
Kini Ica dan Ila sudah ada di ruang tamu begitupun dengan Elsa dan juga Angga. Minuman pun juga sudah tersedia di atas meja dengan berbagai macam cemilan atau makanan ringan.
"Elsa, Angga. Sebenarnya kedatanganku dan keluargaku ke sini ingin melamar Ica dan Ila sebagai menantu kami." Ucap Taufiq to the point.
"Apa?" Ucap Elsa kaget.
"Kenapa dadakan?" tanya Elsa.
"Iya, kenapa langsung dadakan seperti ini. Bahkan kita sebagai orang tua belum membahas tentang apapun mengenai putra dan putri kita?" tanya Angga yang juga kaget mendenar ucapan Taufiq yang ingin melamar kedua putrinya sekaligus.
"Soalnya aku ingin menikahkan ketiga putraku sekaligus minggu depan. Kemaren aku sudah melamar Aisyah untuk Will. Dan rencana ijab kobul akan di adakan minggu depan. Nah jika kalian gak keberatan, aku ingin minggu depan menikahkan Ica bersama Pram dan Ila dengan Jay." Ucap Taufiq.
"Tapi apa ini gak terlalu dadakan?" tanya Elsa.
"Gak kog. Ini gak terlalu mendadak. Kita masih bisa menyiapkan semunya dalam waktu satu minggu ini. Masalah resepsi kita bicarakan setelah mereka resmi menikah di KUA. Ingin mereka menikah secara agama maupunĀ negara." Jawab Cinta.
"Terus gimana dengan kuliah kedua putriku?" tanya Angga.
__ADS_1
"Itu terserah Ica dan Ila. Jika Cinta dan Ila masih ingin terus melanjutkan kuliahnya. Pram dan Jay tidak mempermasalahkan. Malahan Pram dan Jay akan mensuport agar mereka lulus dengan lulusan terbaik. Bahkan jika Ica dan Ila ingin menggapai cita citanya, Pram dan Jay sedia membantu mereka untuk mewujudkan semu keinginannya. Bukan begitu Pram, Jay?" tanya Taufiq kepada kepada kedua putranya.
"Iya, kami akan selalu mendukung keputusan Ica dan Ila." Jawab Pram tersenyum.
"Kalau begitu, aku serahkan semua jawabannya kepada kedua putriku karena bagaimanapun yang akan menjalani rumah tangga adalah mereka. Jadi diterima atau gaknya, itu keputusan mereka. Aku sebagai orang tua gak bisa ikut campur dan memaksa kedua putriku. Ica, Ila apakah kalian menerima lamaran Pram dan Jay sebagai suami kalian?" tanya Angga kepada kedua putrinya.
"Aku terima Kak Pram jadi suaminya pa." Jawab Ica tersenyum.
"Aku juga terima Kak Jay sebagai suami aku pa karena memang aku menyukai Kak Jay dari dulu." Jawab Ila menahan rasa malu.
"Iya bun." Jawab Pram dan Jay tersenyum bahagia.
"Terus aku gimana?" tanya Will.
"Kamu juga harus memangil kami dengan sebutan mama papa dong." Ucap Elsa tersenyum.
"Iya deh ma." Jawab Will senang.
__ADS_1
"Akhirnya kita bisa jadi besan juga ya El." Ucap Cinta.
"Iya akhirnya keinginan kita untuk menyatukan putra putri kita bisa terkabulkan. Gak nyangka aku, semoga dengan adanya ikatan ini bisa mempererat hubungan kita ke depannya." Ucap Elsa tersenyum bahagia.
"Jadi rencana nikah ini minggu depan?" tanya Angga.
"Iya. Besok kita bisa mulai mencarikan baju pengantin buat mereka semua." Jawab Cinta.
"Baiklah, besok aku akan meluangkan waktuku untuk kedua putriku. Aku ingin pas ijab kobul nanti, kedua putriku terlihat sangat cantik hingga semua orang iri melihat mereka." Goda Elsa.
"Apaan sih ma? Walaupun aku gak dandan. Aku tetep cantik kog." Ucap Ila.
"Iya ya. Anak mama emang paling cantik dah sedunia." Ujar Elsa tersenyum.
Setelah itu mereka pun ngobrol tentang rencana ijab qobul minggu depan. Apa aja yang akan di beli dan di siapkan. Karena ini pengalaman pertama untuk Cinta dan Elsa jadi mereka harus bertanya kepada yang lebih mengerti agar nanti pas hari H nya, mereka tidak malu maluin.
Setelah selesai, akhirnya Elsa pun mengajak keluarga Cinta untuk makan bersama.
__ADS_1