Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Akhir Kehidupan


__ADS_3

Setelah berkunjung ke makam Ivan. Cinta, Elsa, Angga dan juga Taufiq langsung pamit pulang. Di sepanjang jalan Cinta memilih untuk diam hingga mereka sampai di rumah mama dan papanya Taufiq. Saat turun dari mobil ketiga anaknya langsung menghapiri Cinta dan Taufiq. Cinta dan Taufiq pun langsung memeluk mereka bertiga. Cinta sangat bahagia melihat ketiga putranya bisa seceria itu bahkan ia sampai lupa dengan kesedihan yang ia rasakan.


Melihat istrinya tersenyum, Taufiq pun ikut tersenyum juga. Taufiq seperti bisa merasakan apa yang di rasakan oleh istrinya untuk itulah sepanjang jalan Taufiq memilih untuk diam dan memberikan waktu untuk istrinya berfikir. Taufiq sangat beryukur karena ia mendapatkan Cinta sebagai istrinya dan ia gak marah dengan kesalahan Ivan yang pernah membuat istrinya celaka karena sejak kejadian itu membuat Taufiq sadar bahwa istrinya sangat berharga untuknya.


"Bun, tadi oppa ngajarin aku main laptop loh." Ucap Pram.


"Iya, aku juga bun." Ucap Will.


"Aku juga." Ujar Jay gak mau kalah.


"Terus kalian bisa?" tanya Cinta.

__ADS_1


"Iya akub bisa bun. Tapi masih belum mahir. Bunda kapan aku masuk sekolah?" tanya Will.


"Hari senin kalian masuk SD. Kata ayah kalian akan sekolah di SD favorit. Walaupun umur kalian masih 4 tahun lebih dikit tapi bunda yakin kalian mampu untuk menguasai semua pelajarn yang penting kalian mau belajar terus. Oke." Ucap Cinta.


"Oke bun." Jawab Jay, pram dan juga Will secara bersamaan.


Cinta dan Taufiq menghapiri mama dan papa yang lagi duduk di ruang tengah.


"Iya." Jawab Taufiq ramah.


"Kalian makan dulu. TadiĀ  mama sudah masakin buat kalian." Ucap sang mama.

__ADS_1


"Kenapa repot repot ma?" tanya Cinta yang merasa gak enak karena di masakin oleh sang mama mertua.


"Gak repot kog. Mama senang bisa masakin buat anak dan menantu mama. Tadi Pram, Jay dan Will sudah makan. Tinggal kalian berdua. Makanlah yang banyak, jangan sungkan sungka." ucang sang mama sambil menyiapkan nasi dan lauk pauknya. Taufiq dan Cinta pun langsung duduk dan mengambil nasi.


Mereka makan dengan lahap, sungguh rasanya daging dan sayurnya enak banget dan Cinta menyukai itu.


Setelah selesai makann, Taufiq dan Cinta pamit untuk pulang dan membawa ketiga putranya. Di sepanjang jalan, Cinta merasa bersyukur dengan kehidupan yang ia miliki. Mempunya 3 anak yang sangat jenius, mempunyai suami yang sangat setia dan penuh tanggung jawab, mempunya mertua yang sangat baik dan kedura orang tua yang selalu mendukung dirinya serta ibu angkat yang sudah menganggap dirinya sebagai anaknya sendiri. Kini Cinta di kelilingi oleh orang yang sangat menyayangi dirinya dan Cinta bersyukur akan hal itu.


Cinta berharap kebahagiaan ini akan terus ada sampai akhir hayatnya. Cinta tidak menyesali dengan semua yang terjadi di masa lalu karena semua kejadian itu mengajarkan dirinya untuk menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang kuat dan kini Cinta bisa merasakan akhir dari semua masalah ini. Cinta bisa memetikĀ  hikmah dari setiap masalah yang datang bertubi tubi. Cinta harap semua putranya tidak merasakan apa yang ia rasakan, penderitaan itu cukup dirinya dan suaminya yang merasakan. Biarlah putranya hanya merasakan kebahagiaan tanpa tau bagaimana sakitnya menahan luka. Cinta berjanji bahwa ia akan mendidik ketiga putranya untuk menjadi manusia yang berguna untuk dirinya serndiri, untuk kedua orang tuanya, untuk keluarga besarnya dan untuk orang orang di sekitarnya. Cinta akan selalu memantau mereka agar mereka tidak salah jalan.


Sekali lagi, Cinta bersyukur dengan kehidupannya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2