Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Membahas hari pertunangan


__ADS_3

Seminggu kemudian..........


Cinta mengumpulkan seluruh keluarganya untuk membahas tentang pertunangan Ani dan Rachel serta Ana dan Arsha.


"Menurut aku gimana jika pertunangannya tepat tanggal 17 Agustus biar gampang di ingat gitu lho." Ucap Ani.


"Enggak, aku gak setuju. Itu kelamaan, bagaimana kalau tanggal 8  Agustus aja?" tanya Ana.


"Aku sih terserah kalian." Jawab Rachel.


"Kalau aku lebih cepat lebih baik." Ujar Arsha.


"Menurut bunda, tanggal 8 agustus aja deh soalnya kalau nunggu tanggal 17 agustus pasti lama." Ucap Cinta.


"Ayah mah terserah yang muda soalnya kan mereka yang tunangan." Jawab Taufiq.


"Gimana kalau Ani tanggal 17 Agustus sedangkan Ana tanggal 8 agustus." Ucap Pram.


"Itu malah makan biaya banyak karena kita semua harus mengadakan pesta dua kali dalam satu bulan." Ucap Cinta.


"Tapi aku mau tanggal 17 Agustus bun biar keren terus gampang di ingat apalagi kan tanggal 17 Agustus tanggal merah jadi orang orang pada libur kerja. Mereka bisa ke sini untuk melihat pertunanganku. Lagian tanggal 17 agusatus kan hari kemerdekaan pasti akan lebih terkesan nantinya." Ucap Ani.

__ADS_1


"Aku sih setuju sama Ani soalnya tanggal 17 agustus kan bagus, tanggal cantik. Jadi kalau kita lagi merayakan hari kemerdekaan maka kita juga bisa merayakan hari pertunangan. Dan setiap kali mau merayakan 17 agustus, semua orang pasti ingat kalau itu tanggal pertunangan mereka." Ucap Ica.


"Aku gak setuju itu terlalu lama, mending tanggal 8 aja. Lagian tanggal 8 cantik kog. 08-08-2018 cantik kan tanggalnya?" tanya Ana.


"Iya aku setuju sama Ana. Tanggal 17 agustus itu lama, memang sih itu bertepatan dengan hari kemerdekaan tapi kan masih lama, enakan tanggal 8 agustus aja. Bagusloh tanggalnya, tanggal 8 bulan 8 tahun 2018. Tanggal bulan dan tahuunya cantik, ada angka delapan semua. " Ucap Ila.


"Kenapa di bikin sulit sih padahal cuma menentukan tanggal aja." Ucap Jay yang sedari tadi diam dan hanya mendengar perdebatan keluarganya.


""Iya dulu kami nikah asal pilih tanggal aja, gak mikir tanggal istimewa atau apapun itu, yang penting sah." Ucap Will tersenyum.


"Ini kan beda kan, ini acara pertunangan. Dan aku ingin yang mewah karena aku ingin mengundang semua teman temanku, aku juga ingin tanggal pertunangan yang cantik biar terkesan. Kan bagus pas cetak undangan tanggal 08-08-2018, bagus kan?" tanya Ana.


"Terus gimana ini enaknya?" tanya Taufiq.


"Ani atau Ana yang harus mengalah." Lanjut Taufiq


"Aku gak mau ngalah." Ucap Ani dan Ana bersamaan.


Arsha dan Rachel hanya tersenyum mendengar perdebatan calon tunangannya itu.


"Mending pisahin aja tanggal pertunangannya." Ujar Rachel

__ADS_1


"Masalah biaya biar semua aku yang tanggung." Lanjut Rachel.


Sebenarnya bukan masalah biayanya karena Cinta dan Taufiq masih mampu jika hanya untuk biaya pertunangan bahkan mereka bisa saja membuat acara pertunangan paling mewah di Indonesia. Yang jadi masalahnya adalah mereka harus menghambur hamburkan uang. Jika bisa di satukan, kenapa enggak. Darii pada uang di hambur hamburkna gak jelas, mending kan buat di sumbangkan ke panti asuhan. gumam Cinta dalam hati


"Terus gimana nih kesepakatannya?" tanya Taufiq.


"Pertunangannya pisah aja. Aku tanggal 8, Ani tanggal 17 nya." Jawab Ana


"Baiklah dil ya." Ucap Taufiq.


"Aku ngalah deh, pertunangannya gak usah di pisahin. Aku setuju tanggal 8 tapi pestanya harus mewah ya soalnya kan ini pertunangan seumur hidup sekali jadi aku ingin yang terbaik." Ucap Ani mengalah.


"Baiklah, aku setuju sama Ani. Aku ingin pesta yang super mewah." Ujar Ana.


"Oke berarti sepakat ya tanggal 08 bulan 08. Berarti kurang 1 bulan lagi." Ucap Cinta.


"Iya bun." Ujar mereka semua. Aisyah hanya diam melihat keakraban dan keceriaan keluarganya.


 


Setelah mereka memutuskan kapan tanggal acara pertunangannya akhirnya perdebatan pun di akhiri dan akan di lanjutkan besok malam untuk membahas seperti apa dekorannya dan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2