
Sesampai di pantai cuaca sudah panas tapi tidak membuat Cinta dan Taufiq mengurungkan niatnya untuk bermain air di pantai. Di sana Cinta dan Taufiq lari sana lari sini saling mengejar satu sama lain. Mereka juga main petak umpet sampai mereka benar benar lelah. Setelah puas mereka pun bermain pasir mereka membuat istana yang bagus dan membuat nama mereka di pasir setelah hampir selesai. Merekapun merasa jenuh lalu iapuan menyuruh Taufiq untuk tidur di pasir itu dan Cinta mengubur Taufiq dengan pasir sampai leher.
"Katanya pasir pantai bagus loh buat kulit." ucap Cinta sambil terus menumpuk pasir di tubuh suaminya.
"Bagus sih bagus tapi aku gak bisa bergerak dan jadi kotor gini." Ujar Taufiq.
"Nanti kan bisa mandi."
"Tapi kan aku gak bawa baju?"
"Aku sudah menyiapkan semuanya di mobil."
"Benarkah?"
"Yup."
"Kenapa gak ngomong dari tadi sih sayang?"
__ADS_1
"Lah kamunya kan gak nanya?"
"Iya juga ya. Iya udah deh aku yang salah. Sekarang terserah kamu deh mainlah sepuasnya, terserah aku mau kamu gimanakan." Ucap Taufiq tersenyum. Cinta hanya mengangguk dan mencium pipi suaminya lalu ia pun mengambil pasir untuk terus menutupi tubuh Taufiq agar gak ada yang terlihat sedikitpun.
Setelah puas, mereka segera pergi ke kamar mandi. Mereka mandi saling bergantian karena ini tempat umum dan gak mungkin jika mereka mandi berdua di kamar mandi. Setelah selesai mandi, mereka langsung pergi ke musholla untuk sholat dhuhur. Selesai sholat dhuhur, mereka istirahat sebentar di musholla. Setelah selesai rasa lelahnya, mereka langsung pergi ke restoran untuk makan siang.
Selesai makan, barulah mereka pergi ke Mall lagi untuk membeli baju untuk Cinta dan jgua Taufiq. Mereka akan mencari baju kembar untuk dirinya, suaminya dan juga ketiga anaknya. Mereka belum pernah beli baju kembar sekeluarga. Cukup lama mereka mencari cari hingga akhirnya mereka menemukan baju warna coklat susu karena merasa pas akhirnya Cinta pun membelinya. Setelah selesai beli baju, mereka langsung pergi dari Mall. Mereka keliling keliling sampai puas. Setelah puas barulah mereka pulang.
Sesampai di rumah kedua orang tua Cinta. Cinta dan Taufiq melihat ketiga anaknya sedang main di ruang tengah. Cinta menghampiri mereka dan memeluk mereka semua dengan erat. Seharian gak ketemu rasanya sudah lama banget. Ini pertama kalinya buat Cinta meninggalkan putra putranya dalam waktu yang sangat lama yah walaupun hanya setengah hari tapi bagi Cinta itu sudah sangat lama sekali karena sebelumnya mereka terus bersama seperti magnet.
"Bun, mereka bertiga sudah makan belum?" tanya Cinta.
"Sudah bun. Kami berdua sudah makan tadi di restoran." Jawab Taufiq. Ia mengambil Pram dan menaruhnya di pangkuan. Pram gak menolak, ia senang berada di pangkuan sang ayah. Melihat saudarannya di gendong ayah, Will lari ke ibunya untuk di pangku juga. Sedangkan Jay hanya menoleh ke arah Pram yang ada di pangkuan sang ayah dan Will yang ada di pangkuan sang bunda. Jay hanya menoleh ke mereka saling bergantia. Melihat Jay seperti mau menangis, Taufiq segera mengambilnya dan menggendong Jay. Sekarang Pram dan Jay sudah ada di pangkuannya smua.
"Oh ya sayang kemaren bunda bikin kue. Nanti kamu bawa pulang ya." Ucang bunda.
"Iya bun." Jawab Cinta. "Ayah mana bun?" tanya Cinta.
__ADS_1
"Ayah tidur sayang. Dia capek setelah seharian main dengan cucunya." Jawab Bunda tersenyum.
"Oh gitu...Maafin Cinta ya bun udah ngerepotin kalian dengan menitipkan mereka bertiga." Ucap Cinta merasa bersalah.
"GakĀ kog sayang. Kamu gak ngerepotin. Malahh bunda senang bisa bermain dengan cucu cucu bunda yang sangat tampan ini." Ucap bunda.
"Iya sudh kalau gitu, kami pamit pulang dulu ya bun. Kasihan ibu Aisyah sendirian di rumah." Ucap Taufiq.
"Oh gitu, iya sudah. Bunda ambilkan dulu kuenya." Sang bunda pun segea mengambil kue yang ada di kulkas dan membungkusnya sebagus mungkin lalu memberikannya kepada Cinta.
"Aku gak usah pamit ke ayah yah bun. Kasihan dia pasti lelah." ucap Cinta.
"Ia sayang, gak papa biar nanti bunda yang akan bilang sama ayah."
"Iya sudah, kalau gitu kami pamit ya bun." Ucap Cinta.
Mereka berdua segera salaman kepada sang bunda lalu pergi meninggalkan rumah kedua orang tuanya.
__ADS_1
Sepanjang jalan Pram dan Jay berbicara tiada henti dengan ucapannya yang masih belum lancar sedangkan Will sudah tidur karena kelelahan. Cinta dan Taufiq hanya tersenyum mendengar ocehan mereka.