
Jam 7 malam. Taufiq sudah ada di RESTO untuk menjemput Naila, tak lupa Taufiq juga
meminta izin kepada Inah karena ia akan membawa putrinya untuk pindah rumah.
Setelah mereka pamit, Taufiq langsung mengambil 2 koper yang berisi baju dan
perlengkapan Naila. Setelah selesai semua barulah Taufiq membawa Naila untuk
pulang ke rumah orang tua Taufiq. Sebenarnya Taufiq belum bilang tentang Naila
kepada mama dan papanya karena Taufiq ingin memberikan kejutan kepada mereka
semua. Selama di perjalanan Naila panas
dingin karena ia merasa gugup. Bagaimana tidak gugup coba jika bentar lagi ia
akan bertemu dengan mertuanya.
“Kamu jangan gugup gitu dong sayang. Kamu kan sebelumnya sudah pernah deket dengan
mama dan papaku bahkan kalian juga sangat akrab.” Ucap Taufiq mencoba untuk
membuka suara karena gak enak rasanya jika di dalam mobil mereka berdua hanya
diam beribu bahasa dan sibuk dengan fikiran masing masing.
“Gimana gak gugup coba, kan ini pertama kalinya untukku. Memang sih aku pernah kenal dan
dekat sama mereka tapi itukan dulu sebelum aku kecelakaan dan sebelum aku
hilang ingatan tapi sekarang aku lupa sama wajahnya, aku gak tau namanya siapa.
Boro boro ingat wajah mereka, aku aja gak ingat siapa diriku sendiri.” Ujar
Naila mengungkapkan perasaannya.
“Iya sudah, kamu gak perlu ingat tentang masa lalu kamu karna aku yakin cepat atau lambat
kamu pasti ingat semuanya. Sekarang yang harus kamu lakukan adalah mencoba
untuk belajar tenang, aku akan selalu ada untuk kamu. Aku akan menjelaskan
mereka tentang semuanya agar mereka bisa faham dan mengerti jadi mereka gak
kaget lagi melihat kamu.” Ucap Taufiq.
“Baiklah, aku akan coba untuk tenang dan aku serahkan semuanya sama mas.” Ujar Naila.
Setelah hampir 30 menit akhirnya merekapun sampai di rumah mama dan papanya Taufiq.
Taufiq dan Naila segera turun dari mobil. Untuk barang barang Naila, Taufiq meminta salah
satu pembantunya untuk membawakan ke kamar Taufiq.
“Assalamu’alaikum ma, pa. Taufiq pulang.” Ucap Taufiq. Mendengar anaknya pulang, Mama dan papanya
Taufiq pun segera menghampirinya namun betapa kagetnya mereka ketika melihat
wanita yang ada di samping Taufiq.
__ADS_1
“Sayang, I…i…itu..” Mamanya Taufiq menunjuk ke arah wanita di sampingnya.
“Duduk dulu ma, pa. Taufiq ingin menjelaskan semuanya.” Ucap Taufiq. Kedua orang tuanyapun
langsung duduk sambil tatapannya terus tertuju ke arah Naila. Naila sendiri
memilih untuk menunduk karena ia bingung gak tau harus berbuat apa.
“Ma, pa dengerin aku. Sebenarnya Cinta belum meninggal ma, pa.” Ucap Taufiq.
“Tapi bagaimana bisa, dulu itu…” Mamanya Taufiq tak mampu untuk meneruskan kata
katanya. Taufiq seperti mengerti apa maksud mereka. Taufiq pun mencoba
menjelaskan semuanya, firasat yang mengatakan bahwa istrinya masih hidup. Terus
saat ia makan di RESTO BASMALLAH dan saat ia mencicipi makanan tersebut, rasanya
serta tatatan makanannya juga semua menu yang ada di situ mengingatkan Taufiq
kepada istrinya. Yang pada akhirnya Taufiq menyuruh tangan kananya untuk
mencari tau pemilik RESTO dan betapa kagetnya Taufiq mendengarkan penjelasan
asistennya itu lalu ia mencoba menghubungi sahabatnya yang kerja di rumah sakit
yang sama di saat di mana dulu Cinta di rawat. Taufiq menjelaskan secara detail
bahwa jenazah yang di bawa pulang dulu bukanlah jenazah istrinya melainkan
jenza orang lain yang mirip dengan istrinya. Semua nya di jelaskan sama Taufiq.
Setelah selesai menjelaskan. Mama dan Papanya Taufiq langsung menangis dan
“Sayang, mama bersyukur menantu mama kembali lagi dan kini ada di hadapan mama.” Ucap
mamanya Taufiq.
“Iya, papa juga bersyukur sayang. Papa harap, kamu gak ninggalin kami lagi karna kami
sangat terpukul kehilangan kamu.” Ucap papanya Taufiq.
“Om, tante jangan nangis lagi. Aku janji kog, gak akan ninggalin kalian lagi.” Ujar Naila.
Mama dan papanya taufiq kaget karena dirinya di panggil om tante oleh Naila.
“Naila masih hilang ingatan ma, pa. Dia tidak ingat siapa dirinya. Dan ia pengen di
panggil dengan sebuan Naila sesuai nama yang di kasih oleh mama dan papa
angkatnya.” Ucap Taufiq tersenyuum.
Mama dan papanya Taufiq mencoba untuk mengerti,
memang kecelakaan itu sangatlah parah dan wajar jika menantunya itu tidak ingat
siapa dirinya.
“Gak papa tapi mulai hari ini kamu tidak boleh lagi memanggil om dan tante tapi harus
__ADS_1
panggil mama dan papa seperti masmu. Oke.” Ucap mamanya Taufiq.
“Iya tan, eh ma maksudku.” Ucap Naila grogi.
“Oh ya Fiq, kamu sudah memberitahu mama dan papanya Cinta belum?” tanya sang papa.
“Belum pa. Rencananya sih Taufiq ingin memberi tahu mereka kalau Cinta sudah kembali
ingatannya.” Jawab Taufiq.
“Tapi menurut papa lebih baikk kamu bilang ke mereka sekarang karena papa yakin
sampai sekarang mereka masih ingat sama putrinya dan papa juga yakin bahwa
mereka pasti sangat terpukul dengan kepergian putri satu satunya.” Ucap sang
papa.
“Baiklah bentar lagi aku akan nelvon mereka.” Ujar Taufiq.
“Iya sudah gimana jika kita makan malam bersama. Kebetulan tadi mama dan bi Nini memasak makanan
banyak jadi kita bisa makan bareng. Ayo sayang.” Ucap mamanya Taufiq ke Naila.
Naila hanya tersenyum lalu menganggukkan kepala.
Merekapun segera menyantap makan malam, selesai makan Taufiq langsung membawa Naila ke
kamarnya untuk istirahat. Sedangkan Taufiq sendiri langsung menghubungi mama
dan papanya Cinta untuk memberitahu kepada mereka bahwa Putrinya sudah kembali.
Tadinya Taufiq ingin memberitahu mereka setelah ingatan istrinya pulih kembali tapi setelah ia mendengar nasihat dari papanya. Taufiq merasa dirinya egois jika tidak memberi tahu mereka
walaubagaimanpun mereka juga berhak tau bahwa putrinya masih hidup.
Sungguh, susah buat Taufiq untuk meyakinkan mereka sehingga Taufiq merekam Naila diam
diam dan mengirimkannya kepada mereka. Barulah setelah mereka melihat rekaman
yang di berikan oleh Taufiq, mereka langsung percaya dan mereka akan kembali ke
Indonesia besok pagi.
Selesai von vonan, Taufiq langsung mandi dan ganti baju setelah itu ia langsung menghampiri
istrinya yang lagi buka laptop untuk melihat perkembangan RESTO nya. Naila
melihat perkembangan uang yang masuk setiap harinya dan ternyata tiap hari uang
itu terus bertambah. Setelah selesai Naila mematikan laptopnya dan iapun
langsung menatap wajah suaminya yang memancarkan kebahagiaan.
Naila dan Taufiq saling memeluk satu sama lain. Taufiq mencium Naila dengan penuh cinta,
Nailapun membalas ciuman itu dengan penuh hasrat karena mendapatkan lampu hijau
dari istrinya. Taufiq pun langsung meminta jatahnya. Ya Taufiq meminta haknya
__ADS_1
dia sebagai seorang suami dan Naila mengiyakan. Sehingga terjadilah hubungan
suami istri hingga pagi hari. Dan mereka baru bisa tidur setelah sholat shubuh.