
Setelah semua keluarganya pulang satu persatu. Kini tinggal Cinta dan Taufiq yang bertahan di rumah Arsha.
Cinta dan Taufiq sudah meminta Will dan Aisyah membawa sebagian bajunya ke rumah Arsha karena saat ini Cinta dan Taufiq tidak membawa baju selain yang mereka pakai.
Setelah bajunya di kirimkan,, Cinta dan Taufiq menaruhnya di kamar khusus mereka. Kamar itu memang di siapkan oleh Ana saat Ana masih hidup. Ana memang memberikan kamar khusus jika orang tua dan saudaranya mau menginap.
Malam hari, Arshi tidur bersama Arsha di kamar dimana biasanya Arsha akan tidur bersama istrinya, Ana.
Namun Arshi sulit untuk tidur mungkin karena siangnya sudah tidur hampir seharian dan hanya bangun jika dirinya merasa haus.
__ADS_1
Arsha pun gak ikut ikutan tidur, ia menemani putrinya. Berbicara sendiri seolah olah putri kecilnya itu faham dan mengerti dengan apa yang ia bicarakan.
Dan saat jam menunjukkan pukul 23.45. Arshipun mulai tidur, Arsha akhirnya bisa tersenyum. Arsha mencium kedua pipi putrinya dan setelah itu tidur di sampingnya. Namun baru setengah jam Arsha tidur, Arshi menangis. Karena tak ingin mengganggu mertuanya, Arsha segera bangun. Ia mengecek popok Arshi ternyata basah. Arsha pun dengan telaten mengganti popoknya dan setelah itu, Arsha menggendong Arshi sambil membuatkan susu.
Setelah Arshi selesai minum susu, akhirnya Arshipun tertidur kembali. Arsha bisa bernafas lega. Jujur, ia sedikit pusing jika harus dikit-dikit bangun, dikit-dikit bangun karena Arshi yang seringkali bangun tengah malam.
Setelah Arshi tidur kembali, Arsha pun juga ikut-ikutan tidur. Namun jam 3, Arshi mulai terjaga lagi. Dan mau gak mau, Arsha pun juga ikutan bangun untuk menggendong Arshi. Namun saat di pegang popoknya ternyata Arshi sedang buang air besar. Jika sebelumnya cuma buang air kecil, sekarang malah buang air besar. Namun tak ada rasa jijik di hati Arsha. Ia segera membuka popoknya dan setelah itu, Arsha pun membersihkan pantat putri kecilnya itu. Setelah memastikan bener bener bersih, Arsha kembali memasang popok baru yang baru ia ambil di rak bayi.
Setelah selesai menyusu, Arsha menggendong nya kesana kemari, karena lelah. Arshi ia taruh di atas tempat tidur. Samping kanan kirinya ia taruh guling kecil khusus bayi.
Dan setelah itu, ia segera pergi ke kamar mandi. Untuk sikat gigi dan cuci muka pakai sabun. Dan setelah itu, iapun segera ambil wudhu. Selesai ambil wudhu, ia melihat putrinya sebentar namun ternyata putrinya belum juga tidur. Namun Arsha membiarkan saja.
__ADS_1
Arsha segera sholat malam 4 rakaat dengan dua kali salam. Selesai sholat, ia menyempatkan diri sebentar dan ia juga tak lupa mendoakan istri dan kedua orangtuanya yang sudah meninggalkan dirinya terlebih dahulu.
Setelah selesai berdoa, ia mengambil putrinya untuk ia gendong. Rasanya gak tega membiarkan putrinya sendirian di atas tempat tidur.
Sambil menggendong putrinya, Arsha duduk di kursi sambil membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Tangan satunya buat gendong Arshi sedangkan tangan satunya untuk megang Al-Qur'an.
Hingga akhirnya tak terasa adzan Shubuh pun berkumandang. Arsha melihat ke arah Putrinya yang sudah tertidur lelap. Arsha pun menaruhnya di atas kasur dan iapun segera sholat shubuh.
Selesai sholat shubuh, ia melanjutkan ngajinya di samping putrinya yang tertidur. Hingga jam menunjukkan pukul setengah 6 pagi.
Arsha tersenyum karena akhirnya ia berhasil menenangkan putri kecilnya tanpa bantuan orang lain. Arsha yakin, ia bisa membesarkan putri kecilnya seorang diri. Yah walaupun tak menutup kemungkinan suatu saat nanti, ia juga pasti membutuhkan orang lain buat mengurus putri kecilnya.
__ADS_1