
Keesokan harinya, Aisyah izin kepada Will untuk pergi ke rumah adiknya Nadia. Awalnya Will tak mengizinkan tapi karena Aisyah sedikit memaksa akhirnya Wiil pun mengizinkan asal di antar oleh sang sopir.
Aisyah tak keberatan, toh naik taxi ataupun di antar oleh sopir sama aja. Kali ini lagi, lagi dan lagi Aisyah menitipkan Khaleed kepada ayah dan ibu mertuanya.
Sebelum ke rumah mereka, Aisyah membeli berbagai macam kue di toko kue tentunya dan juga berbagai macam buah buat mereka.
Tak butuh waktu lama hanya dalam waktu satu jam, kini Aisyah sudah berada di depan rumah yang tak layak untuk di buat tempat berteduh.
Aisyah merasa bersalah, karena kecelakaan itu hidup keluarga Nadia jadi terkena dampaknya.
Aisyah mengetok pintu itu dan tak lama kemudian 2 anak remaja membuka pintu.
"Assalamualaikum." ucap Aisyah ramah.
"Waalaikumsalam, cari siapa ya kak?" tanya salah satu wanita yang lebih besar, kemungkinan dia kakaknya.
"Cari kalian berdua. Apakah kakak boleh masuk?" tanya Aisyah.
"Tapi rumah kami gak ada kursinya kak." ucapnya sedih
"Gak papa, kakak bisa duduk di bawah " ujar Aisyah
"Iya sudah, ayo masuk." ucap mereka berdua.
"Oh ya ini kakak bawakan buah dan kue untuk kalian." ujar Aisyah.
"Terimakasih ya kak, tapi kalau boleh tau kakak ini siapa ya?" tanya kakaknya.
" Sebelumnya kakak minta maaf, kalian jadi seperti ini, itu semua karena kakak. Perkenalkan nama kakak Aisyah. Kakak adalah korban dari kecelakaan akibat ulah kalian." ucap Aisyah tersenyum.
"Maafkan aku kak, karena keegoisan Kak Nadia membuat kakak dan suami kakak kecelakaan." ucap mereka berdua menangis.
"Kalian gak perlu minta maaf. Kakak sudah memaafkan Kak Nadia. Anggaplah kejadian yang dulu sebagai pembelajaran agar kita lebih hati hati dan tak lagi menyakiti orang lain apapun masalahnya. Oh ya ayah kalian ada dimana?" tanya Aisyah.
"Ayah sudah meninggal satu tahun yang lalu kak karena sakit." jawab mereka.
"Oh ya nama kalian siapa?" tanya Aisyah yang masih belum tau nama kedua adiknya Nadia
"Aku Putri kak, dan ini adik aku Shasha." jawab Putri.
"Kalian gak sekolah?" tanya Aisyah
"Enggak kak. Sejak kejadian itu, kami seringkali di bully sama temen temen. Aku dan Shasha gak kuat dan memiliu untuk berhenti sekolah dan juga kami gak ada uang buat sekolah. Bahkan untuk makanpun kami susah." jawab Putri.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kalian ikut kakak dan kakak janji, akan menyekolahkan kalian lagi."
"Tapi kak...?"
"Kakak ikhlas menolong kalian berdua." jawab Aisyah lembut.
"Kenapa kakak masih peduli dan mau menolong kami setelah apa yang dilakukan oleh Kak Nadia?" tanya Putri
" Karena kakak ini manusia, kakak punya perasaan dan kakak gak mungkin membiarkan kalian hidup seperti ini. Bagaimana pun rumah ini sudah tak layak untuk kalian tinggali. Masa depan kalian juga panjang jadi kakak tak mau membuat masa depan kalian jadi buram karena masalah yang pernah Kak Nadia lakukan " ucap Aisyah.
"Kakak begitu sangat baik tapi aku gak mengerti bagaimana mungkin Kak Nadia sampai tega mencelakai kakak." ucap Putri
"Sudahlah jangan di bahas. Bagaimana kalau kalian siap siap. Kita pindah rumah. Kakak akan memberikan satu rumah buat kalian berdua." ujar Aisyah.
"Tapi kak?"
"Gak boleh menolak rezeki. Ayo siap siap."
Putri dan Sasha pun segera bersiap siap, mereka tak lupa membawa kue dan buah yang tadi di bawakan oleh Aisyah.
"Aku sudah siap kak." ucap Putri.
"Iya udah ayo."
Merekapun segera pergi menuju rumah yang sudah di siapkan oleh Aisyah.
Anjuran saling tolong-menolong dijelaskan dalam Al-Qur’an, seperti firman Allah Swt.:
“Tolong menolong lah kalian atas kebaikan dan taqwa” (Al-Maidah: 2)
Keutamaan membantu orang lain menurut Al-Ghazali dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub adalah sebagai berikut.
Pertama, akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berperang membela kedaulatan agama. Sabda Nabi:
“Barang siapa yang berjalan dalam rangka menolong dan memberikan manfaat kepada saudaranya maka ia mendapatkan pahala seperti pahalanya Mujahidin di sabilillah”.
Kedua, mendapatkan pembebasan dari siksa neraka dan nifaq. Seperti sabda Nabi:
“Barang siapa yang berjalan dalam rangka membantu kebutuhan saudaranya yang muslim baik kebutuhan/hajatnyass terlaksana maupun tidak terlaksana maka Allah mengampuni dosa-dosa yang terdahulu maupun yang akan datang, dan Allah mencatat baginya dua pembebasan, yaitu pembebasan dari neraka dan pembebasan dari nifaq”.
Ketiga, setiap langkah dibalas dengan tujuh puluh kebaikan dan dijauhkan dari tujuh puluh kejelekan. Berdasarkan sabda Nabi:
“Barang siapa yang berjalan dalam rangka memenuhi hajat saudaranya yang muslim maka setiap satu langkah akan dibalas dengan tujuh puluh kebaikan dan dijauhkan dari tujuh puluh kejelekan. . . “
Keempat, dosa-dosanya dihapus seperti bayi yang baru lahir, seperti sabda Nabi:
__ADS_1
“. . . . Jika ia melaksanakan hajat (saudaranya) maka ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya”.
Kelima, jika ia meninggal dalam keadaan ia membantu orang lain maka ia masuk surga tanpa hitungan amal. Hal ini berdasarkan sabda Nabi:
“Maka jika ia meninggal dalam keadaan (membantu saudaranya) tersebut maka ia masuk surga tanpa hisab”.
Artikel ini di ambil dari bincangsyariah.com yang berjudul Lima Keutamaan Membantu Orang Lain Menurut Al-Ghazali
\=\=\=\=
Setelah menempuh perjalanan setengah jam akhirnya mereka sudah sampai di rumah yang di belikan oleh Aisyah.
"Ini rumah siapa kak?" tanya Shasha
"Ini rumah kalian. Kalian suka?" tanya Aisyah
"Suka banget kak. Terimakasih ya kak, udah membelikan kami rumah." ucap Putri.
"Sama sama sayang. Iya sudah kita liat dulu yuk, rumahnya seperti apa dalamnya." ujar Aisyah
"Ayo kak."
Mereka semua pun masuk ke dalam rumahnya yang cukup luas. Rumah itu sudah lengkap dengan semua perabotan nya.
"Bagaimana? Apakah ada yang tidak kalian suka? biar bisa kakak ubah sekarang juga " ucap Aisyah
"Aku suka kak, aku suka semuanya. Terimakasih ya kak."
"Iya sayang sama sama. Oh ya kakak gak bisa lama lama di sini karena kakak punya anak yang kakak titipkan ke ibu mertua kakak. Jadi gak papakan kalau kalian kakak tinggal." ujar Aisyah
"Gak papa kak, kami sudah terbiasa hidup berdua." ujar Shasha tersenyum.
"Anak pinter. Oh ya besok kakak mau jenguk Kak Nadia, kalian mau ikut?" tanya Aisyah
"Mau kak." jawab Shasha. Walaupun mereka kesal denga perbuatan kakaknya tapi walau bagaimanapun, Nadia tetaplah kakak kandung mereka berdua.
"Iya sudah besok kakak ke sini lagi ya, terus kita berangkat bersama-sama jenguk kakak kalian. Oh ya ini ada uang buat kalian sebagai pegangan, siapa tau kalian butuh sesuatu." ujar Aisyah sambil memberikan uang 500 rb.
"Makasih ya kak." ucap Putri setelah menerima uang itu dari Aisyah.
"Iya sama sama sayang. Kakak pulang dulu ya, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
__ADS_1
Setelah itu, Aisyah pun segera pulang menuju rumahnya. Rumah mertua lebih tepatnya.