Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Warung Makan


__ADS_3

Keesokan harinya setelah Will dan Jay berangkat kerja dan kebetulan Taufiq dan Cinta mau bepergian dan mereka membawa Khaleed ke rumah Pram.


Setelah mereka pergi semua, Aisyah pun segera berangkat dengan sopir yang sudah di siapkan oleh Will.


Saat di perjalanan, Aisyah melawan toko baju. Ia pun menyuruh sopirnya berhenti di depan toko.


Aisyah membeli beberapa baju untuk di pakai oleh Putri dan juga Shalsa. Setelah selesai membeli baju, Aisyahpun meneruskan perjalanannya menjju rumah Putri dan Shalsa.


Sesampai di sana ternyata Putri dan Shalsa sudah ada di luar menunggu dirinya.


"Assalamualaikum." ucap Aisyay setelah turun dari mobil.


"Waalaikumsalam kak. Aku fikir kakak gak akan datang hari ini." ujar Shalsa


"Kakak gak mungkin ingkar janji. Kakak telat soalnya tadi kakak mampir ke toko baju dan beliin ini buat kalian berdua. Nah sekarang kalian ganti baju dengan yang kakak belikan, dan setelah itu langsung berangkat." ujar Aisyah ramah


"Oke kak."


Putri dan Shalsa menerima tas yang berisi baju buat mereka. Mereka segera mengganti baju di kamar masing-masing. Selesai ganti baju, merekapun segera pergi menghampiri Aisyah.

__ADS_1


"Gimana kak, bagus gak?" tanya Putri.


"Alhamdulillah bagus semua. Kalian berdua memang bener bener canti, sangat cantik. Iya udah ayo berangkat dan jangan lupa kunci pintunya biar gak ada orang masuk" ucap Aisyah mengingatkan.


"Oke kak" Putri pun segera mengunci pintunya eaan setelah itu mereka semua masuk ke dalam mobil


"Pak nanti ada warung makan berhenti ya." ujar Aisyah.


"Iya non."


Di mobil Putri dan Salsa bercerita banyak tentang keluargannya dan juga tentang saat mereka di bully oleh teman temannya. Aisyah yang mendengarkan itu semua merasa sangat kasihan. Namun mulai sekarang, Aisyah berjanji untuk menjaga mereka selama Nadia masih di penjara.


"Iya udah kita berhenti di sana aja pak."


"Oke non."


Sang sopir pun segera memarkirkan mobilnya di deoan warung tersebut.


"Bapak ikut turun ya, kita makan bersama."

__ADS_1


"Tapi non..."


"Kalau bapak gak mau, bapak boleh mesen dan makan di mobil aja jika memang malu sama saya." ucap Aisyah.


"Baiklah, saya akan memesan dan makan di mobil aja." ujar sang sopir sebenarnya ia gak malu menerima makanan ini tapi ia juga tak punya kuasa menolak keinginan majikannya itu.


Saat tiba di warung, Aisyah menyuruh sang sopirnya untuk memesan terlebih dahulu dan sang sopir hanya memesan nasi goreng 2 dan es teh 2 karena sang sopir memang kalau makan selalu ambil porsi 2, takut kurang namun ia gak jadi makan di mobil melainkan makan di meja yang agak pojok.



Aisyah, Putri dan Shalsa memilih tempat duduk yang deket jendela agar bisa menghirup udara segar dari luar. Kebetulan jendelanya bisa di buka.


"Putri dan Salsa, mau pesan apa. Jangan malu malu, ayo persen aja yang kalian mau." ujar Aisyah.


Putri dan Salsa pun memesan mie ayam sedangkan Aisyah hanya memesan teh hangat saja karena ia masih kenyang.



Mie ayam pesenan Putri dan Shalsa pun sudah datang dan mereka makan dengan nikmat. Aisyah juga memesan makanan buat Nadia.

__ADS_1


Aisyah melihat Putri dan Shalsa yang makan dengan begitu lahapnya hanya bisa tersenyum senang. Walaupun terlambat tapi paling tidak, Aisyah sudah berusaha untuk membantu mereka.


__ADS_2