Putri Angelica, yang di panggil Angel yang artnya malaikat. Ica sangat bahagia karena dirinya sudah mempunyai putri yang sangat cantik yang wajahnya perpaduan antara dirinya dan juga suaminya.
Saat Ica melahirkan, Aisyah membawa Khaleed yang waktu itu berumur 8 bulan sedangkan Alina, anaknya Ila sudah berumur 16 bulan yaitu satu tahun lebih 4 bulan. Cinta dan Taufiq sangat bahagia melihat Ica yang tak lagi murung dan sedih. Kini Ica sudah bisa tertawa bahagia.
Cinta dan Taufiq sangat sangat bahagia karena di usianya yang sekarang sudah mempunyai 3 cucu dari Jay, Will dan juga Pram. Tinggal Ani dan Ana yang masih belum memiliki anak tapi memang mereka masih nunda karena ingin menikmati masa masa pacaran setelah menikah. Ani dan Ana juga kasih umur masih 17 tahun lebih dikit jadi butuh waktu 3 tahun lagi untuk program hamil. Karena Ani dan Ana ingin hamil saat umurnya 20 tahun. Mereka berdua takut gak mampu jika menjadi ibu di usia muda.
Saat Angel baru lahir, Ica di bantu Cinta mengurus putrinya. Namun saat Angel berumur satu bulan. Cinta lepas tangan bukan karena ia gak mau bantu tapi agar menantunya itu bisa belajar bagaimana merawat putrinya. Begitupun dengan Elsa dan Angga mereka hanya membantunya kurang lebih satu bulan dan setelah itu, mereka berdua sepakat agar Ica tak terus menerus tergantungan dengan orang lain walaupun itu adalah kedua orang tuanya sendiri. Ica harus bisa belajar bagaimana cara memandikan bayi yang benar, memakaikan baju, mengganti popok dan lain sebagainya.
Dulu juga saat Ila dan Aisyah, melahirkan mereka berusaha untuk mandiri dan hanya beberapa hari aja di ajarin bagaimana merawat dan mengasuh bayi yang benar. Setelah itu Ila dan Aisyah berusaha mencobanya sendiri dengan di bantu oleh suami mereka masing masing.
Sekarang Ila dan Aisyah sudah bisa menjadi ibu yang baik dengan mengasuh buah hati mereka tanpa bantuan siapapun. Sedangkan Ica yang putrinya sudah berumur 3 bulan lebih 1 minggu masih kerepotan sendiri karena ia masih belum tau betul bagaimana caranya. Ica berusaha meminta bantuan Mama Elsa dan Bunda Cinta tapi mereka di hubungi gak ada yang bisa begitupun dengan Aisyah dan Ila. Mereka seperti kompak gak mau ada yang bantu. Ica bisa saja meminta di carikan babby sitter tapi Ica gak berani karena ia takut jika putrinya kenapa napa. Ia masih trauma dengan buah hati pertamanya yang meninggal karena keguguran.
Saat malam hari tiba.
"Mas, bangung. Angel nangis." ujar Ica yang bangun tengah malam karena mendengar putrinya yang menangis.
"Kamu susui dulu sayang, aku capek baru tidur beberapa menit yang lalu." jawab Pram yang merasa ngantuk banget. Memang dari tadi ia gak tidur karena harus menemani putrinya yang gak mau tidur. Pram menemani putrinya itu sambil mengendongnya dan di ayun ayunkan sambil sesekali di ajak bicara. Pram gak mau membangunkan istrinya karena melihat istrinya yang kelelahan karena seharian menjaga Angel.
Setelah Angel tidur, Pram menaruhnya di box bayi yang ia beli sejak putrinya belum lahir. Box yang ia pesan dari luar negeri dan harganya pun sangat fantastis. Pram beli itu karena ingin memberikan yang terbaik untuk putrinya. Setelah menaruh putrinya di box itu, Pram pun segera menyelesaikan pekerjaannya selama 3 jam lebih dan setelah selesai baru ia tidur. Namun baru 15 menit, ia sudah mendengar suara putrinya menangis namun matanya seperti tertutup rapat karena sangking ngantuknya.
"Tapi mas......"
"Sayang plis, gantian dulu ya. Aku bener bener ngantuk banget sekarang." ujar Pram dan Icapun hanya bisa menghela nafasnya.
"Baiklah."
Setelah itu, Ica menghampiri putrinya yang terus menangis. Ica mengecek popok bayinya dan ternyata benar, putrinya itu menangis karena baru aja buang air kecil sedangkan putrinya itu gak suka yang basah basah. Setiap kali habis buang air kecil atau buang air besar, ia akan terus menangis hingga popoknya di ganti dengan yang baru dan bersih.
"Mas, Angel pipis nih. Aku gak tau caranya ganti popok." ucap Ica mensoba membangunkan suaminya namun suaminya gak menyahut karena sudah benar benar terlelap. Icapun juga sebenarnya gak tega membangunkan suaminya tapi ia juga gak tau harus berbuat apa.
Ica pun mau gak mau harus berusaha sendiri karena ia tak mungkin membiarkan putrinya itu menangis terus. Ica mengambil popok dan mengantinya tanpa harus menggendong Angel. Selesai menganti popok barulah Ica menggendong Angel dan menyusuinya sampai Angel tertidur kembali.
Setelah memastikan Angel tidur, barulah Ica melanjutkan tidurnya hingga adzan shubuh berkumandang.
Saat adzan shubuh, Ica dan Pram pun bangun tidur. Mereka segera mengambil wudhu dan sholat shubuh berjamaah. Selesai sholat mereka ingin tidur lagi namun Angel malah menangis dan membuat mereka hanya bisa pasrah.
Ica pun menggendong Angel dan menyusuinya.
__ADS_1
"Yank, gimana kalau kita ajak Angel jalan jalan pakai kereta dorong bayi." ujar Pram memberikan usul.
"Oke, boleh juga. Biar Angel juga gak bosen di rumah terus. Tapi bentar ya aku mau ganti baju dulu, kamu tolong jagain Angel bentar." ujar Ica sambil memberikan Angel ke Pram dan setelah itu, Icapun segera mengganti bajunya.
Setelah selesai mengganti baju, mereka pun segera keluar rumah jalan jalan pagi. Angel di taruh di kereta dorong bayi. Pram mendorongnya sedangkan Ica berjalan di samping Pram.
"Enak ya yank, seger jalan jalan pagi di jam segini terus gak ada polusi juga. Udaranya bener bener masih fres." ucap Ica senang bisa menghirup udara di pagi hari.
"Iya sayang, makanya mulai sekarang dan seterusnya kita harus jalan jalan pagi di jam segini. Nanti siangan dikit baru kita pulang karena kendaraan yang lewat sini sudah mulai ramai." ujar Pram tersenyum.
"Iya sayang kamu benar." ucap Ica.
Mereka pun berjalan mengelilingi kompleks, setelah agak siang. Pram dan Icapun pulang. Setelah sampai rumah, Ica dan Pram duduk sebentar istirahat.
"Yank, sebelum kamu berangkat kerja, bantuin aku ya." ujar Ica memohon. Kalau cuma makan, Ica gak hawatir karena Angel masih Asi sampai umurnya 6 bulan. Baru setelah itu, Angel boleh makan MPASI.
"Iya sayang, pasti aku bantu." jawab Pram tersenyum.
"Gimana kalau kita mandikan aja Angel sekarang, pakai air hangat. Setelah Angel selesai mandi, kamu mandi. Biar aku yang jaga Angel, setelah itu gantian. Aku yang mandi, kamu yang jagain Angel." ucap Ica.
"Boleh. Iya udah ayo." Setelah itu Pram dan Ica pun menyiampan sendiri air hangat untuk memandikan Angel. Pram menyiram tubuh Angel dengan air hangat setelah itu gantian Ica yang menyabuni Angel dengan sangat pelan dan penuh ke hati hatian. Setelah selesai, baru deh Pram menyiram tubuh Angel lagi sampai bersih. Ica dan Pram sangat hati hati sekali takut jika Angel kenapa napa.
Setelah selesai mandi, Pram mengambil baju di lemari Angel dan memberikannya kepada Ica. Ica pun dengan di bantu suaminya memasangkan baju di tubuh Angel dan juga memberikan sedikit beda di pipi Angel.
"Nah berhubung Angel sudah selesai mandi, sekarang gantian Mas Pram yang mandi biar aku yang gendong Angel sambil menyusuinya." ucap Ica.
Setelah Pram selesai mandi, Pram segera membasuh tubuhnya pakai handuk lalu ia pun pakai baju yang ia ambil dari dalam lemari. Tak lupa Pram juga memberikan sedikit parfum ke baju itu sebelum memakainya bahkan setelah memakainya, Pram juga lagi lagi menyemprotkan parfum itu ke baju yang ia pakai. Selesai pakai baju dan menyisir rambutnya. Pram pun menghampiri Ica.
"Sini sayang gantian, aku yang gendong. Kamu mandi dulu gih." ucap Pram sambil mengambil Angel dari gendongan Ica.
"Iya udah nih tapi Angel gak pakai popok ya, soalnya lupa tadi gak di pakaikan." ujar Ica tersenyum. Ia memang tadi ia lupa memakaikan pokok dan langsung memakaikan baju dan celananya aja.
"Iya gak papa lagian cuma bentar kan, dan gak mungkin dia pipis atau buang air besar. Mungkin nanti setelah aku pulang kerja." ucap Pram tersenyum.
"Iya juga sih, iya udah aku mandi dulu ya." ujar Ica yang langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Namun baru beberapa menit, Ica mandi. Angel pun menangis karena ia baru saja buang air besar dan mau tak mau mengenai celana yang di pakai oleh Pram. Karena celana yang di pakai Angel sangat tipis hingga tembus ke celana Pram. Pram hanya bisa meringis, ia pun segera membuka celana Angel dan membasuh bokongnya dengan air hangat. Setelah selesai, ia pun memakaikan pokok. Lalu ia menaruh Angel di box bayi. Sedangkan Pram mengganti celananya.
Saat Pram mengganti celana, Ica baru keluar dari kamar mandi.
"Lho yank, kog ganti celana lagi?"t anay Ica heran.
"Iya, tadi Angel buang air besar dan kena celanaku jadi aku harus ganti." jawab Pram kesal tapi ia berusaha untuk sabar karena bagaimanapun Angel adalah buah hatinya yang sangat ia cintai.
"Oh, iya udah aku mau pakai baju dulu." ucap Ica biasa aja padahal dalam hatinya ia ingin sekali tertawa tapi melihat wajah suaminya, ia berusaha untuk bersikap biasa aja.
Setelah selesai memakai baju, ia bersama Pram segera pergi ke ruang makan. Dimana nasi dan lauk pauk sudah tertata rapi di atas meja.
Ica menemani Pram sarapan pagi sedangkan Angel ia taruh di kereta dorong bayi. Yang ada di deket kursinya. Selesai makan, Ica menggendong Angel dan mengantarkan suaminya berangkat kerja tapi hanya mengantarkannya sampai depan pintu aja.
__ADS_1
"Yank, kamu hati hati ya di rumah. Kalau ada apa apa langsugnn telfon aku." ucap Pram sambil mencium kening istrinya dan mencium kedua pipi putrinya yang sangat tembem dan gemesin banget.
"Iya sayang, kamu juga hati hati ya dan jangan ngebut ngebut." ujar Ica menasehati.
"Iya sayang, aku berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam.
Setelah itu Pram pun berangkat kerja sedangkan Ica membawa Angel masuk ke dalam. Ica menemani Angel sambil mengajaknya untuk ngobrol. Ica tak terlalu pusing dengan urusan rumah karena Ica memakain beberpa asisten rumah tangga yang bisa membantu dirinya mengurus rumahnya sampai bersih dan juga memasak apapun untuk dirinya dan suaminya.
Entah bagaimana nasib Ica jika ia tak menggunakan Asisten Rumah Tangga.
Saat Ica lagi asyik ngobrol dengan Angel, tiba tiba asisten rumah tangganya menghampiri dirinya.
"Nyonya."
"Ia bi, ada apa?" tanya Ica.
"Anu non, itu gula di lemari habis." jawab bibi itu dengan rasa takut.
"Astaufirullah. Maaf ya bi, aku lupa seharusnya aku sudah belanja bulanan minggu lalu. Bentar ya bi, aku ambil uang dulu." ujar Ica sambil membawa putrinya ke kamarnya. Ica mengambil uang lima ratus ribu.
"Bi, ini uang lima ratus ribu. Bibi belajan apa aja yang sudah habis. Maaf ya bi merepotkan seharusnya saya dan suami saya yang belanja bulanan tapi sejak ada Angel, kami sering lupa buat belanja bulanan." ucap Ica merasa bersalah, Ica memberikan uang limar ratus ribu itu kepada asisten rumah tangganya.
"Gak papa nyonya, biar bibi aja yang belanja." ucap bibi itu tulus.
"Makasih ya bi atas pengertianya dan maaf malah merepotkan bibi kayak gini." ucap Ica.
"Gak papa nyonya, ini sudah tugas bibi. Lagian bibi di sini kan di bayar jadi sudah seharusnya bibi melakukan ini. Ya sudah bibi mau pergi belanja dulu." ujar bibi itu ramah.
"Lho emang bibi mau belanja di mana terus naik apa?" tanya Ica.
"Di pasar tradisional, nyonya. Biar bibi naik angkot ke sana." jawab bibi itu ramah.
"Eh, jangan. Nanti bibi kenapa napa. Bibi minta antar aja ke pak sopir ya. Bilang aja di suruh aku gitu." ujar Ica hawatir jika sang bibi naik angkot pergi ke pasar.
"Iya, nyonya. Kalau gitu saya berangkat dulu. Assalamu'alaikum."
"Waaalaikumsalam." ucap Ica. Setelah kepergian bibi kepasar, Ica pun menidurkan putrinya dan menaruhnya di kasur. Sedangkan Ica tidur di sampingnya.
__ADS_1