
Keesokan harinya, Pram dan Ica bangun tidur saat adzan shubuh berkumandang. Mereka juga membangunkan Angel yang lagi tidur nyenyak.
"Sayang, ayo bangun dulu. Sholat shubuh dulu." ujar Ica.
"Angel, ngantuk ma." ucap Angel dengan mata yang masih terlelap.
"Ayo cuci muka biar gak ngantuk." kata Ica sambil menepuk-nepuk pinggang Angel.
"Malez, ma. Aku sholatnya libur dulu ya." ujar Angel.
"Mana ada sholat libur." ucap Ica.
"Aku kan masih kecil ma." Angel benar-benar malez untuk bangun dari tempat tidurnya.
"Karena masih kecil harus di ajarin biar terbiasa. Kalau kecil sudah di biarkan males, gimana nanti kalau udah dewasa. Kamu gak kasihan sama mama dan papa yang juga ikut nanggung dosanya?" tanya Ica dengan suara lembutnya.
"Tapi aku bener bener ngantuk ma." jawab Angel.
"Mau masuk neraka. Nanti kalau Angek di panggang kayak sate, jangan salahin mama dan papa. Karena mama dan papa gak bisa bantu. Biar nanti Angel kepanasan sendiri, nanti kulitnya gosong." ucap Ica menakut-nakuti Angel.
"Iya deh, aku bangun. Angel mau ambil Wudhu dulu" ucap Angel yang langsung bangun untuk ambil wudhu karena takut masuk neraka.
Selesai ambil wudhu, mereka bertiga pun langsung sholat shubuh berjamaah.
Selesai sholat, mereka olah raga bersama di belakang rumah. Mereka senam dengan di pimpin oleh Pram. Pram emang sengaja menyuruh anak dan istrinya olah raga biar hidupnya sehat dan gak gampang sakit.
Selesai olah raga, Ica pergi ke pasar tradisional untuk membeli sayur mayur atau belanja mingguan.
Dengan di antar oleh Pram, mereka ke pasar menggunakan sepeda motor sedangkan Angel gak ikut, dia memilih nonton tivi di ruang keluarga karena Angel merasa kelelahan setelah habis olah raga.
Ica dan Pram sangat menikmati jalan pagi menggunakan sepeda motor. Sudah lama mereka gak jalan berdua menggunakan roda dua, biasanya kalau keluar selalu aja pakai roda empat.
Ica memeluk suaminya dari belakang. Sedangkan Pram emang sengaja pakai kecepatan standar agar bisa menikmati momen-momen berdua dengan sang istri.
Hingga tak lama kemudian, mereka sudah sampai di pasar tradisional. Pram memarkirkan sepeda motornya di tempat parkir.
Setelah selesai memarkirkan sepeda motornya, mereka mulai masuk ke dalam pasar.
"Mau beli apa dulu?" tanya Pram.
"Daging ayam dulu ya." ujar Ica.
"Iya deh, terserah kamu." jawab Pram
"Iya udah ayo."
Mereka berdua pun pergi ke pedagang daging ayam, yang bersih. Karena bagaimanapun Pram dan Ica harus melihat penjual yang menyukai akan kebersihan.
"Beli di sana aja yuk." Ajak Ica
"Ayo." jawab Pram
Akhirnya mereka pun menuju ke penjual ayam yang ayamnya masih terlihat sangat segar.
"Ibu, ayamnya berapaan ya perkilonya?" tanya Ica
"Untuk sekarang mahal neng, 45 ribu per kilo." jawab Ibu penjual daging ayam.
"Oh gitu, iya udah aku beli dua kilo ya buk."
"Iya neng. Minta paha, dada, sayap, cakar atau gimana?"
"Paha sama dada aja bu 2 kg."
"Oke, siap neng."
Ibu itupun mengambil paha dan ayam lalu menimbang nya.
"Ini neng." ucap ibu itu sambil memberikan ayam yang sudah di bungkus pakek plastik.
"90 ribu ya."
"Iya neng."
Ica pun memberikan uang 100 rb.
__ADS_1
"Kembaliannya 10 rb ya neng."
"Iya bu."
Setelah mengembalikan uang kembalian sebesar 10 rb, Ica dan Pram pun segera pergi.
"Beli apa lagi yank?" tanya Pram.
"Beli Cabe, Bawang Merah, Bawang Putih. Banyak deh pokoknya. Ayo." jawab Ica.
"Iya udah, ayo." ujar Pram.
Mereka pun pergi menuju ibu ibu yang jual sayur mayur dengan sangat lengkap.
"Ibu." panggil Ica.
"Iya." jawab Ibu penjual sayuran.
"Beli Gubis ya bu 1 kg, sama Timun 2 plastik, Kacang Panjang 3 iket, Kangkung 3 iket, sayur sawi, 3 iket, Sayur bayam 3 iket, Gambas 5 biji. Udah itu aja bu."
"Oke neng." ujar ibu itu sambil mencatat pesanan Ica.
"Gubis 1 kg 12.000, Timun satu plastiknya 6 ribuan, 2 plastik harganya 12.000, Kacang panjang 5 ribuan di kali 3, 15.000, Kangkung 3 ribuan beli 3 iket, 9 ribu. Sayur Sawi 2.500 beli 3 iket, 7.500. Sayur bayam 2 ribuan beli 3 iket, 6 ribu. Gambas 1.500 beli 5 biji, 7.500. Total, 69.000.." ujar ibu pedagang sayur sambil memasukkan semua belanjaannya ke kantong kresek besar.
"Oh ya, ini uangnya." ujar Ica sambil memberikan uang 70 rb.
"Iya bentar, kembali seribu ya."
"Seribunya kasih masako aja bu." ucap Ica
"Iya bentar neng."
Ibu itupun mengambil masako 2 karena harganya perbungkus nya lima ratusan.
"Masakonya aku taruh di plastik juga ya neng "
"Iya bu."
Setelah itu Ica pun mengambil belanjaan nya.
"Makasih ya buk."
Setelah itu Pram pun mengambil alih belanjaan nya karena ia gak tega membiarkan sang istri membawakan nya seorang diri.
"Beli apalagi yank?" tanya Pram.
"Ayo deh, ikuti aku." ujar Ica.
Ica dan Pram pun berkeliling pasar hingga akhirnya mereka berhenti di salah satu penjual sayuran lagi
"Ngapain beli sayur lagi?" tanya Pram.
"Yang tadi belum lengkap mas." jawab Ica dengan suara pelan, takut ada yang dengar.
"Ibu beli bengkoang 2 kilo, Daun prei 5 ribu, Daun bawang 5 ribu, Tomat 1 kg, daun bawang 5 ribu, brokoli 2 kilo, Kembang kol 2 kilo, Wortel 1 kg, Lobak 1 kg, Terong 2 kg, Kemangi 5 ribu, Buncis setengah kilo, selada keriting 5 ribu. Udah itu aja buk."
"Oke neng "
Ibu pun memasukkan semua sayuran yang di pesan oleh Ica ke dalam kantong kresek tanpa menyebut berapa harganya.
"Ini nak, semua 80 rb."
"Iya buk."
Ica pun mengambil uang pas 80 ribu kepada ibu penjual sayur.
"Makasih ya buk."
"Iya sama-sama."
Setelah Ica menerima kantong kresek besar, Ica dan Pram pun pergi menuju penjual bawang.
"Ibu?"
"Iya, mau beli apa?"
__ADS_1
"Beli bawang merah 2 kg, bawang putih 2 kg, cabe merah 1 kg, sama cabe rawit 1 kg. Garam halus 1 kg, Royko rasa sapi 1 renteng, Royko rasa ayam 1 renteng, Masako rasa sapi 1 renteng, micin 5 ribu, Daun Salam 3 ribu, Daun Jeruk 3 ribu, Jeruk Nipis 10 ribu, Jeruk lemon 10 ribu, Ketumbar 10 ribu, Serai 5 ribu, Lengkuas 5 ribu, Kemiri 10 rb, Kunyit 5 ribu, Cengkeh 5 ribu, jahe 5 ribu, Pala 5 ribu, Asam Jawa 5 ribu, Kencur 5 ribu, Jinten 7 ribu, Kayu Manis 7 ribu, Bawang Bombay 10 ribu, Merica 7 ribu, Jeruk Purut 5 ribu. Udah itu aja buk." ucap Ica yang sambil mengingat ingat apa yang belum di beli, mumpung masih ada di pasar.
"Bawang Merah sekarang mahal neng, perkilonya 45 ribu, Bawang Putih, perkilonya 30 ribu dan cabe rawit perkilonya 80 ribu. Sekarang serba mahal." ujar ibu penjual memberi tahu.
"Gak papa bu." jawab Ica yang memang tau bahwa bahan-bahan sekarang memang harganya mahal semua.
Ibu itupun mengangguk, dan langsung memasukkan semua yang Ica beli ke dalam kantong kresek sambil mentotal harganya melalui kalkulator yang ia pegang.
"Semua harganya 220 rb neng."
"Iya bu."
Setelah itu Ica pun memberikan uang 220 ribu. Dan setelah selesai Pram pun lagi-lagi mengambil alih barang yang di beli oleh istrinya.
"Sudah kan yank?" tanya Pram yang tangan kanan kirinya sudah penuh dengan sayur dan bumbu dapur.
"Belum mas, aku mau beli tempe, tahu dan ikan laut. Ayo." ujar Ica. Pram pun hanya bisa menghela nafas dan membuntuti istrinya yang begitu semangat berbelanja. Ya itulah cewek, kalau di suruh belanja, semangat 45.
Ica membeli tempe 7 ribu dan tahu 8 ribu. Serta Ikan laut 30 ribu.
Setelah selesai semua, mereka pun pulang.
Semua belanjananya, di taruh di depan dan di pegang oleh Ica serta di taruh di tengah lagi. Antara Pram dan Ica karena sangking banyaknya belanjaan mereka.
"Kamu itu Belanja buat berapa bulan sih yank, sampai banyak gini." ujar Pram setelah mereka ada di perjalanan menuju pulang ke rumah.
"Buat satu Minggu mas, seperti biasa. Kita kan masak satu hari 3x, itu pun yang makan aku, kamu, Angel dan beberapa asisten rumah tangga kita." jawab Ica
"Iya juga sih." ujar Pram yang mulai mengerti.
Setelah sampai di rumah, Ica meminta asisten rumah tangganya, untuk membantunya membawakan semua belanjaannya ke dapur.
Setelah semua belanjaannya udah di taruh semua di dapur. Pram dan Ica pun istirahat di ruang keluarga bersama putrinya yang sibuk nonton upin ipin.
Sepeda motornya juga sudah di taruh di garasi di samping mobilnya.
"Capek ya mas." ujar Ica sambil minum air yang sudah di siapkan oleh sang bibi.
"Iya, capek banget." jawab Pram yang tidur tiduran.
Sedangkan di dapur, sang bibi mulai mencuci semua sayurnya dan menatanya di kulkas. Dan semua bumbu di taruh di tempatnya masing-masing.
Setelah selesai, mereka pun mulai masak untuk sarapan pagi sedangkan sebagiannya bersih bersih rumah.
Pram dan Ica setelah selesai beristirahat, mereka langsung mandi bareng. Selesai mandi, gantian Angel yang mandi sendiri. Angel memang sudah di ajarkan untuk mandi sendiri tanpa bantuan Ica.
Setelah Pram dan Ica selesai mandi. Ica menyiapkan baju untuk sang suami. Baju yang akan di gunakan untuk berangkat ke kantor. Sedangkan Ica memakai baju gamis warna hitam dan juga hijab warna hitam karena ia harus mengantar putrinya sekolah.
Setelah mereka selesai pakai baju, Angel pun baru selesai mandi. Ica membantu putrinya mengeringkan tubuhnya dan setelah itu, Ica pun mengambil baju Angel di dalam lemari.
Ica memakaikan baju buat putrinya dan setelah itu, Ica juga tak lupa menyisir rambut Angel dan memakaikan bedak bayi. Tak lupa Ica juga memakaikan hijab buat putrinya.
Setelah selesai semua, Pram mengajak mereka untuk sholat dhuha. Setelah mereka selesai mandi, mereka selalu langsung ambil wudhu biar setelah selesai pakai baju, bisa langsung sholat.
Setelah selesai sholat, mereka pun pergi ke ruang makan di mana sarapan pagi sudah tertata rapi di atas meja.
Pram, Ica dan Angel pun duduk di kursi. Ica mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk, setelah selesai Ica memberikannya kepada sang suami. Lalu Ica mengambil piring lagu mengisinya dengan nasi dan lauk pauk lalu memberikannya kepada Angel. Terakhir Ica mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk untuk dirinya sendiri.
Mereka pun makan dengan sangat nikmat. Selesai makan, Pram pun langsung siap-siap berangkat kerja. Ica dan Angel mengantar Pram sampai depan pintu.
"Nanti jangan lupa ya ke rumah Arsha, aku pulang jam 3 sore. Jadi aku pulang, kalian sudah siap." ujar Pram.
"Iya mas, mas juga hati-hati ya di jalan." ucap Ica.
"Iya. Aku berangkat dulu. Angel, jangan bertengkar di sekolah, harus rajin-rajin belajar biar nanti jadi orang sukses." ucap Pram.
"Iya, Pa." ujar Angel tersenyum.
"Aku berangkat dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Ica dan Angel mencium tangan sang suami, sedangkan Pram mencium kening mereka berdua. Setelah itu, Pram pun berangkat kerja.
Setelah Pram berangkat kerja, Ica dan Angel pun siap-siap untuk berangkat ke sekolah. Ica akan mengantarkan Angel sampai depan sekolahnya, dan nanti akan menjemputnya lagi, setelah Angel pulang sekolah.
__ADS_1