
Hari ini Aisyah dan Willl menginap di rumah Cinta dan Taufiq karena besok adalah hari Minggu jadi Will libur kerja. Cinta memang memintannya untuk menginap di rumahnya karena Ani dan Ana sedang menginap di rumah Oppa dan Ommanya. Will tak bisa menolak walaupun sebenarnya kemaren ia sempat berjanji bahwa dirinya dan juga Aisyah akan menginap di rumah Rachel. Tapi apalah daya keinginan Cinta tak bisa di bantah. Untunglah Rachel tak mempermasalahkan itu semua dan ia mencoba untuk mengerti. Rachel juga punya urusan penting di luar kota jadi selama 2 hari ke depan, ia akan berada di luar kota bersama Arsha.
"Sayang?" Panggil Wii.
"Iya yank, ada apa?" tanya Aisyah lembut.
"Sudah siap belum. Kita sudah di tunggu nih sama ayah dan bunda." Ucap Wil.
"Iya bentar yank." Ujar Aisyah. Ia segera membenarkan hijab yang ia pakai. Setelah merasa puas dengan penampilannya sekarang, ia pun menghampiri suaminya.
"Wau bidadari dari mana nih. Kog cantik banget." Goda Will.
"Apaan sih yank." Ucap Aisyah yang merasa malu dengan ucapaan Will.
"Aku hanya heran aja tiba tiba ada bidadari yang muncul di depanku. Hemm aku tak menyangka lho bisa menikah dengan wanita cantik seperti dirimu. Kau adalah bidadari di hatiku. Kau pemilik hati dan cintaku, tak ada yang lain. Dan selamanya hingga aku tak lagi bernafas cinta ini, hati ini dan tubuh ini hanyalah milikmu seorang. Wanita yang sudah aku nikahi dan kini berstatus jadi istriku dan akan menjadi ibu dari anak anakku." Ujar Will sambil memeluk istrinya dan mengecup kening istrinya.
"Jangan mencintaiku terlalu berlebihan, itu tidak baik sayang. Sayangi dan cintai aku sewajarnya aja." Ucap Aisyah tersenyum.
"Iya aku sih pengennya gitu tapi apalah daya cinta ini terlalu kuat hingga aku tak bisa berpaling darimu. Kau wanita satu satunya yang mampu membuat tergila gila akan dirimu hehe."
__ADS_1
"Sudahlah. Jangan ngegombal terus. Ayo berangkat, kasihan ayah dan bunda sudah nunggu lama." Ucap Aisyah sambil tersenyum. Sebenarnya ia sangat bahagia dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya tapi ia berusaha untuk bersikap biasa aja.
"Ya udah ayo." Ucap Will. Ia menggandeng tangan istrinya dengan sangat mesra hingga membuat semua asisten yang ada di rumah itu menjadi iri tapi juga senang melihat majikannya yang selalu terlihat romantis.
Setelah ujian demi ujian mereka hadapi kini mereka bisa bersatu dan bahagia.......mereka percaya di balikk setiap ujian yang mereka hadapi pasti akan ada kebahagiaan di dalamnya.
Kini Aisyah sudah berada di dalam mobil bersama Will. Will memutuskan untuk mengendarai mobilnya sendiri tapi sebelum ia menaiki mobil itu, Will sudah meminta seseorang untuk mengecek mobil itu baik baik saja atau tidak karena ia tak ingin kejadian dulu terulang kembali.
Di sepanjang jalan Wil pun hanya mengemudi dengan kecepatan sedang.
"Sayang, nanti berhent di depan warung barokah ya." Ucap Aisyah.
"Aku pengen beli ruka manis." Jawab Aisyah tersenyum.
"Iya sudah deh. Aku juga pengen mencobanya." Ujar Will sambil melirik ke arah istrinya sebentar setelah itu ia fokus kembali mengemudi mobilnya.
Tak lama kemudian, Will pun menepikan mobilnya di pinggir jalan. Will segera turun dari mobil lalu berjalan ke arah samping dan membukakan pintu mobilnya.
__ADS_1
"Silahkan turun tuan putri." Goda Will.
"Kamu tuh yank dari tadi gak ada habis habisnya godain aku terus." Ujar Aisyah.
"Gak papa, toh yang aku goda itu loh istriku bukan istri orang lain." Ucap Will.
"Jika kau sampai berani menggoda istri orang lain. Kau akan menyesal." Ancam Aisyah.
"Haha aku bercanda sayang. Ayo gandeng tanganku." Ucap Will. Aisyah pun menggandeng tangan suaminya dan berjalan ke arah Warung Barokah.
Aisyah memesan dua rujak manis gak terlalu pedas dengan es teh.
Tak lama kemudian pesanan pun datang. Aisyah langsung terpana melihat rujak yang sudah ia inginkan sejak tadi malam.
Aisyah pun segera mencoba mencicipi rujak itu begitupun dengan suaminya. Mereka menikmati rujak itu hingga tak terasa rujaknya pun ludes habis semua.
Setelah puas makan rujak, Will segera membayarnya sebesar 30 ribu beserta dua gelas es teh. Setelah selesai bayar, Will dan Aisyah segera berjalan ke arah mobilnya dan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Cinta.
__ADS_1