Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Mencoba untuk Bangkit


__ADS_3

Setelah Will di tangani dengan baik, kondisi Will pun mulai membaik. Tapi Will tak mau membuka suara, ia merasa marah dan kecewa karena keluarganya tak ada yang berhasil menemukan istrinya sedangkan Will gak bisa berbuat apa apa. Ia hanya bisa tidur dengan tubuhnya yang masih lemah.


Keluarnya Will pulang satu persatu, mereka mencoba memberikan waktu buat Will untuk menenangkan diri.


"Sayang, kamu ada di mana sekarang?" tanya Will pada angin yang berhembus. Ia menatap foto istrinya yang tersenyum manis.


"Maafin aku, andai saja aku bisa mencoba untuk menghindari mobil itu. Mungkin mobil kita tidak akan terjun bebas dan meledak. Apakah tubuh kamu terbakar dengan mobil kita. Tapi jika emang iya, kenapa orang orang tak menemukan jasadmu. Apakah kamu juga berusaha meloloskan diri dari mau seperti apa yang aku lakukan?" tanya Will sedih.


Will mencoba mengingat kebersamaan ia dengan istrinya dulu. Seketika air mata keluar tanpa bisa ia cegah. Will memeluk foto istrinya dengan sangat erat. Ia benar benar merasa bersalah karena tak bisa menyalamatkan istrinya. Will terus menangis meratapi nasibnya yang begitu malang.


Ia tak menyangka bahwa pernikahannya akan di uji seberat ini. Padahal ia baru sebentar merasakan menjadi seorang suami, merasakan bagaimana bahagiaanya mempunya istri yang selalu ada untuknya. Membuat hari harinya begitu nyaman.

__ADS_1


"Kenapa takdir begitu kejam?" Ucap Will.


"Kenapa orang orang jahat di luar sana hidupnya begitu bahagia sedangkan Aisyah, ia selama ini begitu menderita dan sekarang Aisyah malah hilang entah kemana. Kenapa, kenapa dan kenapa harus Aisyah dan dirinya yang mengalami kejadian seperti ini. Kenapa bukan pasangan yang lainnya aja. Kenapa ujian selalu datang silih berganti." Ucap Will.


"Sayang, jika kamu masih hidup. Aku mohon tunjukkan dirimu. Beri aku petunjuk untuk bisa menemukan dirimu. Namun jika kau sudah tiada, maka bantu aku menemukan jasadmu agar aku bisa menguburkan jasadmu dengan layak. Tapi aku harap kamu masih hidup. Aku ingin hidup bahagia bersama mu sampai kita jadi kakek nenek. Sampai kita punya anak dan cucu, kalau perlu sampai kita punya cicit. Sayang, maafkan diriku yang tak pernah bisa membahagiakanku, menjagamu dan melindungimu." Ujar Will sambil mengusap air matanya yang terus mengalir dengan begitu derasnya.


 


"Sayang, aku janji akan segera sembuh demi dirimu. Aku akan mencarimu di manapun kamu berada. Aku janji sayang." Ucap Will. Yah dia sadar, ia tak boleh terus menerus terpuruk seperti ini. Ia tak boleh hanya diam menangis meratapi nabibnya. Ia harus segera bangkit demi menukan istrinya yang hilang.


Jika ia terus menerus berada di rumah sakit maka ayah dan bundannya akan melarang dirinya untuk mencari keberadaan Aisyah. Dan Will gak mau itu terjadi. Will juga akan rutin makan dan minum obat.

__ADS_1


 


--------------------------------------------


Saat Will tertidur lelap, Pram dan Jay datang menjenuguk dirinya.


Pram dan Will berdiri di samping saudaranya.


"Maafkan aku Will karena sampai sekarang, aku belum menemukan istrimu. Tapi aku janji aku akan terus mencarinya sampai ketemu. Tapi aku mohon, kamu gak boleh terpuruk seperti ini. Aku sedih melihat kamu dengan keadaan seperti ini. AKu sudah menyuruh banyak orang untuk terus mencari Aisyah di tempat itu, bahkah bukan hanya  anak buahku, tapi juga  anak buahnya Jay juga ikut mencarinya. Bahkan papa dan juga Oppa menyuruh semua bawahannya untuk mencari istrimu. Aku harap kamu gak boleh sedih dan terpuruk lagi. Kami akan selalu ada untukmu. Aku juga selalu menyempatkan waktu untuk ke sana setiap pulang kerja dan jam istrihat. Aku janji tak akan berhenti mencari sampai aku bisa membawa istrimu kembali. Entah itu dalam keadaan hidup ataupun sudah tiada. Tapi aku harap, dia masih hidup dan lolos dari Maut seperti kamu yang bertahan dan tak mau menyerah dalam memperjuangkan hidup." Ucap Pram sambil menggenggam tangan saudaranya.


"Aku juga sudah menyebarkn foto Aisyah. Siapa tau pas Aisyah jatuh ada orang yang menolongnya tanpa sepengetahuan kita." Ucap Jay.

__ADS_1


Will yang mendengar ucapan saudaranya itu merasa terharu. Ia tak menyangka jika saudaranya itu mau membantu dirinya sampai seperti ini. Tapi malas untk membuka matanya.


Setelah Pram dan Jay pergi, Will pun langsung memeluk foto istrinya dengan erat.


__ADS_2