Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Bertemu dengan mertua


__ADS_3

Hari ini Will membawa istrinya ke rumah orang tuanya. Aisyah sangat gugup tapi Will mencoba untuk menenangkannya. Dan siapa sangka di rumah Cinta semua keluarga berkumpul menjadi satu. Membuat Aisyah semakin takut dan malu serta grogi. Will menggenggam erat tangan istrinya.


Ani sudah menceritakan semuanya kepada keluarganya dan Anilah yang membuat keluarganya jadi kumpul seperti ini karena ia sangat yakin kalau Will akan membawa istrinya ke rumah Cinta.


"Assalamu'alaikum." Ucap Will dan Aisyah hanya menunduk karena takut.


"Waalaikum salam." Ucap mereka serempak.


"Sana salim dulu." Ujar Will. Aisyah pun menuruti keinginan suaminya. Ia mencium tangan ayah dan ibu mertuanya dan semua orang yang ada di sana. Seluruh keluarga Will sangat bahagia melihat Aisyah sudah hadir kembali walau dengan wajah yang berbeda apalagi Will yang dari tadi tak henti hentinya tersenyum. Aisyah duduk di dekat Will karena masih belum berani untuk duduk di dekat keluarga suaminya.


"Aisyah mau minum apa?" tanya Cinta lembut.


"Apa aja tante. Air putih juga gak papa." Jawab Aisyah malu malu.


Cinta merasa kaget karena dirinya di panggil tante oleh menantunya. Will pun menatap Cinta seakan bilang "Dia lupa ingatan. Biarlah dia melakukan apa aja, yang penting dia suka."


Cinta tersenyum seakan mengerti dengan ucapan putranya.


"Aisyah, karena kamu istrinya Will. Jadi mulai sekarang kamu harus manggil saya dengan sebutan Bunda. Bukan tante lagi. Oke." Ucap Cinta tersenyum.

__ADS_1


"Iya bunda." Ujar Aisyah yang masih malu malu.


"Dan kamu juga harus memanggil saya ayah. Karena saya adalah ayah mertuamu." Ucap Taufiq tersenyum.


"Iya ayah." Ujar Aisyah tersenyum.


Saat Aisyah mencoba untuk menatap mereka satu persatu, tiba tiba ia ingat dengan Pram.


"Lho itu bukannya cowok yang pernah aku tabrak di Mall ya?" tanya Aisyah.


"Ternyata kamu masih ingat aku ya?" tanya balek Pram.


"Itu loh yank pas di Mall. Aku pernah bilang kan aku melihat dia seperti saudara iparku. Eh ternyata beneran. Dia saduara ipar ku hehe." Jawab Pram.


"Oh ia aku inget sekarang. Gak nyangka ya kita ketemu lagi. Perkenalkan aku Ica, istrinya Mas Pram." Ucap Ica sambil mengurlurkan tangannya. Ica mencoba untuk berkenalan kembali karena ia tau, Aisyah tak mungkin ingat siapa dirinya. Setelah Ica, Jay Ila Ani dan Ana pun mencoba untuk berkenalan kembali seperti saat mereka pertama ketemu. Aisyah sangat senang karena ternyata keluarga suaminya itu sangat ramah dan tak ada yang membenci dirinya. Aisyah pun mulai terbuka dan ngobrol sama mereka. Will sangat senang karena kini istrinya sudah mau ngobrol dan dengan keluarganya.


"Hari ini kalian nginep di sini kan?" tanya Taufiq.


"Gak yah. Aku dan Aisyah mau nginep di rumah Kak Rachel." Jawab Will.

__ADS_1


"Siapa dia?" tanya Taufiq.


Will pun menjelaskan semuanya di depan keluarganya.


"Iya sudah gak papa. Tapi setelah menginap dari sana, kamu akan nginep di sini kan?" tanya Cinta.


"Kalau aku nginep di sini terus gimana dengan rumahku yang sudah ayah belikan. Aku sudah lama gak ke sana sejak Aisyah hilang. Aku kapan kapan aja deh, akan nginep di sini sama Aisyah. Iya kan sayang?" tanya Will ke Aisyah.


"Aku mah terserah mas aja." Jawab Aisyah tersenyum.


"Kapan kapan bawa kakak kamu ke sin ya biar kami bisa saling kenal." Ucap Taufiq.


"Iya yah. Mungkin hari MInggu kakakku akan ke sini." Ujar Aisyah.


"Kami tunggu kedatangan kakakmu." Ucap Cinta.


Setelah ngobrol lama, Will pun mengambil baju dan menata rapi di tasnya. Lalu tas itu ia taruh di kursi belakang. Will dan Aisyah pamit pulang ke rumah Rachel.


Keluarga Will sangat senang melihat Will kini sudah ceria lagi dan tak lagi terpurukk.

__ADS_1


__ADS_2