Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Aisyah


__ADS_3

Saat kecelakaan itu terjadi, saat dimana Will mencoba untuk melompat ke arah luar. Aisyah pun mencoba keberuntungannya. Ia mengikuti apa yang di lakukan oleh Will. Ia membuka jendela mobil dan langsung melompat ke arah luar dan setelah itu, ia gak tau apa yang terjadi.


------------------------------------------------


Seseorang yang kebetulan lagi mencari burung, melihat ada seseorang yang sudah tak sadarkan diri dengan wajah dan tubuh yang penuh dengan darah. Orang itu langsung menarik tubuh Aisyah karna ia melihat akan ada mobil yang meledak. Dengan di bantu temannya, ia menggotong Aisyah menuju mobilnya.


"Gimana nih bro?" tanya Arsha.


"Kita bawa ke rumah sakit terdekat." Jawab Rachel yang mencoba untuk tenang. Ia gak peduli dengan apa yang terjadi di lokasi itu karena di fikiran Rachel sekarang adalah bagaimana caranya agar ia bisa menyelamatkan Aisyah.


Setelah di bawa ke rumah sakit terdekat, rumah sakit itu meminta Rachel untuk membawa Aisyah ke rumah sakit yang lebih besar. Rachel dengan di temani oleh Arsha langsugn membawa Aisyah ke rumah sakit yang paling besar di daerah Jakarta. Namun keadaan Aisyah semakin drop dan kritis. Rachel pun meminta Arsha untuk menggantikan posisinya di kantor karena Rachel akan membawa Aisyah ke Singapure dengan jet pribadinnya.


Untunglah Rachel mempunyai 3 Jet Pribadi super mewah hingga Rachel tak perlu naik penerbangan umum.


Tak butuh waktu lama, mereka sudah tiba di rumah sakit Singapure. Aisyah di tangani dengan sangat baik di sana. Aisyah sempat koma selama 6 bulan lamanya, setelah itu ia sadar tapi ia lupa dengan namanya dan keluarganya. Rachel pun memanggil Aisyah dengan sebutan Aila. Setelah itu, Rachel membeli apartemen di kota Singapure. Setelah satu tahun Aisyah tinggal di Singapure, Rachel pun memutuskan untuk membawa Aisyah ke Indonesia karena Rachel tidak bisa lama lama meninggalkan pekerjaannya di Indonesia.


Aisyah tinggal di rumah Rahcel yang bak istana.


Walaupun Aisyah lupa segalanya tapi Rachel gak pernah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Aisyah dan Rachel tidur dengan kamar yang berbeda dan Rachel pun tidak mengakui dirinya sebagai kekasihnya atapun keluarganya. Hanya saja Rachel memberitahu kalau dirinya adalah temannya, tidak lebih.

__ADS_1


Aisyah hanya tersenyum dengan pengakuan Rachel bahwa dirinya hanya sebatas teman tanpa ada ikatan apapun.


"Kak?" panggil Aisyah sambil duduk di deket Rachel yang sibuk dengan laptop di ruang kerjannya.


"Iya Aila, ada apa?" tanya Rachel. Ia mematikan laptopnya dan menoleh ke arah Aisyah.


"Aku bosen di rumah. Jalan jalan yuk." Ajak Aisyah.


"Ayo. Emang Aisyah mau kemana?" tanya Rachel lembut.


"Kemana aja deh kak, yang penting jangan di rumah mulu. Bosen aku." Jawab Aisyah tersenyum.


Sebenarnya wajah Aisyah tak lagi seperti dulu, karena Aisyah sudah  mengoprasi wajahnya hingga tak lagi seperti dulu. Kecelakaan itu membuat kepala Aisyah terluka parah karena terbentur batu belum lagi juga wajahnya yang penuh dengan luka dan rusak parah membuat Rachel meminta dokter di Singapure untuk oprasi plastik.


Inilah wajah Aisyah sekarang



Rachel mengajak Aisyah ke Mall. Aisyah sangat senang karena ini pertama kalinya Rachel mengajak dirinya jalan setelah sebelumnya Rachel hanya menahan dirinya di dalam rumah tanpa boleh melakukan banyak aktivitas.

__ADS_1


Saat Aisyah lagi asyik asyiknya berlari, tanpa sengaja ia menabrak Pram.


"Maaf.........maaf........" Ucap Aisyah yang langsung memungut belanjaan Pram yang terjatuh.


"Maaf ya mas, mbak." Ucap Aisyah merasa bersalaah. Ica tersenyum sambil mengucapkan kata.


"Gak papa, lain kali hati hati." Ujar Ila. Aisyah membalas senyuman Ila.


"Ayo Ai." Ajak Rachel. Aisyah pun menerima uluran tangan Rachel dan pergi mengelilingi Mal. Sedangkan Pram merasa ada yang aneh dengan wanita yang menabrak Pram tadi.


"Yank, kenapa aku merasa ada yang aneh ya sama cewek barusan?" tanya Pram.


"Aneh gimana?" tanya Ica tak mengerti.


"Aku seperti melihaat Aisyah di dalam tubuhnya." Ujar Pram.


"Ada ada aja kamu. Emang wajahnya Aisyah seperti itu tah? Kan beda yank. Emang kamu sudah lupa bagaimana wajah saudara iparmu itu. Lagian jika dia emang Aisyah, seharusnya dia itu ingat sama kita. Sudahlah gak perlu di fikrikan." Ucap Ica yang merasa lucu bagaimana mungkin wantia tadi di kira Aisyah. Secara wajahnya pun berbeda 180 derajat.


Ila dan Jay yang sudah berbelanja langsung menghampiri Pram dan Ica

__ADS_1


__ADS_2