Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Meeting Keluarga


__ADS_3

Pagi harinya Cinta, Taufiq, Ani, Ana, Pram, Jay dan Will sudah ada di ruang makan bahkan merekapun juga sudah selesai sarapan pagi. Hanya saja Cinta tidak memperbolehkan mereka untuk pergi dari tempat duduknya sehingga mau gak mau mereka pun duduk santai dan menghadap ke arah Cinta semua.


"Ada yang tau kenapa bunda menyuruh kalian semua tetep stay di sini?" tanya Cinta dan mereka menjawab dengan gelengan kepala.


"Baiklah, bunda cuma mau ngasih kejutan buat kalian semua. Dan bunda harap, tida ada di antara kalian yang membantah ucapan bunda." Ucap Cinta sambil melihat ketiga putranya dan kedua putrinya satu persatu.


"Pertama nanti siang bunda dan ayah akan bertemu dengan calon menantu mama di resto dekat rumah sakit." Ucap Cinta.


"Calon menantu? Emang siapa yang mau nikah?" tanya Pram.


"Wiil. Dia akan melamar gadis yang ia sukai Minggu depan tapi sebelumnya, ia akan mempertemukan bunda dan ayah dengan gadis yang ia sukai." Jawab Cinta.


"Jadi nanti sebelum jam 11 siang, ayah harus sudah pulang untuk siap siap bertemu calon menantu kita." Ucap Cinta tegas.


"Setelah lamaran Will di terima, bunda dan ayah akan melamar Ila dan Ica." Ucap Cinta.


"Kenapa bunda melamar Ica dan Ila?" tanya Jay tak mengerti.


"Bunda ingin melamar Ica untuk Pram dan melamar Ila untuk Jay. Jadi minggu berikutnya akan ada ijab qobul untuk kalian bertiga. Jadi kalian akan menikah dua minggu dari sekarang. Bunda ingin kalian menikah di hari yang sama." Ucap Cinta.


"Tapi bun.........." belum selesai Pram berbicara, Cinta langsung memotong ucapannnya.


"Gak ada kata tapi tapian." Jawab  Cinta.

__ADS_1


"Baiklah, ayah setuju dengan apa yang di ucapkan oleh bunda." Ucap Taufiq.


"Aku juga setuju." Ujar Ani.


"Aku juga setuju." Seru Ana tersenyum.


"Gimana dengan kalian bertiga?" tanya Cinta.


"Aku setuju." Jawab Will.


"Baiklah aku juga setuju." Jawab Pram dan Jay bersamaan.


"Karena sudah setuju semua, sekarang kalian harus siap siap. Sekarang waktunya Will mengantar Ani dan Ana ke kampus karena Will masuk kerja siang." Ucap Cinta.


"Iya bun." Jawab Will.


Setelah sang suami pergi, Cinta masuk ke dalam melihat Pram dan Jay yang juga sudah bersiap siap.


"Kalian hari ini pergi bareng?" tanya Cinta.


"Iya bun. Aku males nyetir. Jadi numpang sama Pram" Jawab Jay tersenyum.


"Kami pamit kerja dulu bun." Ucap Pram sambil mencium tangan sang bunda begitupun dngan Jay.

__ADS_1


"Kalian hati hati ya, gak usah ngebut ngebut. Utamakan keselamatan. Kalau nyetir gak usah melamun atau dengerin lagu pakek headset, jangan bercanda di mobil. Fokus aja nyetir. Ingat ada keluar di rumah yang nunggu kepulangan kalian. Jadi nyetir pelan pelan, walaupun lama yang penting selamat sampai tujuan." Ucap cinta menasehati.


"Iya bun." Jawab Jay dan Pram bersamaan lalu merekapun masuk ke dalam mobil lalu pergi.


Tak lama kemudian Ani dan Ana datang menghampiri dengan di ikuti oleh Will di belakangnya.


"Kami juga mau berangkat bun. Udah siang nih." Ucap Ani.


"Iya sudah kalian hati hati ya. Ingat jangan ngebut ngebut. Kalau ada apa apa, langsung telvon bunda atau ayah. Oke." Ucap Cinta.


"Oke bun." Ucap Ani dan Ana.


Mereka pun pamitan dengan bunda sambil mencium tangan bunda.


"Will nanti habis nganterin Ani dan Ana, langsung kerja apa pulang ke sini dulu?" tanya Cinta melihat penampilan Wil yang memakai baju santai.


"Aku langsung ke rumah sakit aja deh bun." Jawab Will.


"Kog pakai baju santai?" tanya Cinta.


"Gak papa. Toh di ruanganku ada banyak baju. Jadi aku bisa salin di sana. Iya sudah ya bun, aku mau berangkat mengantarkan adek dulu ke kampus.' Ucap Jay.


"Iya sudah hati hati ya nak." Ucap Cinta.

__ADS_1


"Iya bun."


Mereka pun pergi meninggalkan Cinta yang melihat ke arah mereka. Setelah semua pergi, Cinta langsung menutup pintu dan membereskan piring yang di pakai buat sarapan pagi barusan dengan di bantu oleh ART (Asisten Rumah Tangga)


__ADS_2