
Sore harinya, Will dan Aisyah pamit pulang karena besok adalah hari Senin dan Will harus sudah mulai masuk kerja. Sedangkan Jay, Ila dan juga putrinya yang bernama Ila juga harus pulang karena besoknya Jay harus bekerja. Walaupun Will seorang CEO di Perusahan WILAGA dan Presiden Direktur (Presdir) di Perusahaan Batu Bara, ia tetep bekerja dari pagi sampai sore hari kadang bahkan malam hari. Will ingin menerapkan bagaimana kerja di siplin. Jika seroang CEO / Presdir aja di siplin, masa mereka yang sebagai pegawai biasa aja malah males malesan. Kan gak mungkin, bagaimanapun mereka pasti akan malu sendiri nantinya.
Setelah mereka semua pulang, kini tinggal Cinta Dan Taufiq.
"Sekarang sepi lagi ya yank." Ucap Cinta sedih.
"Iya, ketiga putra kita sudah pada menikah sedangkan kedua putri kita lebih suka tinggal di rumah neneknya dan bentar lagi mereka juga akan ninggalin kita karena ikut suaminya." Ujar Taufiq.
"Gimana jika Ibu Inah tinggal bersama kita. Bagaimana pun kan dia ibu angkatku, orang yang sudah menolongku, tanpa dia mungki aku gak akan tau bagaimana hidupku. Dia dan almarhum suaminya sudah banyak membantuku untuk bisa hidup kembali dan bisa seperti sekarang." Ucap Cinta.
"Terus gimana dengan Bu Wati dan anaknya?" tanya Taufiq.
"Anaknya Bu Wati kan sudah besar dan sudah punya penghasilan sendiri setelah kita sekolahkan dia tinggi tinggi. Sekarang waktunya dia untuk berbakti kepada ibu yang sudah melahirkannya dan berjuang untuknya. Biarkan anaknya merawat Ibu Wati di rumah itu. Sedangkan Ibu Inah biar kita aja yang merawat apalagi kan dia gak punya anak selain aku yang sudah ia anggap sebagai anak kandungnya. Dia juga sering sakit sakitan, kalau kita yang merawat kan enak. Kalau ada apa apa, kita bisa langsung sigap memanggil dokter." Jawab Cinta.
__ADS_1
"Tak masalah, selama itu bisa membuatmu bahagia. Aku akan dukung." Ucap Taufiq.
"Terima kasih sayang karena sampai saat ini kau selalu bisa membuatku bahagia dan nyaman berada di dekatmu. Terima kasih karena kamu selalu menyirami hari hariku dengan cinta dan kasih sayang. Terima kasih atas kesabaranmu dalam menghadapi sifatku yang kadang egois dan terima kasih karena selama kita menikah, kamu tidak pernah sekalipun menggunakan kata kata kasar ataupun menggunakan nada tinggi saat berbicara denganku." Ujar Cinta sambil memeluk suaminya.
"Kamu adalah istriku sayang, sudah sepatutnya aku menyayangimu dan mencintaimu serta anak anak kita. Bukankah harta yang paling berharga adalah keluarga. Aku tau selama kita menikah pasti ada aja masalah namun kita selalu bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin. Bukan hanya kamu yang egois tapi aku juga. Kita selalu berusaha untuk memahami sifat kita masing masing tapi tetep saja kita kadang tak mampu menahan amarah tapi sekesal apapun amarah yang berkobar di hati kita, kita memang tidak boleh meluapkan rasa amarah itu dengan kata kata kasar ataupun dengan menggunakan nada tinggi seperti membentak apalagi sampai melukai fisik. Kita berumah tangga adalah untuk ibadah, jadi kita harus bisa menahan rasa sabar. Setiap rumah tangga pasti akan ada sebuah masalah, tidak mungkin tidak ada. Tapi kita harus bisa dan harus mampu mengatasi masalah itu sebelum melebar menjadi masalah besar. Aku juga bisa bersabar seperti ini karena dirimu sayang. Kau selalu lembut dan selalu ikhlas dalam melayaniku. Aku sangat beruntung bisa mendapatkan istri sepertimu. " Ujar Taufiq sambil membalas pelukan istirinya.
"Aku juga sangat beruntung mendapatkan suami seperti dirimu sayang." Ucap Cinta sambil mencium pipi suaminya dengan lembut dan romantis.
"Iya aku juga ingat banget yank. Dulu sebelum aku ketemu kamu, ada anak baru di sekolahku, dia anaknya pak kepsek dan aku jatuh cinta dengannya. Dan di saat itulah ayah ingin menjodohkanku denganmu mas. Tapi aku masih ragu karena hati dan cintaku sudah di miliki oleh Ivan. Ayah saat itu sangat memujimu mas karena di saat umurmu yang masih 25 tahun kamu sudah menjadi dosen di Universitas Al Azhar di Mesir. Ayah juga bilang sjeak kamu lulus SD, kamu sudah di titipkan di pondok pesantren sampai kamu lulus SMA dan setelah itu kamu mendapatkan beasiswa kuliah di sana sampai S2. Ayah juga bilang ke aku mas lulus dengan meraih gelar Magister dengan Predikat Mumtaz dan setelah itu mas langsung di angkat jadi dosen. Ayah juga bilang kalau mas seorang hafidz. Ayah jamin jika aku menikah sama mas, aku akan hidup bahagia dunia akhirat. Tapi walau ayah sudah ngasih tau semua tentang kelebihan mas, aku tetep aja merasa gimana gitu karena hatiku sudah di miliki oleh orang lain. Setelah itu aku mencoba untuk sholat istikhoroh dan beberapa hari kemudian aku menemukan Ivan berciuman dengan wanita lain. Sungguh hatiku sakit melihat orang yang aku suka melakukan hal seperti itu. Mungkin Allah menjawab doaku dengan memperlihatkan aku siapa Ivan sebenarnya dan setelah itu aku menerima perjodohan itu. Aku sangat bersyukur mas, ayah menjodohkan kita karena apa yang di ucapkan ayah itu benar. Kalau aku akan bahagia bersama mas. Selama kita nikah mas gak pernah menghianati aku dan selalu berusaha bikin aku seneng dan bahagia. Aku gak tau jika aku sampai menikah dengan orang lain. Apakah hidupku akan sempura seperti ini." Ujar CInta membahas tentang masa lalu.
"Aku juga sangat senang karena bisa menikahimu. Aku beryukur karena tuhan mempertemukan kita dan menjadi kan kamu istriku satu satunya di dunia ini. Sungguh andai saja kamu memintaku untuk menikah lagi, aku tak akan sanggup. Mungkin aku akan menolak karena aku tidak mau ada orang ketiga dalam hubunga kita. Aku tak mau hanya karna wanita lain, rumah tangga kita akan hancur. Aku tak akan pernah bisa mencintai wanita lain selain ibuku, istriku dan kedua putriku. "
"Aku salut padamu mas. Padahal banyak laki laki di luar sana yang ingin menikah lagi setelah hidupnya mapan tapi tidak denganmu. Padahal kamu bisa menikah lagi karena poligami itu sunnah." Ujar Cinta.
__ADS_1
"Hehe boro boro mau nikah lagi yank. Yang sunnah aja banyak yang gak mas lakuin. Lagian poligami itu berat dan pertanggung jawabannya di hadapan Allah itulah yang mas takutkan. Jika mas mempunyai Isteri Lebih Dari Satu.
maka mas harus bisa berbuat adil dalam hal makan, minum, pakaian, tempat tinggal dan dalam hal tidur seranjang. Mas jadi ingat dengan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi:
“Barangsiapa memiliki dua isteri, kemudian ia lebih condong kepada salah satu dari keduanya, maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan pundaknya miring sebelah.” [1]
Pada dasarnya poligami (ta’addud) dibolehkan dalam Islam apabila seorang dapat berlaku adil. Sedangkan mas takut gak bisa adil, lagian mas sudah bersyukur mendapatkan istri seperti kamu sayang. Toh walaupun kamu melayani mas 24 jam di atas tempat tidur, juga tidak akan ada habisnya. Jadi ngapain mas cari wanita lagi. Mending mas melakukan dengan istri mas yang cantik ini. Toh rasanya juga sama aja hehe."
"Ih mas ngomong apa sih, malu maluin."
"Gak usah malu sayang, toh mas sudah tau semuanya." Goda Taufiq.
"Tau ah, aku mau mandi dulu." Ucap Cinta yang lansung pergi menuju kamarnya.
__ADS_1