
Sekarang Pram yang baru menyelesaikan meeting nya langsung ke rumah sakit ketika mendengar keponakannya itu masuk rumah sakit. Di sana juga sudah ada Aisyah, Taufiq, Cinta yang sedang menggendong Khaleed, Rachel, Ana, Arsha, Ani dan juga Ica yang menggendong Angel.
Mereka berkumpul untuk menemani Jay dan Will yang kini Putrinya masih ada di dalam di tangani langsung oleh Will dan beberapa dokter lainnya.
Sebenarnya Will hari ini ada operasi lain, sebelumnya setelah ia sampai di rumah sakit. Ia memeriksa beberapa pasien nya sambil nunggu jadwal operasi tiba. Namun siapa sangka, ia malah melihat saudara kembarnya yang menggendong putrinya yang sedang kejang kejang. Hingga akhirnya Will memilih untuk menangani langsung keadaan keponakan kesayangan nya itu.
Sedangkan jadwal operasi yang sudah di tetapkan, langsung di ambil alih dokter lain karena Will sibuk mengurus pasien lain yang juga termasuk keponakannya sendiri.
Angga dan Elsa sendiri langsung pulang menuju Indonesia. Karena saat Jay menghubungi nya, Elsa dan Angga ada di luar negeri. Mungkin nanti malam, baru sampai di Indonesia.
__ADS_1
"Yah, aku takut. Aku takut Alina kenapa napa. " ujar Jay menangis, saat Taufiq mendekati nya dan mencoba memberikan kepada putranya itu.
Aisyah mengambil Khaleed dari gendongan Cinta agar Cinta bisa mendekati dan memeluk Ila yang dari tadi tak henti hentinya menangis.
"Sabar sayang, ini ujian dari Allah." ucap Cinta menangkan anak dan menantunya itu.
Jay dan Ila hanya bisa menangis, menangis dan menangis. Mereka takut, takut jika Alina akan meninggalkan mereka untuk selama lamanya.
"Paman Chel, Paman chel." panggil Khaleed dengan antusias. Rachel yang mengerti dirinya di panggil segera menghampirinya dan menggendong nya. Di gendongan Rachel, Khaleed merasa nyaman hingga ia memilih diam seperti yang lainnya.
__ADS_1
Ica yang merasa pegal menggendong Angel dari tadi juga memberikannya kepada Pram yang ada di sampingnya. Pram pun dengan senang hati menggendong buah hatinya itu. Jujur Pram juga takut Alina pergi seperti saat putra pertamanya meninggal dalam kandungan. Jika itu sampai terjadi, Pram tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Jay dan Ila.
Ila juga menghampiri saudara kembarnya itu
"Sabar ya Il." ucap Ica menangis sambil memeluk Ila secara bergantian setelah sebelumnya, Ila di oeluk oleh Cinta.
"Ica, aku takut. Aku takut Alina akan pergi meninggalkan aku untuk selamanya. Tadi dia badannya sangat panas. Aku sudah menyuruh Mas Jay untuk mengompres nya sedangkan aku membuatkan bubur untuk Alina, namun setelah aku kembali dan membangunkannya, Alina gak bergerak. Kakinya juga sangat dingin bahkan ia sempet kejang kejang. Aku takut, akut dia meninggalkan ku." ucap Ila sambil terus memeluk sahabat nya. Air mata terus mengalir tanpa ia cegah. Semua yang ada di sana seakan merasakan bagaimana perasaan Jay dan Ila sekarang.
"Berdoalah Il, semoga Allah menjaga dan melindungi putrimu di dalan sana. Hanya Allah sebaik baik penolong kita." ujar Ica mencoba menasehati saudaranya kembar nya itu. Ila hanya menganggukkan kepala.
__ADS_1
Ilapun berdoa dalam hatinya agar Allah menyembuhkan putrinya agar putrinya itu bisa kembali seperti sedia kala.