Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Bertemu Brian


__ADS_3

1 minggu setelah kejadian di rumah sakit, Ica dan Ila serta Ani dan Ana sering ke rumah sakit setelah mereka pulang kampus. Mereka selalu mengajak Aisyah jalan jalan. Sesibuk apapun Aisyah, ia akan selalu meluangkan waktu untuk bisa jalan jalan agar bisa lebih akrab dengan keluarga dari suaminya.


Untunglah yang punya rumah sakit adalah suaminya sehingga Aisyah bisa jalan jalan sesuka hatinya tanpa memikirkan pekerjaannya.


Saat ini mereka berlima ada di Mall milik Taufiq. Mereka berlima di sambut dengan hangat oleh pegawai yang ada di sana. Ani dan Ana mengambil apa aja yang mereka suka sedangkan Ica, Ila dan Aisyah hanya diam melihat adik iparnya yang heboh mencoba setiap baju yang ia pilih. Makhlum Ani dan Ana masih di bawah umur dan mereka masih lagi asyik asyiknya berbelanja dan jalan jalan beda dengan Ica, Ila dan Aisyah yang sudah harus memikirkan masa depan dan keluarga mereka yang sudah mereka bina.


Setelah puas jalan jalan, Ani dan Ana mengajak Ica, Ila dan Aisyah ke toko buku. Namun di jalan tanpa sengaja Ica menabrak seseoran.g


 


"Maaf." Ucap Ica tanpa melihat orang yang ia tabrak. Ica mengambil buku yang jatuh dan memberikannya kepada orang yang kini ada di hadapannya.

__ADS_1


"Ica." ucap laki laki itu yang ternyata adalah Brian.


"Brian. Kamu ngapain di sini?" tanya Ica kaget karena ia gak menyangka bahwa ia akan menabrak Brian, orang yang selama ini berusaha ia hindari.


"Lagi beli buku nih. Kamu sendiri?" tanya Brian.


"Mau beli buku juga." Jawab Ica.


"Gak perlu. Aku kesini sama saudaraku." Ucap Ica sambil melihat ke arah Ila, Aisyah, Ani dan Ana.


"Oh kalau gitu, aku duluan ya." Ucap Brian tersenyum manis.

__ADS_1


"Iya." Jawab Ica cuek. Ia tak mau membalas senyuman Brian karena ia takut Brian akan berfikir yang tidak tidak. Ia gak mau memberikan harapan kepada laki laki manapun karena kini sudah ada hati yang harus ia jaga.


"Tadi itu temenmu?" tanya Aisyah.


"Iya kak." Jawab Ica tersenyum.


"Oh." Jawab Aisyah. Aisyah menatap kepergian Brian. Aisyah seperti melihat rasa suka di mata Brian untuk Ica. Tapi Aisyah mencoba untuk menepis fikiran itu.


Kini mereka melanjutkan jalannya memasuki area toko buku. Di sana Ani dan Ana memilih beberapa buku sedangkan Aisyah memilih novel yang berjudul Cinta Dalam Hati karya Evi Tamala. Sedangkan Ica dan Ila, mereka duduk memainkan hp sambil menunggu Ani dan Ana selesai mencari buku kesukaannya. Ica dan Ila kurang minat membaca makannya sampai saat ini mereka masih aja duduk di bangku kuliah.


Setelah selesai membeli buku, Ani dan Ana  mengajak ketiga kakak iparnya pergi ke resto. Mereka memesan makanan dan kali ini Aisyah yang akan mentraktir mereka karena kemaren ia gajian jadi ia ingin mentraktir kedua adik iparnya serta Ica dan Ila.

__ADS_1


Kini mereka berlima sudah sangat akrab layaknya saudara. Aisyah sangat bersyukur karena semua keluarga suaminya sangat baik terhadapnya. Dulu ia gak pernah bisa merasakan bagaimana rasanya mempunyai sebuah keluarga tapi kini, ia sangat beruntung karena ia mendapatkan suami yang sangat menyayangi dan mencintainya serta keluarga yang juga sangat menyayangi dirinya. Aisyah sangat beruntung akan hal itu. Walaupun Aisyah anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan tapi suami beserta keluarga suaminya tak pernah sekalipun mempermasalahkan tentang latar keluarganya. Aisyah berharap ia bisa segera hamil agar ia bisa memberikan cucu kepada Taufiq dan Cinta yang selama ini sangat menginginkan seorang cucu. Aisyah juga selalu meminum pil subur agar ia bisa segera hamil. Will pun mendukung keputusan Aisyah.


__ADS_2