Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Pembantu Baru


__ADS_3

Setelah usia kehamilan Cinta memasuki usia 9 bulan.Cinta mengambil cuti selama 6 bulan


lamanya karena setela melahirkan, ia ingin fokus dulu pada dede bayi setelah


itu, ia akan fokus kuliah agar cepat selesai. Ia akan menitipkan ketiga anaknya


kepada mama dan papanya serta kepada ayah dan bundanya bahkan kalau perlu ia


juga akan meminta bunda angkatnya untuk mengurus ketiga anaknya.


Saat ini Taufiq libur kerja selama 3 bulan lamanya. Yah di saat istrinya lagi hamil 9


bulan. Ia sudah menetapkan diri bahwa ia tidak akan lagi ke kantor, takut jika


istrinya kenapa napa. Ia juga sudah meminta tolong ke tangan kanannya jika ada


hal penting, bisa di kirim lewat email atau ia langsung datang ke rumahnya.


Jika ada meeting dengan client, Taufiq memilih untuk mewakilkan ke tangan


kanannya atau meminta bantuan ke papanya karena ia benar benar ingin fokus ke


istrinya.


Hanya hitungan hari lagi, istrinya akan segera melahirkan dan Taufiq sudah tidak


sabar menunggu itu tiba. Istrinya juga sudah tidak semanja dulu dan juga tidak lagi


melakukan hal hal aneh yang bikin pusing kepala. Setiap pagi juga sesudah


sholat subuh Taufiq akan membuatkan segelas susu untuk istrinya setelah itu, ia


akan menemani sang istri untuk keliling kompleks. Yah Taufiq harus menemani


sang istri jalan tiap pagi karena sang istri ingin melahirkan secara normal. Ia


ingin merasakan bagaimana menjadi ibu yang sesungguhnya dan Taufiq tidak akan


melarang itu kecuali jika memang keadaan mendesak barulah Taufiq akan menyuruh


istrinya untuk sesar.


Taufiq juga sudah menggunakan jasa pembantu yang di cari sendiri oleh sang istri dan


pembantu kali ini sangatlah cocok dengan apa yang di inginkan oleh sang istri.

__ADS_1


Tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Tidak cantik tapi dia sangat


bersih dan tidak jorok. Pandai memasak dan bersih bersih rumah, sopan, ramah


dan ibadanya sangat tekun. Cinta suka karna ia rajin ibadah apalagi panampilan


sangat sopan, ia menggunakan baju sya’I dan juga kerudung yang sampai lutut.


Pemantu itu juga sekitar umur 45 tahunan. Cinta sangat menyukai dia dan Taufiq


sangat setuju jika dia jadi pembantu di rumahnya.


Pembantu itu bernama Aisyah. Yah, dulu dia pernah di pesantren. Jadi wajar jika sangat


sopan sekali.  Setiap pagi setelah selesai sholat, Aisyah akan bersih bersih setelah itu ia akan langsung masak.


Cinta tidak memperbolehkan jika Aisyah makan di dapur. Setiap sarapan pagi,


Aisyah akan tetepa makan semeja dengan dirinya dan juga sang suami. Suami dan


anak anak Aisyah ada di kampung. Aisyah merantau karena terpaksa. Sang suami


gak bisa kerja karena sakit sedangkan cari kerja di kampung sangatlah susah,


anak anaknuga juga sudah besar ada yang SMA dan SMP. Mau gak mau Aisyah harus


anaknya. Cinta salut pada Aisyah yang berani datang ke kota seorang diri. Cinta


menemukan Aisyah saat mereka sholat di masjid. Di sanalah Cinta mendekati ibu


Aisyah karena Aisyah seperti orang bingung mau kemana dan akhirnya Cinta


menawarkan pekerjaan untuknya jadi asistern rumah tangga dan ternyata dia mau.


Aisyah juga termasuk orang penyayang. Dalam hitungan beberapa hari Aisyah dan Cinta kini


sudah semakin dekat saja. Cinta juga sering memberikan uang untuk Aisyah kirim


ke kampung. Sebenarnya Aisyah menolak tapi Cinta mengancam akan memecatnya jika


Aisyah menolak uang yang ia berikan hehe.


Setiap ketemu dengan Taufiq, Aisyah lebih memilih untuk menunduk dari pada melihat


wajahnya jika di tanya oleh Cinta. Aisyah hanya menjawab bahwa dia sudah

__ADS_1


berjanji kepada sang suami kalau dia tidak akan melihat wajah laki laki lain


kecuali jika itu karena terpaksa. Ia juga tidak akan berbicara kepada laki laki


lain jika bukan hal yang mendesak sehingga Aisyah lebih  suka untuk ngobrol dengan Cinta dari pada


Taufiq malah Aisyah memilih untuk menghindar jika ada Taufiq.


Taufiq juga tidak mempermasalahkan sikap Aisyah kepadanya malah dia salut karena Aisyah


adalah tipe wanita yang sangat setia. Kalau bukan karena ekonomi, Cinta yakin


Aisyah tidak akan meninggalkan suaminya walaupun hanya sejengkal.  Cinta juga tidak melarang Aisyah untuk von


vonan dengan suaminya karena ia tau Aisyah pasti sangat merindukan suaminya


karena Aisyah sebelumnya belum pernah hubungan jarak jauh dengannya. Cinta juga


akan membayar Aisyah 3x lipat tiap bulannya, bukan apa tapi Cinta dan Taufiq


ingin membantu Aisyah dan keluargannya. Cinta yakin bahwa Aisyah butuh uang


banyak agar bisa mengobati suaminya agar suaminya bisa cepat sembuh. Sebenarnya


bisa saja Cinta membawa suaminya ke rumah sakit tapi Aisyah menolak, ia tidak


ingin terus menerus nerima uang dan bantuan dari orang lain. Aisyah tidak ingin


punya hutang budi dan akhirnya Cinta hanya bisa pasrah. Satu satunya cara yaitu


dengan menaikkan gaji 3x lipat tiap bulan. Jika Aisyah nanya, kenapa gajinya


banyak. Cinya hanya bilang, memang itu gaji yang ia berikan untuk asisten rumah


tangganya dan untungnya Aisyah percaya kepadanya. Mungkin karena Aisyah polos


jadi selalu percaya dengan apa yang orang lain katakan.


Aisyah juga mengajarkan Cinta bikin kue dan memasak. Rasanya sungguh sangat lezat dan resep


yang di berikan oleh Aisyah ia catat dan ia berikan kepada sang bunda untuk di


jadikan menu makanan di RESTO miliknya tapi sebelumnya Cinta sudah izin dulu ke


Aisyah untuk mengambil resep itu dan menjadikan resep itu sebagai resep di

__ADS_1


RESTO dan Aisyah tidak mempermasalahkannya malah ia senang jika resepnya


berguna untuk membantu Cinta.


__ADS_2