
Setelah dari rumah Arsha, kini Aisyah dan Will bertamu di rumah Nadia dan Jay.
"Assalamualaikum." ucap Aisyah saat pintu rumahnya sedikit terbuka.
"Waalaikumsalam, Eh Aisyah. Mas Will, Khaleed. Ayo sini masuk." ujar Nadia yang menemani Afnan bermain di ruang tamu.
Afnan di tidurkan di karpet berwarna merah dengan banyak mainan di sekelilingnya.
Aisyah, Will dan Khaleed masuk ke dalam.
Asiyah dan Will duduk di sofa sedangkan Khaleed duduk di karpet. Duduk di dekat Afnan yang sedang tidur tiduran karena masih belum bisa duduk sendiri apalagi jalan. Jadinya hanya bisa tiduran di karpet aja.
"Tante, Apakah Dede Afnan sudah selesai makan?" tanya Khaleed.
"Bukan makan sayang tapi minum ASI. Dedek Afnan masih belum boleh makan, dia hanya boleh minum ASI aja. Tapi nanti dua bulan lagi, Dede Afnan sudah boleh makan MPASI." jawab Nadia tersenyum.
"MPASI itu apa bi?" tanya Khaleed.
"MPASIĀ adalah singkatan dari Makanan Pendamping ASI sayang." jawab Nadia.
"Nad, tadi aku beli baju buat Afnan. Ini." ujar Aisyah sambil memberikan baju kepada Nadia.
"Makasih ya Aisyah." ucap Nadia sambil menerima baju pemberian Aisyah.
"Iya sama-sama." ujar Aisyah.
__ADS_1
"Suamimu kemana Nad?" tanya Will.
"Kerja mas. Belum pulang." jawab Nadia.
"Oh gitu, iya juga sih. Masih jam segini juga." ujar Will sambil melihat jam tangannya.
"Mas Will sama Aisyah gak kerja?" tanya Nadia.
"Mas Will hari ini gak ada jadwal operasi. Mas Will cuma pergi ke rumah sakit jika ada Jadwal Operasi, Ada berkas yang perlu di tanda tangani dan jika ada rapat penting saja. Kalau aku, Mas Will memintaku berhenti kerja agar aku bisa fokus menjaga Afnan." jawab Aisyah tersenyum.
"Oh gitu. Bentar ya aku mau bikin minuman dulu." ujar Nadia yang langsung pergi ke dapur membuatkan minuman buat tamunya. Sedangkan Afnan di temani oleh Khaleed.
"Dede Afnan." panggil Khaleed sambil mengambil mainan di samping Afnan.
"Hei, dede Afnan mau main ya?" tanya Khaleed sambil memencet mainan yang ia pegang dan menimbulkan bunyi hingga membuat Afnan tertawa.
Khaleed mencium pipi Afnan sangking gemasnya.
Sedangkan Aisyah dan Will hanya bisa tersenyum melihat sikap Khaleed yang sepertinya sangat menyayangi Afnan.
"Melihat Khaleed seperti itu, aku ingin segera hamil lagi. Biar Khaleed gak kesepakatan jika di rumah." ujar Aisyah sambil tersenyum dan terus memandangi putranya yang terus berusaha agar Afnan bisa tertawa.
"Mulai sekarang kamu harus jaga pola hidup sehat, kita harus mulai program hamil sejak hari ini. InsyaAllah secepatnya kamu akan segera punya anak. Kita juga harus bisa memanfaatkan masa subur kamu. Masa subur kamu 3 hari lagikan?" tanya Will karena ia selalu tau kapan istrinya haid dan kapan istrinya sedang masa subur.
"Iya mas." jawab Aisyah.
__ADS_1
Saat Aisyah dan Will sedang asyik ngobrol, Dania datang membawa minuman.
"Ayo, minum dulu." ujar Nadia
"Iya, terimakasih. Maaf ya merepotkan." ucap Aisyah.
"Gak merepotkan kog, kan cuma buat minuman doang." ujar Nadia sambil menghampiri sang buah hati.
"Khaleed, sana minum dulu sayang juznya." ucap Nadia.
"Iya tante." setelah itu Khaleed pun berdiri dan duduk di sofa deket Will.
Khaleed minum juz buatan Nadia.
Dan setelah itu kembali lagi menghampiri Afnan.
Aisyah, Will dan Nadia ngobrol ini dan itu sedangkan Khaleed hanya fokus bermain dengan Afnan. Hingga akhirnya Afnan ketiduran.
Setelah Afnan tidur, Khaleed pun mengajak kedua orangtuanya pulang.
"Nad, kami pamit pulang dulu ya." ujar Aisyah.
"Iya, Aisyah. Kamu hati-hati ya di jalan." ucap Nadia.
"Tante, aku pulang dulu ya. Nanti kapan-kapan, kalau aku libur sekolah. Aku kesini lagi buat main sama Afnan." ujar Khaleed.
__ADS_1
"Iya sayang."
Setelah itu Aisyah, Will dan Khaleed pun segera pulang setelah mereka mengucap salam.