
Keesokan harinya Rachel sengaja gak masuk kerja karena ia ingin mengantarkan adiknya untuk tinggal bersama adik ipar. Sungguh, sesak rasanya mengingat Rachel tak lagi bisa tidur satu atap dengan adik kesayangannya. Bertahun tahun ia mencarinya dan kini setela ia bertemu, ia harus melepas adiknya lagi untuk orang lain. Tapi Rachel berusaha untuk tegar, ia tak boleh terlihat sedih. Asal adiknya bahagia maka Rachel akan melakukan apapun demi dia.
Will dan Aisyah sudah siap siap untuk pergi. Rachel bersedia menjadi sopir untuk mereka. Will sangat senang karena akhirnya ia bisa kembali ke rumah yang dulu sempat di huni oleh mereka berdua. Sepanjang jalan Will terus merangkul istrinya seakan akan ia tak ingin kehilangan istrinya walau hanya satu detik. Rachel yang melihatnya hanya tersenyum melihatnya.
Saat mobil sudah keluar dari pagar, tiba tiba Rachel melihat Arsha. Rachel pun memberhentikna mobilnya.
"Ada apa Ar?" tanya Rachel sambil menurunkan kaca jendela mobil.
"Kamu mau ke mana?" tanya balek Arsha.
"Aku mau mengantarkan adikku pindah rumah." Jawab Rachel.
"Aku ikut ya..." Pinta Arsha.
"Boleh tapi gimana dengan pekerjaanmu?" tanya Arsha.
"Semuanya sudah beres kog." Jawab Arsha.
"Iya sudah, kamu taruh ada mobilmu di garasi. Setelah itu kamu naik mobilku." Ucap Rachel.
"Oke." Ujar Arsha tersenyum.
"Gak papakan Arsha ikut kita?" tanya Rachel kepada adik dan adik iparnya.
__ADS_1
"Gak papa kog ka, santai aja." Jawab Asiyah tersenyum.
Tak lama kemudian Arsha datang dan duduk kursi depan di samping Rachel karena hanya kursi itu yang kosong.
"Yuk, jalan." Ujar Arsha senang. Ia bosen jika harus ke kantor mulu dan melihat berkas berkas di atas meja numpuk. Makanya dia niat untuk pergi ke rumah Rachel karena tadi malam Rachel sempat chat dirinya kalau hari ini ia gak masuk karena mau mengantarkan adiknya ke rumah barunya.
Sepanjang jalan mereka sibuk bercanda satu sama lain.
"Ka, sebelum ke rumahku. Gimana kalau kita mampir ke rumah ayah dan bunda dulu. Ucap Taufiq.
"Tak masalah." Jawab Rachel.
"Di sana ada gadis cantik gak?" tanya Arsha jujur.
"Ada, adikku namanya Ani dan Ani. Kini umurnya sudah 16 tahun dan mereka sudah lulus S2." Jawab Taufiq.
"Iya dulu aku juga lulus S3 di usiaku yang sangat mudah. Kini usiaku sudah 25 tahun lebih dikit tapi aku sudah punya istri dan mempunyai rumah sakit bahkan sudah bercabang di mana mana. Kak Rachel dan Kak Arsha kapan mau nikah?" tanya Taufiq tersenyum.
"Aku sih pengen banget nikah tapi belum ada calon." Jawab Arsha.
"Gimana kalau sama adikku aja. Kelihatannya kak Arsha orang baik dan bertanggung jawab. Aku akan senang jika kakak mau nikah sama adikku.Toh satu tahun lagi mereka sudah lulus S3 dan usiannya 17 tahun. Jadi mereka sudah boleh nikah. Di keluargaku mereka boleh menikah jika umur ceweknya sudah 17 tahun dan cowokknya 20 tahun." Ujar Taufiq.
"Boleh, nanti kenalin aku sama adikmu ya." Ucap Arsha senang karena akhirnya ia akan menemukan wanita yang akan menjadi pendampingnya.
__ADS_1
"Kamu seperti itu seperti orang tak laku aja Ar." Sindir Rachel yang sedari tadi diam mendengarkan obrolan sahabaatnya dan juga adik iparnya.
"Aku bukannya tak laku tapi aku pemilih. Aku tak mau menyesal karena salah pilih. Aku kan pengennya nikah sekali seumur hidup jadi aku harus hati hati dalam hal memilih." Jawab Arsha
"Ya kamu benar ka. Jangan sampai karena tergoda oleh kecantikan dan kekayaan kita sampai terjerumus yang akhirnya membuat kita menyesal di kemudian hari. Kita emang tak boleh gegabah dalam hal mencari pasangan. Mungkin banyak yang akan mendekati kita dan yang membuat kita tertarik. Tapi jika hanya bermodalkan rasa tertarik tanpa tau bagaimana sikap dan wataknya. Itu sama saja kita membiarkan diri kita untuk hidup bersama orang akan terus membuat hati dan perasaan kita terluka. Mending wajah biasa aja tapi dia mampu membuat hati kita berbunga setiap kali melihatnya. Kesetiaan, kejujuran, keterbukaan itu adalah hal penting dalam membangun sebuah rumah tangga. Kalau cuma harta, kita bisa mencarinya bersama. Kalau masalah tampan atau cantik, asal ada modal (Uang) kita bisa perawatan ke salon. " Ujar Aisyah.
"Wah adikku emang pintar." Puji Rachel.
"Iya dong, Aisyah gitu lho." Ucap Aisyah tertawa.
"Kamu punya foto adikmu Will?" tanya Arsha.
"Punya kak. Bentar ya." Ucap Will. Ia mengambil hp nya yang ada di saku bajunya lalu memperlihatkan foto dirinya dan juga kedua adik kembarnya.
"Wah ini mah cantik banget Will. Aku akan menjadikan salah satu di antara mereka sebagai istri aku." Ucap Arsha senang. Rachel pun yang penasaran juga ikut melihat foto kedua adik kembar Will.
"Cantik." gumam Rachel yang masih terdengar oleh Arsha, Will dan juga Aisyah.
"Apakah kakak juga gak mau aku jodohkan dengan mereka?" tanya Wil.
"Aku sih terserah, asal mereka mau sama aku. Aku sih yes." Jawab Rachel lalu tertawa.
"Aku gak nyangka Chel, kamu juga sama daun muda." Ucap Arsha.
__ADS_1
Rachel hanya diam tersenyum
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Taufiq dan Cinta