
1 tahun telah berlalu, kini Elsa dan Cintapun sudah selesai
mengikuti ujian UN tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Oh ya mereka sudah
mulai berdamai dengan Ivan, cuman mereka tidak seakrab dulu lagi. Dan Ivan
tidak mempermasalahkan itu, yang penting mereka mau memaafkan dirinya, itu udah
lebih dari cukup.
Di rumah Cinta sudah di sambut hangat oleh keluargannya. Di
sana sudah ada ayah, bunda, Mas Taufiq, mama dan papanya Mas Taufiq juga ada di
sana. "Emmmm, ada apa nih. Tumben kumpul kumpul." tanya Cinta tak
mengerti.
"Kami ingin membahas pernikahanmu, sayang. Kamu kan
sudah selesai sekolah, tinggal nunggu pengumuman aja. Dan bunda yakin kamu
pasti lulus dan pastinya akan jadi juara satu hehe...Nah bunda ingin kamu
menentukan tanggal kapan kamu siap mau nikah."
"Cinta terserah kalian aja. Cinta pasti nurut kog
hehe....tapi Cinta ingin akad dulu ya Bun, masalah resepsinya nunggu setelah
acara kelulusan."
"Kenapa gitu, nak?" tanya papanya Taufiq.
"Soalnya Cinta ingin pas wisuda nanti, mas Taufiq
hadir di sana. Terus pas acara selesai, mas Tuafiq kasih bunga lalu peluk
Cinta. Pasti so sweet deh kayak di novel yang aku baca. Kan pas wisuda aku gak
papa peluk pelukan, kan sudah sah." Jawab Cinta dengan polosnya. Sedangkan
yang lain tertawa mendengarkan jawaban Cinta. Taufiq cuma senyam senyum tapi
hatinya begitu bahagia, ia tak menyangka bahwa calon istrinya begitu polos.
"Kamu terlalu banyak baca novel sayang." Ucap
sang bunda.
"Aku kan juga pengen di manjain gitu bun, di romantis
romantisin ama pasangan. Jadi walau udah nikah serasa masih pacaran. Mas Taufiq
gak keberantan kan?" tanya Cinta kepada Taufiq yang dari tadi cuma diam.
"Iya." hanya itu yang keluar dari mulut Taufiq.
__ADS_1
"Maf Taufiq masih cuek ya bun. Tapi gak papa, nanti
tugas Cinta yang akan merubah sifatnya itu biar gak cuek dan jutek lagi
hehe..."Lagi lagi semua yang ada di sana di bikin ketawa.
"Terus rencananya kapan mau nikah?" tanya mamanya
Taufiq.
"Gimana kalau besok?" tanya Cinta, membuat semua
orang jadi bungkam.
"Bukan gak mau sayang, tapi apa itu gak terlalu
mendadak. Emmm soalnya harus ngurus surat surat dulu buat bawa ke KUA."
jawab bunda.
"Baiklah, gimana kalau dua hari lagi?" tanya
Cinta.
"Ah, kog sepertinya ngebet banget ya.?" goda
ayahku.
"Siapa yang ngebet.?" tanya Cinta tak terima.
Cinta.
Gak papa kog yah, saya bisa mengurusnya dengan cepat. Dua
hari sudah cukup." Ucap Taufiq yang sedari tadi diam
"Baiklah, jadi semua setuju. Kalau dua hari lagi akan
ada akad nikah." Ucap ayah nya cinta.
Dan semua menyetujuinnya. Mereka lalu makan bersama setelah
selesai membicarakan pernikahan Cinta dan TAufiq.
------------------------------
2 hari kemudian, Cinta dan TAufiq sudah sah jadi suami
istri. Tak ada yang mewah pas akad nikah, yang hadir pun cuma beberapa orang
saja hanya dari keluarga dekat yaitu keluarga Cinta dan juga keluarga dari
Taufiq. Kalau di hitung sih cuma sekitar 20 orang hehe.......Banyak yang
merekam pas Taufiq mengucapkan ijab qobul dengan sangat lancar dengan dengan
satu nafas. Mereka benar benar bahagia, setelah itu Cinta langsung memeluk
__ADS_1
Taufiq karena ia tau kalau suaminya itu tidak mungkin memeluknya terlebih dahulu
karena ia terlalu gugup dan pemalu.
"Mas?" Panggil Cinta ketika mereka sudah ada di
kamar.
"Iya."
"Kog iya sih?"
"Terus?"
"Pakek embel embel dong mas."
"Maksudnya."
"Iya sayang, ada apa? gitu nah jawabnya. Masa cuma iya
doang. Ah mas mah, gak ada romantis romantisnya. Sebel deh." Ucap Cinta
pura pura marah.
"Maaf, aku ralat deh."
"Gak usah."
"Ngambek nih."
"Enggak." Ucap Cinta ketus. Padahal dalam hatinya
ia lagi tertawa karena berhasil ngerjain suaminnya.
Taufiq pun mencoba memeluk Cinta dari belakang.
"Jangan ngambek lagi ya." Ucap Taufiq lalu ia memutar tubuh istrinya
sehingga mereka saling bertatapan. "Maafin mas ya." Ucap Taufiq lagi
dan Cinta hanya menjawab dengan anggukan kepala lalu tersenyum.
"Mas, mulai hari ini harus belajar romantis ya."
"Iya sayang, maas janji akan belajar jadi cowok yang
romantis."
"Ya sudah kita mandi dulu yuk mas, gerah nih."
"Kita mandi berdua ya, boleh." tanya Taufiq
"Boleh
dong. Kan kita udah sah." Taufiq langsung menggendong istrinya menuju
kamar mandi.
__ADS_1