Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Rencana


__ADS_3

Sesampai di rumah Cinta. Will dan Aisyah pun segera turun dan betapa terkejutnya mereka melihat di sana ada Ila dan juga Jay beserta putrinya.


"Assalamu'alaikum." Ucap Will dan Aisyah bersamaan.


"Waalaikum salam." Ujar Cinta senang karena melihat anak dan menantunya yang sudah datang. Will dan Aisyah mencium punggung tangan Cinta dan juga Taufiq setelah selesai mereka duduk di sofa sedangkan Cinta mengambil minuman untuk anak dan menantunya.


"Minum dulu nak." Ucap Cinta setelah ia menaruh minuman mereka di atas meja.


"Iya bun. Aku belum haus soalnya pas kesini tadi, aku sempat beli rujak manis dan es teh. Tapi nanti tak minum kog." Kata Aisyah sambil tersenyum.


"Iya sudah gak papa, santai aja." Ucap Cinta lembut.


"Pram dan Ica gak ke sini?" tanya Will


"Pram sama Ica mereka berlibur ke luar kota ka katanya sih mau honeymoon di Bali biar bisa segera punya anak lagi." Jawab Jay yang juga baru tau beberapa jam yang lalu saat Pram mengirimnya chat untuknya.


"Oh, semoga aja berhasil." Ucap Will.


"Siapa dah namanya Il, lupa aku." Ucap Aisyah yang memang sering lupa akhir akhir ini.


"Alina." Jawab Ila tersenyum.


"Wah Anila hari ini cantik banget ya, udah maem lom?" tanya Aisyah dengan logat seperti ini anak kecil.

__ADS_1


"Sudah tante." Jawab Ila sambil memainkan tangan mungil Alina.


"Kalian nginep di sini juga?" tanya Jay.


"Iya, bunda nyuruh kami nginep di sini." Jawab Will.


"Lagian sejak kalian berumah tangga jarang kita bisa kumpul kumpul seperti ini. Bunda dan Ayah selalu kesepian. Ani dan Ana sudah jarang pulang, mereka lebih suka nginep di rumah Omma dan Oppanya." Ucap Cinta sedih.


"Sudahlah bun, jangan sedih yang penting kami sekarang sudah ada di sini. Kami juga janji akan sering sering menginap." Ucap Will lembut karena ia gak tahan melihat sang bunda terlihat sedih.


"Maafkan kami bun karena kami sibuk sampai jarang ke sini." Ucap Jay gak enak hati.


"Gak papa nak. Kami tau bahwa kini kalian sudah berkeluarga dan punya tanggung jawab yang besar. Kami faham dan mengerti." Ucap Taufiq bijak.


"Rachel dan Arsha tumben jarang ke sini lagi, Aisyah?" tanya Cinta.


"Mereka sibuk bun karena mengurusi proyek baru. Dan sekarang mereka ada di luar kota selama dua hari ke depan." Jawab Aisyah.


"Oh gitu. Menurutmu bagaimana perkembangan Arsha dan Ana terus Rachel dan Ani?" tanya Cinta.


"Entahlah bun. Aku juga gak terlallu faham. Tapi kayaknye mereka mulai dekat banget. Tapi apakah ayah dan bunda merestui mereka mengingat umur Kak Arsha dan Kak Arsha yang sudah tua sedangkan Ani dan Ana masih 17 tahun?" tanya Aisyah.


"Mereka bukan tua sayang. Tapi mereka sudah matang. Dan bunda tidak mempermasalahkan umur Rachel ataupun Arsha. Selama dia mau bertanggung jawab, menyayangi dan mencintai Ani dan Ana dengan tulus. Bunda sih akan merestui apalagi setelah 3 bulan terakhir ini mereka mulai semakin dekat dan terbuka. Rencana bunda ingin mereka segera bertunangan." Ucap Cinta.

__ADS_1


"Aku sih setuju bun." Ujar Ila.


"Aku juga bun." Ucap Jay.


"Aku sih terserah ayah dan bunda aja." Ucap Will.


"Kalau aku apa kata mereka bun. Kalau mereka mau dan siap, aku sih oke oke aja." ucap Aisah lembut.


"Iya sudah biar nanti ayah akan mengumpulkan kalian semua dan kita bicarakan masalah ini. Jadi tidak simpang siur dan kita bisa menentukan kapan mereka bertunangan dan kapan mereka menikah. Ayah yakin walau Ani dan Ana masih 17 tahun, tapi mereka mempunya pemikiran dewasa. Ayah yakin mereka bisa untuk memulai kehidupan rumah tangga. Ayah yakini itu." Ucap Taufiq.


"Kalau gitu setelah Arsha dan Rachel pulang dari keluar kota, mereka suruh ke sini aja. Gimana?" tanya Cinta.


"Kami setuju bun." Ucap Ila, Jay, Will dan Aisyah.


"Iya udah sekrang kita makan yuk. Kayaknya Bi Sumi sudah slesai masak." Ucap Cinta.


"Tapi aku masih kenyang bun, kan barusan sudah makan rujak di pinggir jalan." Tolak Aisyah secara halus.


"Makanlah walau sedikit, kasihan Bi Sumi sudah masak susah payah." Ucap Taufiq.


"Baiklah ayah." Aisyah dan Will pun ikut makan bersama.


Selesai makan, mereka sholat bersama dengan Taufiq sebagai imamnya. Selesai sholat, mereka nonton tivi sambil ngemil dan bercanda sana sini. Hingga akhirnya Jay dan Ila pamit untuk tidur duluan karena Alina pun sudah tidur dalam gendongan Ila. Sedangkan Will dan Aisyah masih betah ngobrol bersama Cinta dan Taufiq.

__ADS_1


__ADS_2