
Jay dan Nadia sangat bahagia menerima bingkisan atau hadiah dari Rachel dan Ani. Ingin rasanya mereka mengucapkan terimakasih langsung namun Jay malah mendapat kabar bahwa Rachel dan Ani pergi keluar negeri karena perusahaan nya bermasalah. Bahkan Jay dan Pram di suruh membantu sang ayah untuk menjaga perusahaan mereka. Namun Jay dan Pram bersepakat agar mereka gantian membantu sang ayah dan untuk satu Minggu ke depan, Pram lah yang akan membantu ayahnya namun Minggu depan giliran Jay.
"Mas, boleh gak kalau hari ini. Aku ikut mas ke kantor?" tanya Nadia.
"Tumben sayang. Mau ikut aku ke kantor, biasanya juga walaupun di ajak gak mau." ujar Jay heran.
"Entahlah, tiba tiba aja pengen ikut." ucap Nadia sambil bergelayut manja di tangan sang suami.
"Iya sudah kamu boleh ikut. Tapi pagi ini kamu harus mandi bareng sama aku." Goda jay. Jay memang suka menggoda istrinya karena baginya itu seperti ada kesenangan tersendiri di dalam dirinya.
"Tapi kalau mandi bareng, mandi biasa aja ya. Gak usah minta jatah." ucap Nadia tegas.
"Ya gak bisa gitu dong sayang. Kalau adikku bangun dan gak ada yang ngobatin kan kasihan." ujar Jay tersenyum.
"Iya sudah kalau gitu, aku gak mau mandi berdua sama mas." ucap Nadia kesal.
"Kalau gak mau mandi berdua, gak boleh ikut aku ke kantor." ujar Jay.
"Kog gitu sih, iya udah deh. Ayo mandi bareng." ucap Nadia pasrah. Jay pun langsung menggendong sang istri menuju kamar mandi dan merekapun mandi bersama sampai satu jam lebih. Setelah selesai mandi mereka segera berpakaian rapi dan makan bersama berdua. Karena Putri dan Salsa sudah berangkat.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan pagi, mereka pun segera berangkat karena jam sudah menujukkan pukul 8 pagi lebih 10 menit.
Sepanjang jalan, Nadia sangat bahagia karena ini pertama kalinya dirinya ikut sang suami ke kantor.
Sesampai di kantor, seperti biasa. Jay mengerjakan pekerjaannya sedangkan Nadia hanya menemani sang suami di dekatnya. Karena bingung gak tau harus berbuat apa, Nadia pun main hp hingga jam 9 pagi.
"Yank?" panggil Nadia.
"Ada apa?" tanya Jay.
"Lapar." jawab Nadia sambil menaruh hpnya.
"Entahlah aku juga gak tau, aku cuma ingin makan aja." jawab Nadia.
"Iya udah bentar, aku pesankan dulu ya." Jay pun menelepon asistennya dan menyuruh dia untuk memesan makanan untuk sang istri. Dan 15 menit kemudian makanan itupun sudah di antar ke ruangan Jay.
Nadia sangat bahagia bisa makan lagi setelah dari tadi nahan rasa lapar.
__ADS_1
Selesai makan, Nadia lanjut main hp lagi sedangkan Jay mulai fokus kerja lagi. Nadia bermain sosmed, ia berselancar di dunia maya dan sesekali ia mengobrol dengan teman lamanya di messenger.
Namun jam 10 pagi, lagi lagi perut Nadia berbunyi dan minta segera di isi.
"Mas?" panggil Nadia, yang seringkali memanggil suaminya dengan sebutan mas atau yank.
"Ada apa? lapar?" tanya Jay yang seakan mengerti dengan apa yang akan di minta istrinya.
Nadia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala. Dan itu sukses membuat Jay merasa gemas.
Jay pun untuk keduakalinya memesan makanan dan minuman sekaligus kopi buat dirinya. Dan tak lama kemudian, pesanan pun datang.
"Tumben mas minum kopi?" tanya Nadia karena barusan Jay memesan teh saat Nadia meminta memesankan makanan. Dan sekarang, Jay ikutan pesan, hanya saja saat ini Jay memilih memesan kopi sedangkan Nadia memilih juz jeruk.
"Entahlah, tiba tiba pengen gitu aja. Iya udah kamu cepetan makan, katanya lapar." ucap Jay sambil menghampiri sang istri dan duduk di sampingnya.
Nadia pun segera memakan makanan yang ada di depannya. Jay memang menemani sang istri makan hanya saja Jay gak ikutan makan, dirinya hanya minum kopi yang telah ia pesan.
Setelah selesai makan, Nadia langsung merasa ngantuk dan ia pun tertidur di sofa sedangkan Jay meneruskan pekerjaannya.
__ADS_1