
Jam 6 lewat 40 menit Elsa sudah sampai di kantor Taufiq. Untunglah kantornya masih sepi, masih belum banyak karyawan yang datang sehingga Elsa sangat leluasa pergi ke lantai atas menemui Taufiq. Sesampai di ruangannya, Elsa melihat Taufiq yang tertidur di kursi kerjannya. Elsa melihat wajah Taufiq yang selalu saja imut apalagi ketika tidur membuat Elsa semakin gemas. Elsa tidak berani membangungkan Taufiq karena ia melihat Taufiq seperti kelelahan. Elsa hanya menaruh kue itu di meja makan di ruangan kerjanya tak lupa ia memberikan secarik kertas yang berisi kata kata selamat makan. Setelah ia menaruh kue itu, Elsa langsung pergi ke kampus karena hari ini ada jadwal kuliah pagi dan Elsa gak mau jika dirinya sampai telat.
Di kampus.....
Elsa bertemu dengan Angga. Hari ini ia melihat penampilan Angga seperti ada yang berubah. Elsa pun melihat Angga dari ujung kaki sampai ujung bawah. Setelah agak lamaa ia menatapnya, barulah ia sadar bahwa Angga sudah memotong rambutnya yang tadinya agak gondrong menjadi pendek seperti orang kantoran.
"Kenapa liat aku sampai segitunya. Aku ganteng ya?" tanya Angga senyam senyum.
"Iya ganteng. Tumben kamu motong rambutmu?" tanya balik Elsa.
"Karena aku ingin terlihat menarik di depan orang yang aku sukai." Jawab Angga santai.
"Ha! kamu sudah menemukan seseorang yang kamu sukai?"
__ADS_1
"Iya."
"Siapa?" tanya Elsa penasaran, ia gak habis fikir bahwa teman dekatnya itu sudah mempunyai seseorang yang ia suka. Selama ini Angga hanya diam saja dan tidak terlalu dekat dengan wanita lain selain dirinya. Dan tadi omongan Angga benar benar membuat Elsa kaget.
"Rahasia." Jawab Angga tersenyum. Ia tidak akan memberi tahu siapa orang yagn telah merebut hati dan cintanya. Seseorang yang akhir akhir ini sudah membuaat hari harinya menjadi lebih menyenangkan.
"Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk memberi tau siapa wanita itu. Tapi selamat ya. Ngomong ngomong kapan kamu akan mengungkapkan perasaanmu?" tanya Elsa.
"Entahlah, aku juga tidak tau karena aku sendiri juga bingung bagaimana perasaan dia sama aku. Aku takut dia sudah punya orang yang sepesial di hatinya."
"Aku gak akan membiarkan wanitaku jadi milik orang lain tapi aku juga butuh waktu untuk bisa ngungkapin perasaanku paling tidak, aku harus memastikan dulu ia tertarik sama aku apa enggak." Ucap Angga, ia ingin sekali mengungkapkan perasaannya tapi apalah daya, ia takut sahabatnya akan menjauhinya jika tau Angga memendam perasaan terhadapnya.
"Terserah kamu deh. Oh ya kayaknya bentar lagi ada anak baru deh di kampus kita." Ujar Elsa dengan wajah yang berbinar.
__ADS_1
"Kamu tau dari siapa?" tanya Angga
"Emmm anaknya bibi, dia ternyata seumuran denganku. Dia juga kuliah dan mengambil jurusan akuntansi. Aku meminta kepada bibi untuk menyuruh anaknya pindah kuliah agar aku punya teman."
"Emang kamu gak cukup dengan aku yang selalu ada di samping kamu?" tanya Angga sedih...
"Bukan gitu, tapi kan aku juga pengen punya teman perempuan lagian aku juga selalu merasa kesepian setiap kali pulang ke rumah jika anak bibi tinggal di rumahku dan juga kuliah di kampus ini berarti aku gak akan kesepian lagi dan teman kita akan nambah satu orang. Katanya bibi anaknya cantik loh." Ucap Elsa dengan wajah yang sangat cerita karena ia tak menyangka bahwa bentar lagi ia akan punya teman dekat selain Angga.
"Secantik cantiknya dia masih kalah dengan kecantikan kamu." Ucap Angga tersenyum.
"Ih, kamu jago ngegombal juga ya."
"Aku gak gombal kog. Aku bicara sesuai fakta."
__ADS_1
"Iya sudahlah, jangan di bahas lagi. Yuk masuk kelas bentar lagi dosen akan segera datang." Elsa segera masuk ke dalam kelasnya di susul oleh Angga di belakangnya.