
Tanggal 10 Bulan 10
Seperti yang telah di janjikan. Hari ini adalah pesta pernikahan Ani dan Rachel, Ana dan Arsha.
Sebenarnya pesta ini mau di tiadakan, mengingat Ila dan Alina baru meninggal beberapa bulan yang lalu.
Namun Jay meminta agar pesta pernikahan kedua adik kembarnya tetep di lanjutkan. Akhirnya mereka semua sepakat untuk tetap meneruskan apa yang sudah di rencanakan dari awal saat Ila masih ada.
Namun pesta untuk tahun baru, yang mana bertepatan dengan pesta pernikahan Jay, Pram dan juga Wiil. Akan di tiadakan, mengingat Will kini sudah tak punya pasangan. Awalnya Jay menolak, karena dia gak mau menjadi penyebab gagalnya pesta pernikahan. Dulu gagal gara gara Will dan Aisyah kecelakaan, sekarang karena Ila meninggal
Jadi bagaimana mungkin jika Pram dan Will bisa setega itu, bersenang senang di atas penderitaan saudara kembarnya.
__ADS_1
Pesta sekarang mengundang 3 rb orang. Dan semua itu kebanyakan rekan kerja Rachel, Ani, Arsha dan juga Ana. Semua karyawan di kasih undangan tanpa pilih kasih, dari jabatan yang sangat tinggi sampai karyawan yamg paling rendah semua nya di undang tanpa pandang bulu. Mereka juga mngundang anak yatim piatu dan juga panti jompo serta anak jalanan dan fakir miskin hanya saja di kasih tempat khusus.
Seluruh keluarga besar Cinta dan Taufiq memakai baju yang kembar semua termasuk Elsa dan juga Angga. Mereka memang memesan baju yang sama sejak 2 minggu yang lalu. Angel dan Khaleed pun juga pakai baju yang sama sehingga mereka terlihat kompak dan seperti keluarga yang harmonis walaupun kenyataannya memang seperti itu. Mereka jauh dari pertengkaran maupun pertikaian.
Aisyah bersama Ica sama sama gendong anak. Sedangkan Will, Jay dan Pram lagi ngobrol di salah satu kursi tamu khusus sambil mereka menyapa teman teman kantornya yang datang. Jay, Will dan juga Jay memberikan undangan kepada temen teman tedekat di kantornya termasuk Will yang juga mengundang beberapa dokter terbaik di rumah sakit yang ia punya.
Cinta, Taufiq, Elsa dan Angga juga sibuk bertemu dengan saudara saudara jauhnya dan teman teman lamanya yang juga mereka undang untuk menghadiri pernikahan Ani dan Ana.
Mereka berempat bahkan seperti ratu dan raja..
"Andai Ila ada di sini, dia pasti sangat bahagia." ujar Ica sambil menggendong putrinya.
__ADS_1
"Kamu harus yang sabar ya..Memang setiap manusia itu ada ujiannya masing masing termasuk aku. Dari kecil hidup di panti asuhan bertahun-tahun lamanya hingga akhirnya aku di pinang oleh kakak mu. Dan setelah itu, ujian itu masih aja datang tiasa henti. Setelah menikah, aku fikir aku akan bahagia, nyatanya aku malah di bully dan di sakitii oleh orang yang mencintai suamiku. Bahkan dia tega membuat aku dan suamiku kecelakaan. Kami terpisah hampir satu tahun setengah. Ujian itu terus datang tiada henti.
Saat kecelakaan itu terjadi, aku malah di tolong oleh orang yang ternyata adalah saudara kandungku sendiri. Dan betapa sangat sakitnya aku, ketika aku tau ayah dan ibuku sudah meninggal sebelum aku melihat wajahnya. Padahal aku ingin sekali merasakan bagaimana mempunyai seorang ayah dan ibu. Tapi ya itulah takdir, siapa sangka hidupku begiu berat namun kini ujian itu sudah tak ada lagi. Aku sudah hidup bahagia bersama suamiku.
Aku tau berat rasanya kehilangan orang yang kita cintai, tapi kamu harus ikhlas. Doajan saja Ila semoga ia bahagia di sisi Nya dan juga bisa bertemu kembali dengan putrinya yang meninggal terlebih dahulu." ucap Aisyah mencoba untuk menasehati.
"Terimakasih ya, kamu benar. Aku memang harus bangkit dan tidak boleh terpuruk oleh masa lalu." ujar Ica tersenyum.
Setelah itu mereka di panggil oleh Ani dan Ana untuk foto bareng. Will, Jay, Pram, Angga, Elsa, Cinta, Taufiq, Ica, Aisyah, Angel dan juga Khaleed juga ikut foto bersama dengan kedua kemanten. Yaitu Ani + Rachel dan Ana + Arsha.
Mereka foto bersama dengan raut wajah yang penuh dengan kegembiraan. Bahkan sampai semua orang yang hadir di pernikahan itu merasa iri dan berharap kelak kekuarga mereka sepeti kekuarga Cinta dan Taufiq, harmonis dan selalu bahagia sepanjang hari. Tanpa mereka (para tamu) tau bagaimana kehidupan mereka (Keluarga besar Taufiq) menjalani hari harinya.
__ADS_1
Mereka hanya melihat dari luarnya saja tanpa mereka tau di balik kebahagiaan ini, ada hati yang sakit karena hanya Ila dan Alina yang tak bisa hadir karena mereka bersua telah tiada dari muka bumi ini.