Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Berkunjung Ke Panti


__ADS_3

Cinta dan Taufiq sudah siap untuk berangkat ke Panti Asuhan Al Hidayah. Sepanjang perjalanan Cinta menceritakan bagaimana kelucuan kelucuan anak yang di panti. Walau gak ada hubungan darah, Cinta sudah menganggap mereka seperti adik kandungnya sendiri. Taufiq yang mendengar cerita Cinta hanya tersenyum dan sesekali menjawab jika Cinta melemparkan pertanyaan. Ia sungguh bahagia melihat istrinya dengan antusias bercerita panjang lebar. Taufiq memberhentikan mobilnya tepat di depan toko.


"Kenapa berhenti?" tanya Cinta.


"Aku mau beli beli sayang. Kamu mau ikut?" tanya Taufiq. Cinta hanya menjawab dengan anggukan kepala. Iapun segera turun dan langsung memegang tangan suaminya dan masuk ke dalam toko itu.


"Mas mau beli apa?" tanya Cinta, melihat Taufiq hanya tolah toleh seperti orang kebingungan.


"Aku mau beli beli buat anak panti dan pengurus panti sayang."


"OH...aku bantu ya." Ucap Cinta dengan penuh  semangat.


Cinta membeli beberapa makan ringan untuk cemilan mereka lalu membeli boneka dan juga robot untuk mainan mereka agar mereka tidak bosan dan terhibur. Dan ia juga beli beberapa mukenah, sarung, baju koko, sajadah dan al qur an agar mereka lebih semangat beribadahnya. Ia juga tak lupa membelikan buku dan alat tulisnya agar mereka semangat belajarnya. Setelah selesai Cinta langsung pergi menemui suaminya.


"Sudah selesai sayang?" tanya taufiq melihat istrinya menghampiri dirinya. Sedangkan ia dari tadi masih belum memilih apa apa karena masih bingung, gak tau apa yang harus ia beli.


"Iya sayang, di sini sudah lengkap kog. Maaf ya banyak." Ucap Cinta dengan senyuman tulusnya.


"Iya sayang, gak papa. Ayo kita pergi ke kasir." merekapun segera pergi ke kasir untuk membayar semua belanjaanya.


"Berapa mbak?" tanya Taufiq ke mbak kasirnya.


" Dua belas juta tujuh ratus lima puluh enam ribu mas." jawabnya. Taufiq pun segera membayarnya. Setelah selesai, mereka segera melanjutnkan perjalanan menuju panti Al hidayah.


Sesampai di sana, mereka di sambut hangat oleh anak anak panti.


"Ka, kog lama gak kesini lagi. Putri kangen banget sama kaka." Putri segera memeluk Cinta dengan begitu erat dan Cintapun membalas pelukannya. Tak lama kemudian anak anak panti segera menghampiri Cinta dan memeluknya sampai Cinta kewalahan karena mereka berebut ingin memeluk Cinta. Untunglah ada TAufiq yang membantunya.


"Kakak laki laki ini siapa, pacar kaka ya?" tanya Putri.


"Ini suami kaka sayang, kenalin namanya mas Taufiq." Jawab Cinta memperkenal kan suaminya.


"Ka, kenalin aku Putri adiknya ka Cinta." ucap Putri sambil menjulurkan tangannya.


"Saya mas Taufiq, suaminya ka Cinta." Jawabnya dengan nada polos mengikuti suara Putri.


"Put, kaka ke dalem dulu ya. Ibu ada kan?" tanya Cinta kepada Putri


"Ada kog ka."

__ADS_1


"Iya sudah kaka dan mas mau ke dalem dulu ya. Nanti kita main lagi."


"Oke ka."


Cinta dan TAufiq pun segera masuk ke dalam rumah itu. "Assalamu'alaikum bu." Ucap Cinta yang membuat Bu Laila kaget.


"Wa'alaikum salam Cinta. Duduk nak." Ucap Bu Laila dengan senyum.


"INi siapa?" tanya Bu Laila.


"Ini suami Cinta bu, namanya mas Taufiq."


"Kamu sudah nikah, nak."


"Sudah bu."


"Kog gak ngasih kabar ke ibu. Ibu kan bisa datan sayang."


"Tidak rame rame ibu acaranya, cuma akad saja. Resepsinya masih lama nunggu selesai acara kelulusan."


"Oh gitu. Iya sudah ibu buatkan teh dulu ya." Ibu Laila segera pergi ke dapur dan membuatkan teh hangat untuk Cinta dan juga suaminya. Setelah selesai ibu itu kembali dengan membawa teh dan menaruhnya di meja.


"Minum, nak Taufiq." Ucap Bu Laila.


"Bu, Cinta gak bisa lama lama. Karena masih mau pergi ke suatu tempat."


"Gak main dulu sma Putri dan yang lainnya."


"Iya bu, saya akan main sama mereka dulu tapi gak lama. Mungkin sekitar 10 menit saja."


"Iya sudah hati hati nak."


Cinta dan Taufiq segeera pamit, tak lupa Cinta memberikan barang yang sudah ia beli tadi untuk di bagikan kepada anak anak di Panti itu. Taufiq juga memberikan amplop yang berisi uang 10 juta.  Setelah selesai mereka segera keluar dan menemui Putri dan juga yang lainnya.


Cinta senang bisa ngobrol dan bercanda sama mereka sedangkan Taufiq hanya diam memperhatikan istrinya. Dia memang jarang bicara jika berhadapan dengan orang lain dan jikapun berbicara hanya seperlunya aja. Setelah selesai meneman istrinya. Merekapun langsung menuju ke kontrakan bu Wati, orang yang pernah ia tolong satu tahun yang lalu. Di sana Putri di sambut baik oleh Ibu Wati.


"Ibu kangen sama kamu, kog lama gak ke sini?" tanya Bu WAti setelah Cinta dan Taufiq duduk di ruang tamu.


"Iya bu, soalnya kemaren masih sibuk menghadapi ujian."

__ADS_1


"'Sekarang sudah selesai ujiannya."


"Al hamdulillah sudah."


"INi siapa, nak."


"Oh ya, perkenalkan bu. Ini mas Taufiq, suami Cinta." Ucap Cinta yang membuat bu Wati kaget.


"Kamu sudah nikah? Kapan? Kog ibu gak di kasih tau?"


"Maaf bu, acaranya dadakan. Dan juga kemaren cuma acara akadnya saja. Resepsinya masih lama nunggu selesai kelulusan."


"Nanti jangan lupa ibu undang ya, nak. Ibu ingin melihat kamu pakai baju pengantin."


"Iya, bu. Cinta pasti akan mengundang ibu. OH ya gimana di sini betah."


"Al hamdulillah betah nak. Makasih ya, berkat kamu ibu jadi punya tempat tinggal, tidak lagi tidur di emperan toko."


"Alhamdulillah kalau begitu. Anaknya ibu apa dia sehat."


"Ya Alhamdulillah, dia sehat dan sekarang lagi tidur."


"Syukurlah, iya sudah bu. Saya gak bisa lama lama karena masih ada urusan." Ucap Cinta pamit. Ibu Wati pun mengantarkan mereka sampai di jalan depan rumah.


"Assalamu'aliakum bu." Ucap Cinta lalu merekapun pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah dari kontrakan ibu Wati, Taufiq memutuskan mengajak istrinya untuk jalan jalan.


"Mau kemana mas?"


"Gak ada, kita muter muter aja. Jika ada tempat yang cocok, kita berhenti."


"Gimana kalau ke sekolahku aja."


"Ngapain?"


"Aku kangen temen temenku."


"Tapi kamu pakek baju bebas."

__ADS_1


"Gak papa. Aku kan ke sana bukan untuk belajar tapi hanya sekedar bertemu teman teman.."


"BAiklah kita ke sana."


__ADS_2