Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Kritis


__ADS_3

Setelah siap, Cinta dan Taufiqpn segera berangkat ke caffe. Di perjalanan mobilnya mogok, sehingga mau gak mau mereka harus turun dan cari bengkel.


"Mas itu kayaknya bengkel deh." Ucap Cinta sambil menunjuk ke arah bengkel.


"Mana sayang."


"Itu loh mas yang deketnya warung padang."


"Oh ya ya. Iya sudah, aku mau ke sana dulu ya. Kamu nunggu di sini aja. Jangan ke mana mana. Nanti ilang loh." goda Taufiq.


"Emang aku anak kecil sampek hilang segala."


"Iya sudah sana mas, cepetan."


"Oke deh."


Saat Taufiq ingin menyeberang jalan. Tiba tiba Cinta melihat ada seseorang yang melihat ke arahnya. "Bukannya itu Ivan, ngapain dia ada di sini dan ngeliatin aku terus." ucap Cinta dalam hati. Tapi ia melihat Ivan seperti sedang nahan amarah tapi entahlah, apa yang ada dalam fikirannya. Cinta mencoba untuk tidak memikirkan dia. fokus melihat ke arah suaminya. Dan ketika Taufiq nyebrang dan posisinya kini ada di tengah tengah, Ivan segera melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Cinta yang melihat itu segera mendorong suaminya dan "Buk"...Cinta terpental sejauh 3 meter dengan keadaan yang sangat mengenaskan, darah mengalir deras dari kepalanya. Taufiq yang melihat itu segera menggendong istrinya dan menyetop taxi yang kebetulan melintas. Sepanjang perjalanan Taufiq tak henti hentinya menangis dan memanggil istrinya. Sehingga tak terasa mereka sudah sampai di rumah sakit.


"Dok, tolong bantu istri saya." Teriak Taufiq. Seorang dokter langsung menolong Cinta dan membawanya ke ruang IGD untuk penanganan lebih lanjut

__ADS_1


"Bapak, silahkan tunggu di luar ya." Ucap dokter itu lalu masuk kedalam ruangan bersama istrinya. Taufiq hanya bisa menangis di luar ruangan.  Lalu ia ingat harus menghubungi keluarganya. Ia pun mengirim pesan ke grup khusus keluarga mereka.


"Dengan keluarga pasien?" Ucap dokter setelah keluar dari ruangan.


"Saya suaminya, dok." Ucap Taufiq


"Silahkan bapak urus administrasinya agar istri bapak bisa segera di oprasi." Taufiq hanya mengangguk.


"Mari ikut saya." Ucap suster cantik itu. Taufiq tak bisa berfikir jernih lagi, ia hanya mengikuti suster itu untuk membantunya mengisi formulir administrasi.


"Dok, gimana keadaan istri saya?"


"Istri anda masih belum sadarkan diri akibat benturan yang ada di kepalanya. Dan secepatnya harus segera di oprasi."


"Doakan saja yang terbaik untuk istri bapak."


"Apakah saya boleh masuk, saya ingin melihat istri saya dok."


"Mohon maaf gak bisa pak karena keadaan pasien yang kurang membaik." Tubuh Taufik meluruh ke lantai ketika beberapa dokter masuk ke ruang oprasi. Tiba tiba semua kenangan antara dia dan dirinya terbersit gitu aja dalam fikriannya. Gimana pertama kali ia ketemu istrinya, saat melamarnya lalu akad nikahnya yang begitu serba dadakan. Saat istrinya menciumnya, memeluknya, memanjakannya, memasaknya dan semua yang ia lalui bersama istrinya tergiang bak kaset film yang sedang di putar. Ingatan ingatan itu menyerang ia begitu saja.

__ADS_1


1 jam kemudian keluarga besarnya datang. Taufiq hanya menoleh tanpa bangun dari tempat duduknya yang meringkuk.


"Sayang, gimana keadaan cinta nak?" ucap bunda


"Dia masih di dalam bun."


"Kenapa bisa seperti ini sayang?"


"Tadi Cinta meminta untuk di antarkan ke caffe karena mau beli es krim bun. Tapi gak tau kenapa, tiba tiba saja mobil mogok pas aku mau nyebrang cari bengkel, entah dari mana ada sepeda motor yang mau nabrak aku bun, tapi Cinta yang tau itu segera mendorongnya dan akhirnya dia yang tertabrak. Maafin aku bun, aku gak bisa jaga cinta dengan baik." Ucap Taufiq dngan putus asa.


"Kamu gak salah sayang, ini semua adalah takdir dari yang maha kuasa. Sekarang yang harus kita lakukan adalah berdoa sayang agar Cinta kuat di sana. Agar ia bisa melewati semua ini sehingga kalian bisa bersama sama lagi."


Beberapa sasat kemudian,  pintu ruangan operasi di buka. Taufiq langsung berdiri menghampiri dokter.


"Gimana keadaan istri saya dok."


"Mohon maaf pak, anda dan keluarga anda harus sabar."


"Maksud dokter apa?"

__ADS_1


"Istri anda sudah tiada. Kami tidak bisa menyelamatkannya."


Saat itu juga, Taufiq merasa seperti tersambar petir. Tubuhnya tak lagi mampu berdiri hingga pandangannya pun menggelap dan ia tak sadarkan diri.


__ADS_2