Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Bertengkar di rumah sakit


__ADS_3

Sepulang kuliah Ica, Ila, Ani dan Ana pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan Aisyah. Karena hanya ini satu satunya jalan agar mereka bisa bertemu dengan wanita yang kini sudah berstatus menjadi istri Will.


Sesampai di rumah sakit, mereka langsung turun dari mobil dan pergi mencari ruangan Aisyah. Namun betapa kagetnya mereka ketika mereka melihat Aisyah yang lagi di siksa oleh seorang wanita. Karena tak terima Ani pun membuka pintu itu secara paksa dan langsung menampar wanita yang tadi sempata menarik kerudung yang Aisyah pakai. Bahkan wanita tadi juga sempat mendorong Aisyah hingga Aisyah terbentur ke tembok.


"Hei jalang! Ngapain loh nyiksa kakak gue?" tanya Ani dengan mata yang menakutkan.


"Oh jadi wanita murahan ini kakak loh. Bilangin ke dia ya jangan deketin Wil terus. Karena dia milik gue." Ucap Nadia sengit.


"Hahaha...........apa lho bilang. Kak Will milik lho. Mimpi lho." Ucap Ani sinis. Mendengar ucapan Ani, Nadia semakin merasa emosi, ia ingin menampar Ani namun Ana segera menghalanginnya dengan memegang tangan Nadia.


"Sekali lho nampar saudara gue, gue pastikan lho di penjara seumur hidup." Ucap Ana dengan melepas tangan Nadia dengan kasar.


"Siapa kalian?" tanya Nadia.


"Lho gak perlu tau siapa gue, tapi gue pastikan besok loe sudah gak kerja lagi di rumah sakit ini." Ucap Ana dengan nada sengit.


"Emang apa hak lho ngomong gitu. Ini bukan rumah sakit lho jadi lho gak bisa melarang gue untuk tidak lagi kerja di sini. Aku bisa kerja sampai kapanpun selama gue mau." Ucap Naida emosi.


"Kalo lho sampai tau siapa gue, mungkin lho akan kaget. Dan lho pasti akan jauh lebih kaget ketika lho tau siapa wanita yang lho siksa." Ucap Ana.


Ani diam diam chat Will dan menyuruhnya untuk segera datang ke ruangan Aisyah. Dan tak lama kemudian Will pun datang dengan wajah ngos ngosan karena ia lari dari ruang paling ujung.


"Ada apa?" tanya Will dingin.


"Kakak?" Panggil Ani dan Ana lalu memeluk Will erat.


"Ada apa dek?" tanya Will.


"Wanita ini tadi menyiksa istri kakak. Dan wanita ini juga mau menamparku kak. Untung aku segera ke sini  jika tidak, mungkin aku gak akan tau bagaimana nasib istri kakak sekarang." Ucap Ani pura pura menangis. Sedangkan Will langsung emosi mendengar ucapan Ani.

__ADS_1


"Apakah benar apa yang di ucapkan oleh adik saya Dokter Nadia yang terhormat?" tanya Will.


"Maaf dok, tadi saya cuma..........." Nadia bingung mau ngomong apa karena ia kaget dengan apa yang tadi di ucapkan oleh Ani. Ia gak menyangka bahwa anak kembar yang kini ada di hadapannya adalah Adik dari orang yang ia suka bahkan wanita yang ia siksa ini adalah istri dari Will, cowok yang sudah mencuri hatinya.


"Cuma apa?" Bentak Will.


"Maaf dok, saya gak tau kalau mereka adalah adik dokter dan saya juga gak tau kalau ternyata Aisyah adalah istrinya dokter." Jawab Nadia gugup.


"Seharusnya kamu harus cari tau dulu siapa mereka. Dan jujur saya gak terima kalau Anda menyiksa istri saya. Saya sendiri tak pernah sekalipun membentak dia apalagi sampai melukai fisiknya dan Anda seorang dokter dengan teganya menyakiti orang yang saya cintai bahkan Anda juga hampir menampar adik yang sangat saya sayangi. Terus apa hukuman yang pantas buat orang yang sudah bikin kekacauan?" tanya Will sinis.


"Maafkan saya dok. Saya janji gak akan mengulangi hal ini lagi." Ucap Nadia berlutut di kaki Will.


"Mulai sekarang, saya pecat Anda secara tidak hormat. Silahkan Anda keluar dari rumah sakit ini dan jangan pernah nenginjakkan kaki ke rumah sakit ini lagi. Dan saya juga pastikan tak akan ada satupun rumah sakit yang akan merima Anda." Ucap Will dingin.


"Sayang, maafkan dia. Dia tak bersalah. Mungkin dia melakukan semua ini karena ia sangat mengagumimu. Dia juga tidak tau kalau aku adalah istrimu makanya dia mengira aku telah merebutmu dari tanganya. Aku mohon maafkan dia." Ucap Aisyah sambil memegang tangan suaminya.


"Maafin aku sayang. Tapi untuk kali ini aku gak bisa mengabulkan keinginan kamu. Dia sudah keterlaluan." Ucap Will sambil membenarkan kerudung Aisyah yang acak acakan.


Setelah kepergian Nadia, Will pun memeluk Aisyah.


"Kenapa kamu gak bilang kalau kamu di bully oleh dia sayang?" tanya Will.


"Maafin aku mas. Tapi aku cuma gak mau bikin kamu kayak gini." Jawab Aisyah menangis.


"Sudahlah, jangan menangis lagi." Jawab Will lembut. Ia mengecup kening Aisyah.


"Kak, ingat ada kita di samping kakak." Ucap Ani dan Ana, ia melepaskan pelukannya saat Nadia berlutut di kaki kakaknya.


Will tersenyum dan melepaskan pelukan istrinya.

__ADS_1


"Kalian ngapain ke sini?" tanya Will.


"Aku pengen mengajak Kak Aisyah jalan jalan. Boleh gak?" tanya Ani.


"Boleh kog." Jawab Will.


"Aisyah mau kan jalan jalan sama mereka?" tanya Will.


"Tapi bentar lagi aku ada jadwal oprasi." Jawab Aisyah.


"Itu biar mas yang urus. Aisyah jalan jalaln dulu ya sama mereka. Aisyah juga pasti jenuh kan di rumah sakit melulu." Ucap Will. Aisyah hanya tersenyum lalu mengangguk.


"Dek, kakak titip istri kakak ya." Ucap Will.


"Siap kak."Jawab Ani dan Ana kompak.


"Kalau gitu, kakak keluar dulu ya. Kakak masih ada rapat tadi, tapi kakak tinggal karena ada chat dari kamu." Ucap Will.


"Ica, Ila nanti salam ya buat Pram dan Jay." Ucap Will tersenyum.


"Iya mas." Jawab Ica dan Ila tersenyum.


Setelah kepergian Jay, Ica dan Ila pun mendekati Aisyah.


"Aisyah gak papa?" tanya Ica dan Ila.


"Gak papa kog." Jawab Aisyah tersenyum.


"Iya sudah ayo kita jalan jalann." ucap Ani sambil menggandeng tangan Aisyah.

__ADS_1


Mereka berempat keluar menuju mobil dan pergi jalan jalan ke Mall sampai puas.


__ADS_2