Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Nikah


__ADS_3

1 tahun telah berlalu, kini Elsa dan Cintapun sudah selesai


mengikuti ujian UN tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Oh ya mereka sudah


mulai berdamai dengan Ivan, cuman mereka tidak seakrab dulu lagi. Dan Ivan


tidak mempermasalahkan itu, yang penting mereka mau memaafkan dirinya, itu udah


lebih dari cukup.


Di rumah Cinta sudah di sambut hangat oleh keluargannya. Di


sana sudah ada ayah, bunda, Mas Taufiq, mama dan papanya Mas Taufiq juga ada di


sana. "Emmmm, ada apa nih. Tumben kumpul kumpul." tanya Cinta tak


mengerti.


"Kami ingin membahas pernikahanmu, sayang. Kamu kan


sudah selesai sekolah, tinggal nunggu pengumuman aja. Dan bunda yakin kamu


pasti lulus dan pastinya akan jadi juara satu hehe...Nah bunda ingin kamu


menentukan tanggal kapan kamu siap mau nikah."


"Cinta terserah kalian aja. Cinta pasti nurut kog


hehe....tapi Cinta ingin akad dulu ya Bun, masalah resepsinya nunggu setelah


acara kelulusan."


"Kenapa gitu, nak?" tanya papanya Taufiq.


"Soalnya Cinta ingin pas wisuda nanti, mas Taufiq


hadir di sana. Terus pas acara selesai, mas Tuafiq kasih bunga lalu peluk


Cinta. Pasti so sweet deh kayak di novel yang aku baca. Kan pas wisuda aku gak


papa peluk pelukan, kan sudah sah." Jawab Cinta dengan polosnya. Sedangkan


yang lain tertawa mendengarkan jawaban Cinta. Taufiq cuma senyam senyum tapi


hatinya begitu bahagia, ia tak menyangka bahwa calon istrinya begitu polos.


"Kamu terlalu banyak baca novel sayang." Ucap


sang bunda.


"Aku kan juga pengen di manjain gitu bun, di romantis


romantisin ama pasangan. Jadi walau udah nikah serasa masih pacaran. Mas Taufiq


gak keberantan kan?" tanya Cinta kepada Taufiq yang dari tadi cuma diam.


"Iya." hanya itu yang keluar dari mulut Taufiq.

__ADS_1


"Maf Taufiq masih cuek ya bun. Tapi gak papa, nanti


tugas Cinta yang akan merubah sifatnya itu biar gak cuek dan jutek lagi


hehe..."Lagi lagi semua yang ada di sana di bikin ketawa.


"Terus rencananya kapan mau nikah?" tanya mamanya


Taufiq.


"Gimana kalau besok?" tanya Cinta, membuat semua


orang jadi bungkam.


"Bukan gak mau sayang, tapi apa itu gak terlalu


mendadak. Emmm soalnya harus ngurus surat surat dulu buat bawa ke KUA."


jawab bunda.


"Baiklah, gimana kalau dua hari lagi?" tanya


Cinta.


"Ah, kog sepertinya ngebet banget ya.?" goda


ayahku.


"Siapa yang ngebet.?" tanya Cinta tak terima.


Cinta.


Gak papa kog yah, saya bisa mengurusnya dengan cepat. Dua


hari sudah cukup." Ucap Taufiq yang sedari tadi diam


"Baiklah, jadi semua setuju. Kalau dua hari lagi akan


ada akad nikah." Ucap ayah nya cinta.


Dan semua menyetujuinnya. Mereka lalu makan bersama setelah


selesai membicarakan pernikahan Cinta dan TAufiq.


------------------------------


2 hari kemudian, Cinta dan TAufiq sudah sah jadi suami


istri. Tak ada yang mewah pas akad nikah, yang hadir pun cuma beberapa orang


saja hanya dari keluarga dekat yaitu keluarga Cinta dan juga keluarga dari


Taufiq. Kalau di hitung sih cuma sekitar 20 orang hehe.......Banyak yang


merekam pas Taufiq mengucapkan ijab qobul dengan sangat lancar dengan dengan


satu nafas. Mereka benar benar bahagia, setelah itu Cinta langsung memeluk

__ADS_1


Taufiq karena ia tau kalau suaminya itu tidak mungkin memeluknya terlebih dahulu


karena ia terlalu gugup dan pemalu.


"Mas?" Panggil Cinta ketika mereka sudah ada di


kamar.


"Iya."


"Kog iya sih?"


"Terus?"


"Pakek embel embel dong mas."


"Maksudnya."


"Iya sayang, ada apa? gitu nah jawabnya. Masa cuma iya


doang. Ah mas mah, gak ada romantis romantisnya. Sebel deh." Ucap Cinta


pura pura marah.


"Maaf, aku ralat deh."


"Gak usah."


"Ngambek nih."


"Enggak." Ucap Cinta ketus. Padahal dalam hatinya


ia lagi tertawa karena berhasil ngerjain suaminnya.


Taufiq pun mencoba memeluk Cinta dari belakang.


"Jangan ngambek lagi ya." Ucap Taufiq lalu ia memutar tubuh istrinya


sehingga mereka saling bertatapan. "Maafin mas ya." Ucap Taufiq lagi


dan Cinta hanya menjawab dengan anggukan kepala lalu tersenyum.


"Mas, mulai hari ini harus belajar romantis ya."


"Iya sayang, maas janji akan belajar jadi cowok yang


romantis."


"Ya sudah kita mandi dulu yuk mas, gerah nih."


"Kita mandi berdua ya, boleh." tanya Taufiq


"Boleh


dong. Kan kita udah sah." Taufiq langsung menggendong istrinya menuju


kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2