Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Setelah selesai makan, Elsa langsung pergi bersama Taufiq. Perjalanan yang cukup jauh membuat Elsa merasa bosan berada dalam mobil karena selama dalam perjalanan itu Taufiq tidak sepatah katapun mengeluarkan suara. Setelah hampir satu jam akhirnya merekapun sampai di kediaman sahabat Taufiq.


Di sana Taufiq dan Elsa segera turun dari mobil. Jika pasangan yang lain laki laki akan memegang tangan wanitanya tapi Taufiq ia acuh tak acuh, sedikitpun ia tidak bersentuhan dengan Elsa. Sesampai di dalam Taufiq langsung ngumpul dengan teman temannya meninggalkan Elsa sendiri menikmati hidangan di hadapannya. Sejujurnya Elsa merasa kesal karena dirinya di cuekin sedari tadi tapi apalah daya, Elsa tidak bisa berbuat apa apa dan ini adalah resiko buat Elsa jika ia menerima permintaan Taufiq untuk menemani ke pesta sahabatnya. Elsa seakan sudah tau apa yang akan terjadi.


Saat Elsa lagi memegan segelas juz, tiba tiba seseorang datang menghampirinya.


"Kamu ngapain di sini?" tanya laki laki itu.


"Angga. Kog kamu bisa ada di sini?" tanya balik Elsa. Ya laki laki itu adalah Angga teman kampusnya.


"Ini rumah saudaraku. Kamu sendiri kog bisa ada di sini?" tanya Angga.


"Aku ikut kakakku." Jawab Elsa.


"Mana kakakmu?" tanya Angga sambil melihat ke seluruh ruangan.

__ADS_1


"Itu." Elsa menunjuk ke arah Taufiq.


"Oh. Iya sudah berhubung dia sibuk dengan teman temannya. Gimana jika kau nemenin kamu aja. Kamu mau kan?" tawar Angga.


"Iya aku mau." Akhirnya Elsapun menerima tawaran Angga dari pada ia sendirian kayak orang bodoh. Ia juga gak mungkin kan nyamperin Taufiq karena Taufiq pasti marah jika ia merasa dirinya di ganggu.


"Kamu cantik banget malam ini." Puji Angga.


"Benarkah. Berarti dari dulu aku gak cantik ya."


"Enggak kog. Aku dandan karena aku mau pergi ke pesta. Gak mungkin kan aku pergi ke pesta pakek daster."


"Iya juga sih."


"Oh ya besok jadi kan ada anak baru di kelas kita?" tanya Angga

__ADS_1


"Iya. Besok dia akan daftar dan langsung masuk ke kelas kita."


"Hemmm.....kamu sudah makan belum?"


"Sudah tadi di rumah."


"Sudah ya. Padahal aku pengen ngajak kamu makan bareng."


"Jika kamu mau, aku akan nemenin kamu makan."


"Benarkah?" tanya Angga dengan girannya.


"Iya." Jawab Elsa dengan tersenyum. Sebenarnya Angga adalah orang yang sangat baik hanya saja hati Elsa sudah terpaut dengan Taufiq, andai saja ia bertemu Angga terlebih dahulu bisa di pastikan jika Elsa akan jatuh cinta sama Angga tapi nasi sudah jadi bubur. Taufiq datang dalam kehidupannya sebelum Angga. Sehingga mau gak mau hati dan perasaaanya sekarang hanya tertuju sama satu orang dan itu hanya Taufiq saja.


Setelah selesai menemani Angga makan. Angga pun mengajak Elsa untuk keliling ruangan. Di sana Angga menjelaskan secara detail. Sejujurnya Elsa merasa males jalan jalan mengelilingi rumah yang sangat luas ini apalagi hari ini ia sedang menggunakan sepatu high heels tapi jika ia tidak menurti keinginan Angga, bisa di pastikan ia akan sendirian lagi di ruangan itu menunggu Taufiq yang masih asyik ngobrol dengan teman temannya.

__ADS_1


Setelah jam 9 malam akhirnya Taufiq pun mengajak Elsa pulang. Elsa sangat bersyukur karena Taufiq tidak pulang di atas jam 10 malam. Bisa garing dia di pesta itu. Tapi entah kenapa saat Taufiq mendekati Elsa, Angga seperti terlihat cemburu. Tapi mungkin itu hanya perasaan Elsa saja. Elsa pun tersenyum kepada Angga sebelum ia masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan menuju pulang lagi lagi Taufiq tidak membuka suara dan Elsapun juga tidak berani untuk berkata kata. Elsa dan Taufiq memilih untuk diam dan mereka sibuk dengan fikiran mereka masing masing


__ADS_2