Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Angel Libur Sekolah


__ADS_3


"Angel, nanti biar aku yang ngantar ya." ujar Pram.


"Iya mas. Tapi tadi aku dapat pesan dari Kak Aisyah, kalau Khaleed gak masuk sekolah." ucap Ica, memang Angel dan Khaleed satu sekolahan. Awalnya mereka tak setuju jika Angel sekolah di saat usianya yang sangat terlalu kecil menurut mereka. Namun ketika Angel tau Khaleed, sepupunya sudah sekolah. Akhirnya Angel pun merengek-rengek minta sekolah juga. Dan akhirnya Angel dan Khaleed pun sekolah di tempat yang sama bahkan mereka sudah satu kelas dan dan duduk di kursi bersebelahan.


Ica memang yang mengatur semuanya, agar Khaleed bisa melindungi Angel, jika Angel kenapa-napa. Walaupun mereka jarang terlihat bersama, tapi jika di kelas mereka terlihat sangat kompak.


"Kenapa dia gak masuk yank?" tanya Pram.


"Khaleed demam mas, dia sakit tipes." jawab Ica.


"Kalau gitu Angel gak usah masuk juga ya, kalau Khaleed gak masuk lalu siapa yang akan menjaga dan melindungi Angel nanti di sekolah." ujar Pram.

__ADS_1


"Tapi kalau Angel gak masuk sekolah, dia bisa ketinggalan pelajaran mas." jawab Ica.


"Kamu bisa mengajari dia di rumah, aku benar-benar gak tenang jika Angel sekolah tanpa ada Khaleed di sampingnya. Nanti jika Khaleed dah sembuh dan dia sekolah lagi, baru Angel juga bisa sekolah." ujar Pram, entah kenapa ia tak tenang jika Angel sekolah sendirian. Pram takut jika Angel kenapa-napa. Ia trauma dengan anak pertamanya yang sudah meninggal saat dalam kandungan, ia trauma dengan kematian Alina, keponakannya. Jadi sebisa mungkin Pram ingin menjaga dan melindungi putrinya.


"Iya sudah, Angel hari ini gak usah sekolah dulu. Nunggu Khaleed sembuh." ucap Ica yang faham dengan perasaan sang suami.


"Oh ya nanti aku pulang malem ya, aku lembur." ujar Pram.


"Perusahaan Rachel bermasalah yang ada di luar negeri. Sehingga Rachel dan Ani harus pergi keluar negeri kurang lebih 3 bulan. Mereka meminta ayah, aku dan Jay untuk membantu dan mengawasi perusaan Rachel dan Ani yang ada di sini. Untuk sementara waktu, aku dulu yang membantu Ayah mengurus perusahaan mereka sambil mengurus perusahaan ku juga. Minggu depan, gantian. Jay yang akan membantu Ayah untuk mengurus perusahaan mereka. Jadi aku dan Jay gantian membantu Ayah karena aku dan Jay gak mungkin membiarkan Ayah mengurus perusahaan mereka, yah walaupun perusahaan itu sudah ada tangan kanannya sendiri tapi kan mereka orang luar dan gak mungkin, aku sebagai keluargannya hanya bisa diam saja. Karena bisa jadi orang luar itulah yang akan menghancurkan perusahaan. Gak papakan kalau aku lembur, hanya satu Minggu. Minggu depan Jay, Minggu depannya, baru aku lagi. Sampai Rachel dan Ani kembali lagi ke sini." ucap Pram menjelaskan secara detail.


"Iya mas, gak papa. Aku ngerti kog." ujar Ica tersenyum.


"Makasih ya sayang, udah mau ngertiin aku." ucap Pram mencium kening sang istri.

__ADS_1


"Iya mas sama-sama." ujar Ica.


"Iya sudah aku berangkat kerja dulu ya." Pamit Pram.


"Iya mas, nanti siang boleh gak aku ke kantor mas bersama Angel, aku mau nganter makan siang buat mas sekalian pulangnya jalan jalan bareng Angel?" tanya Ica.


"Boleh dong sayang, boleh banget. Malah aku seneng, kamu mau mengantarkan makan siang buat aku. Iya sudah ya, aku berangkat dulu. Salam buat Angel, mama dan papa. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah kepergian sang suami, Ica pun menutup pintunya dan langsung menghampiri sang buah hati yang lagi bermain bersama Elsa dan Angga di belakang rumah. Sambil menyiram tanaman.


__ADS_1


__ADS_2