Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
PAUD dan TPQ


__ADS_3

Setelah kepergian Cinta dan Taufiq untuk pergi ke kamarnya. Kini tinggallah Aisyah, Will dan juga Khaleed. Khaleed masih sibuk dengan Smart Hafiz nya.


"Mas menurutmu bagaimana jika Khaleed kita masukkan ke PAUD?" tanya Aisyah


"Boleh sayang, gak papa." jawab Will tersenyum


"Tapi enaknya kita masukkan Khaleed ke sekolah mana ya mas?" tanya Aisyah


"Bagaimana jika PAUD Islamiyyah?" tanya Will


"Boleh juga mas. Jadi Khaleed belajar agama gak cuma ke kita tapi juga belajar agama dari sekolahnya." ujar Aisyah.


"Iya sayang lagian PAUD Islamiyyah itu sangat terkenal. Murid muridnya rajin rajin, Sholeh dan juga Sholehah. Sekolahnya juga sering mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Gak ada kasus bulyy membully. Gurunya juga adalah seorang ustad dan ustadzah. InsyaAllah, PAUD Islamiyyah Islamiyyah bagus buat Khaleed." ujar Will


"Oh ya paginya Khaleed kan sekolah PAUD. Bagaimana jika sore harinya jam 3, Khaleed daftarkan ngaji aja mas. Di pondok pesantren gak jauh dari sini, menerima murid umur 4 tahun untuk belajar mengaji dan yang lainnya agar agama Khaleed semakin bagus juga. Biasanya kan Khaleed cuma belajar ngaji dan belajar agama ke kita, juga ke ayah dan bunda.


"Kalau kita daftarkan Khaleed sekolah PAUD dan TPQ, Khaleed bisa mendapatkan ilmu dari guru gurunya juga . InsyaAllah, kelak Khaleed pasti menjadi anak yang Sholeh." ucap Aisyah.

__ADS_1


"Iya sayang, aku setuju. Lalu kapan Khaleed mau di daftarkan sekolah?" tanya Will.


"Bagaimana jika Minggu depan? Soalnya Minggu depan sudah ada penerimaan siswa baru di PAUD, di TPQ juga sudah menerima santri juga." jawab Aisyah


"Baiklah Minggu depan kita daftarkan Khalees sekolah PAUD dan ngaji di TPQ." ucap Will.


"Gak nyangka ya yank, anak kita sudah hampir 4 tahun. Padahal rasanya baru kemaren aku melahirkan." ujar Aisyah.


"Iya aku juga gak menyangka. Semoga anak kita menjadi anak yang sholeh, anak yang bisa tunduk sama Allah, yang bisa berbakti sama orang tua, bermanfaat untuk dirinya sendiri dan juga orang lain. Semoga anak menjadi amal jariyyah kita kelak." ucap Will.


Will dan Aisyah terus saja mengobrol hingga akhirnya, Khaleed menghampiri mereka.


"Umy, Khaleed ngantuk." ujar Khaleed setelah ia bosan bermain Smart Hafiz


"Iya udah ayo tidur." ucap Aisyah tersenyum. Ia sangat bahagia melihat putranya yang tumbuh dengan sangat baik.


Setelah itu mereka bertigapun tidur di kamarnya. Sampai saat ini Khaleed masih tidur bersama orang tuanya karena jika Khaleed tidur sendirian, ia sering ketakutan dn nangis di malam hari. Dan esok paginya pasti demam.

__ADS_1


Jadi untuk sementara waktu, Khaleed masih di biarkan untuk tidur bersama kedua orangtuanya. Sambil pelan pelan di ajarkan untuk tidur sendiri.


Kamar Khaleed tepat berada di samping kamar tidur orang tuanya. Kebetulan kamar itu kosong jadi Cinta dan Taufiq memberikannya kepada Khaleed kelak jika ia sudah bisa tidur sendiri.


Sebelum tidur, Aisyah dan Will mengajarkan putranya agar putranya itu menggosok gigi terlebih dahulu dan setelah itu ambil wudhu. Setelah selesai ambil, wudhu. Aisyah dan Will langsung memberikan handuk kepada buah hatinya untuk mengelap wajahnya yang basah, dan setelah itu barulah mereka berbaring di tempat tidur.


Khaleed tidur di antara Will dan Aisyah alias di tengah tengah. Sebelum memejamkan mata, Will meminta Khaleed untuk membaca doa terlebih dahulu, dan bagi Will itu wajib.


Jangan sampai Khaleeb kebiasaan tidur tanpa membaca doa terlebih dahulu, Will selalu mengajarkan apapun yang di lakukan paling tidak bacalah basmalah, tapi jika bisa. Usahakan baca basmalla lalu berdoa. Agar apa yang di lakukannya selalu ada dalam lindungan Allah.


Aisyah dan Wil sangat menyayangi dan mencintai putra semata wayangnya itu


\========


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya 😊


Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2