Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Ada Pekerjaan Ke Luar Negeri


__ADS_3


Malam harinya, Rachel mendapat telvon dari Asisten di kantornya, kalau dirinya ada pekerjaan di luar negeri selama 3 bulan lamanya karena perusahaan yang ada di luar negeri kebakaran dan semua berkas hilang sehingga membuat pekerjaan terbengkalai bahkan perusahaan baru yang ia bangun di luar negeri, juga terhambat.


"Yank?" panggil Rachel


"Iya mas?" jawab Ani


"Besok aku mau keluar negeri, ada masalah di sana." ujar Rachel


"Aku ikut ya mas." ucap Ani karena ia tak suka jika berjauhan dengan sang suami. Pernah dulu cuma 2 hari dan itu membuat hatinya tak tenang. Dan sejak saat itu, Ani tak mau lagi berjauhan dengan sang suami.


"Iya, biar nanti perusahaan yang di sini akan di tangani oleh orang kepercayaanku." ujar Rachel.


"Iya, aku juga akan meminta ayahku untuk menggantikan posisiku juga untuk sementara waktu. Bagaimanapun, walaupun kita sudah punya orang kepercayaan, kita tetap harus waspada.. Paling tidak, ada orang dalam yang mengawasinya." ucap Ani.


"Iya kamu benar. Tapi Ayahkan masih umrah." ujar Rachel.


"Iya sih tapi besok sore Ayah dan yang lainnya sudah pulang. Aku akan mengirim pesan sama ayah. By the way, kapan kita akan berangkat?" tanya Ani.


"Besok shubuh." jawab Rachel.


"Kalau gitu, aku akan beres beres. Aku akan menyiapkan semua keperluan kita yang akan kita bawa ke luar negeri." ujar Ani.

__ADS_1


"Iya teru bagaimana dengan hadiah yang belum di kasihkan buat Arsha dan Ana, buat ayah, buat bunda, buat Will, Aisyah dan juga Khaleed?" tanya Rachel.


"Oh ya aku lupa. Iya udah mumpung sekarang belum terlalu malam, kamu antarkan aku ya pergi ke rumah mereka." jawab Ani.


"Buat apa?" tanya Rachel.


"Buat mengantar hadiah buat mereka." jawab Ani.


"Tapi kan mereka gak ada." ujar Rachel.


"Kita kan bisa menitipkan hadiahnya kepada bibi." ucap Ani.


"Iya juga sih, iya udah ayo." ujar Rachel.


Kalau Jay, Nadia, Putri dan Salsa sudah.


Pram, Ica, Elsa, Angga dan Angel juga sudah.


Tinggal Arsha, Ana, Ayah Taufiq, Bunda Cinta, Will, Aisyah dan Khaleed.


"Kita kemana dulu?" tanya Rachel.


"Ke rumah Ana dulu, kan paling dekat, cuma sebelah rumah kita." jawab Ani.

__ADS_1


"Iya udah ayo."


Ani dan Rachel pun pergi ke rumah Arsha dan Ana. Mereka menitipkan hadiah yang mereka beli saat bulan madu kepada bibi (asisten rumah tangga) yang bekerja di rumah Arsha.


Setelah dari rumah Arsha dan Ana, mereka pun pergi ke rumah Ayah dan bundanya. Mereka juga menitipkan semua hadiahnya kepada asisten rumah tangga di sana.


Setelah selesai semua, mereka pun pamit pulang. Karena Ani masih mau beres beres.


"Yang kamu sudah mengirim pesan kepada ayah?" tanya Rachel


"Sudah mas, tadi aku sudah menjelaskan semuanya lewat email. Tapi belum di baca." jawab Ani. Memang tadi saat pergi ke rumah Taufiq dan Cinta, di perjalanan Ani mengirim pesan kepada ayahnya untuk ikut membantu dan mengawasi perusaah suaminya dan juga perusahaan dirinya yang kini di gabungkan menjadi satu dengan sang suami.


Jika punya suaminya bangkit, mana kemungkinan besar punya dirinya juga akan jatuh bangkrut.


Untuk itulah, Ani benar benar meminta tolong kepada sang ayah untuk memantau dan sesekali datang ke kantor sang suami.


Ani juga meminta Pram dan Jay untuk juga ikut mengawasi perusahaannya yang ada di Indonesia.


Sesampai di rumah, Ani dengan di bantu Rachel langsung beres beres. Selesai beres-beres, merekapun langsung istirahat karena kelelahan.


\=\=\=\=


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya 😊

__ADS_1



__ADS_2