Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Angel Minta Adek


__ADS_3

Sepanjang jalan menuju pulang, Angel tak henti-hentinya meminta adek kepada papanya. Sampai Pram sendiri di buat pusing dengan pertanyaan putrinya itu. Sedangkan Ica hanya tersenyum dan menjadi pendengar setia aja.


"Pa, besok bikinin aku adek kayak dede Arshi. Perempuan aja ya pa, jangan laki-laki. Kalau perempuan bisa di ajak main boneka dan masak masakan. Kalau cowok sukanya mobil mobikan dan suka main bola." ujar Angel.


"Iya, besok tak bikinin." jawab Pram


"Besok kapan pa? Aku mau lihat soalnya cara buat dede bayi." ucap Angel.


"Gak boleh liat, dosa." ujar Pram.


"Kog dosa sih pa, aku kan gak ganggu. Hanya ingin tau aja bagaimana cara buat dede bayi. Gampang gak pa?" tanya Angel.


"Iya gampang." jawab Pram yang hanya di tertawain oleh Ica.


"Kalau gampang, aku juga mau bikin. Aku mau nanti perutku besar biar aku bisa buat dede bayi sendiri. Jadi gak perlu minta sama mama dan papa." ujar Angel dengan semangat 45.


"GAK BOLEH!!!..." ucap Pram dan Ica bersamaan.


"Kenapa?" tanya Angel polos.


"Angel boleh bikin setelah Angel sudah dewasa dan sudah menikah." jawab Ica.

__ADS_1


"Oh, sekarang gak boleh ya?" tanya Angel.


"Gak boleh." jawab Pram.


"Iya udah deh gak papa, biar mama aja yang bikin adek bayi buat aku yang banyak." ujar Angel.


"Emang pengen punya dedek bayi berapa?" tanya Pram.


"Sepuluh." jawab Angel sambil memperlihatkan jari tangannya yang kecil dan mungil.


"Yank, dengerin tuh, anaknya pengen apa." ujar Pram tersenyum.


"Gak mau, di kira melahirkan itu enak apa." ucap Ica sewot.


"Tapi gak gitu juga mas, emang mas mau aku kayak Ana. Meninggal karena melahirkan." ucap Ana.


"Iya enggak juga." jawab Pram takut, takut jika istrinya akan meninggalkan dirinya untuk selama lamanya. Seperti Ana yang meninggalkan Arsha untuk selamanya.


"Makanya, jangan minta banyak-banyak. Aku memang akan memberikan adik buat Angel tapi cukup satu aja. Karena bagiku, punya dua anak sudah sangat cukup sekali." ujar Ica.


"Iya kamu benar, tapi jatahku tetapkan tiap malam?" tanya Pram menggoda.

__ADS_1


"Jatah apaan?" tanya Ica pura-pura tak mengerti.


"Ya itu, jangan pura-pura gak tau deh." ujar Pram.


"Aku emang gak tau." ucap Ica yang kali ini gantian tersenyum karena berhasil menggoda suaminya.


"Mama sama papa ngomong apaan sih dari tadi?" tanya Angel kesal karena merasa gak di perhatikan.


"Hehe maaf sayang, mama asyik ngomong sama papa sampai lupa sama kamu... Jangan kesel lagi ya. Gimana kalau kita makan bakso yuk." ajak Ica.


"Iya ya mau." ujar Angel semangat.


"Iya udah ayo." ucap Pram.


Merekapun akhirnya mencari warung Bakso. Setelah nemu, Pram pun akhirnya memarkirkan mobilnya dan setelah itu, merekapun keluar dari mobil dan menuju warung bakso.


Mereka memesan 3 mangkog bakso dengan 3 jus es teh.


Setelah pesanan mereka datang, merekapun makan bersama sambil ngobrol.


Selesai makan bakso, Pram segera membayarnya dan merekapun meneruskan perjalanannya menuju pulang.

__ADS_1


Sesampai di rumah, Angel langsung masuk ke kamarnya sedangkan Pram dan Ica duduk di ruang tamu. Pram capek banget karena seharian kerja dan ditambah tadi di kantor sedikit ada masalah. Apalagi meeting yang seharusnya besok, juga di majukan. Pram bener bener sangat lelah sekali. Belum lagi pulang kerja, Pram masih harus pergi ke rumah Arsha untuk menjemput anak dan istrinya.


Tapi Pram sangat bahagia sekali melihat anak dan istrinya bisa tertawa bahagia.


__ADS_2