
Hari ini adalah hari Minggu. Ani dan Rachel libur kerja. Dan hari ini Ani ingin memasak sendiri untuk Rachel.. Selama ini Ani jarang masak karena dirinya sibuk kerja sehingga setiap pagi, siang dan malam, semua masakan akan di siapkan oleh asisten rumah tangganya.
Namun hari ini, Ani akan masak untuk sarapan pagi. Ia akan masak tanpa bantuan siapapun karena ia akan membuat masakan spesial untuk sang suami.
Ani masak dengan wajah yang sangat ceria. Sedangkan asistennya hanya bisa diam melihat pemilik rumah yang masak seorang diri. Rachel sendiri, ingin membantu sang istri namun Ani menolaknya dan hanya menyuruh sang suami memperhatikan dirinya yang sedang memasak di dapur dengan celemek yang melekat di tubuhnya.
Setelah hampir dua jam, akhirnya Ani pun menyelesaikan masaknya dan menata semua masakan dirinya di atas meja.
Ani juga tak lupa, membersihkan dapurnya yang sedikit berantakan karena ulahnya yang ingin memasak untuk suami tercinta.
Setelah selesai memasak, dan setelah selesai membersihkan dapurnya. Ani mengajak Pram mandi bersama. Selesai mandi, Ani dan Pram pun makan bersama.
"Aku gak nyangka yank, kamu bisa masak sebanyak ini dan seenak ini." puji Rachel. Ia sangat bahagia karena bisa merasakan masakan istrinya lagi. Jarang-jarang istrinya mau masak untuk dirinya, Rachel pun makan dengan lahap. Namun walaupun Ani dan Rachel sudah berusaha menghabiskannya tapi tetap saja, sisanya masih banyak dan mereka berdua sudah tak mampu lagi menghabiskan semua makanan itu.
Ani pun mengajak semua asistennya untuk menghabiskan masakan yang di masak oleh Ani.
Setelah selesai sarapan pagi, Ani dan Rachel pun duduk santai di ruang keluarga. Sedangkan asistennya masih sibuk menghabiskan masakan yang di masak oleh Ani. Mereka sangat bahagia karena bisa makan masakan yang sangat enak bahkan seperti restoran bintang lima. Ani memang bisa memasak sama seperti Ana. Mereka berdua seringkali di ajarin memasak oleh Cinta.
"Setelah ini kita mau ngapain yank?" tanya Rachel.
"Entahlah mas, aku juga bingung. Mau ke rumah bunda tapi bunda dan yang lainnya belum pulang dari umrah. Mau keluar, males kalau gak ada tujuan. Mungkin aku akan buat kue aja deh. Biar bisa buat cemilan kalau kita di rumah seperti ini." ujar Ani tersenyum.
"Tumben kamu mau memasak bahkan mau bikin kue segala. Gak seperti biasanya." ucap Rachel heran.
"Entahlah, mungkin karena gak ada kerjaan jadi aku mau menyibukkan diri di dapur." ujar Ani.
"Kapan mau bikin kue?" tanya Rachel
"Nanti setelah para asisten kita sudah selesai makan, kalau sekarang gak enak sama mereka. Takut ganggu mereka makan." jawab Ani tersenyum.
"Lain kali, sering seringlah masak ya yank. Rasany enak banget, top markotop deh." puji Rachel.
"Iya, tapi aku masaknya kalau pas libur kerja aja ya " ujar Ani karena jika dirinya masuk kerja, mana mungkin dirinya bisa masak seperti sekarang.
"Iya sayang, berarti seminggu sekali ya.?" tanya Rachel.
"Iya sayang, tapi nanti siang dan nanti malem aku akan masak lagi deh buat mas. Jadi hari ini aku akan masak 3x." jawab Ani.
"Beneran?" tanya Rachel senang.
__ADS_1
"Iya sayang." jawab Ani tersenyum.
"Makasih ya." ucap Rachel sambil memeluk istrinya.
"Sama sama. Maaf ya mas, jika selama ini, aku jarang masak buat mas." ujar Ani yang tak enak hati karena dirinya merasa kurang sempurna menjadi seorang istri.
"Gak papa sayang, aku ngerti kog. Kamu gak usah merasa bersalah, aku sudah sangat bersyukur kamu mau jadi istri aku dan mau mengerti kondisiku. Masalah makan, aku bisa makan apa aja selama bisa bikin aku kenyang. Jadi jangan di buat beban ya." ujar Rachel tersenyum.
"Iya mas, makasih karena selama ini. Mas gak nuntut apapun ke aku. Semoga kita bisa segera punya anak ya mas, agar kebahagiaan kita bisa bertambah." ucap Ani, yang tiba tiba inget dengan program bayi yang saat ini sedang ia jalani.
"Iya, semoga aja. Aamin." ujar Rachel.
"Iya udah mas, aku mau bikin kue dulu ya. Kayaknya mereka sudah selesai makan semua." ucap Ani yang melepas dirinya dari pelukan sang suami.
"Iya, perlu aku bantu?" tanya Rachel.
"Enggak usah mas, aku mau buat sendiri aja. Mas duduk santai aja di sini, nanti kalau aku sudah selesai buat kuenya. Mas orang pertama yang akan aku panggi untuk nyobaik kue yang aku buat " jawab Ani.
"Iya deh, tapi kamu jangan capek-capek ya masak nya." ujar Rachel.
"Iya sayang, iya udah aku ke dapur dulu ya." ucap Ani.
"Iya."
Ani pun pergi ke dapur sedangkan Rachel menonton tivi sambil tidur tiduran.
Ani ingin membuat Kue Kering Coklat. Bahan-bahan nya kebetulan ada semua, jadi Ani tinggal buat aja tanpa perlu ke toko kue dulu untuk buat kue kering coklat. Bahan bahannya pun sangatlah mudah.
Setelah selesai membuat kue, Ani pun memanggil sang suami dan menyuruh dia mencoba dua macam kue yang di buat oleh Ani dengan tangannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
"Gimana mas? enak gak?" tanya Ani.
"Enak. Tapi aku pengen Kue Nastar." jawab Rachel.
Sebenarnya Ani sudah lelah membuat kue kering coklat dan kue kering rasa jahe. Tapi karena suaminya menginginkan kie nastar. Mau gak mau, Anipun menuruti keinginan suaminya.
"Iya udah, aku buatin ya mas." ujar Ani.
"Emang kamu gak capek?" tanya Rachel.
"Enggak kog." jawab Ani tersenyum.
"Iya udah aku tunggu di ruang keluarga ya sambil nonton tivi, kue kering coklat nya aku bawa ya buat cemilan." ujar Rachel.
__ADS_1
"Iya mas." jawab Ani tersenyum.
Setelah kepergian sang suami, lagi lagi Ani menyiapkan bahab bahan untum membuat kue nastar.
Setelah selesai, Ani meminta asistennya untuk membersihkan dapur yang baru ia pakai. Dan setelah itu, ia pergi ke ruang keluarga dengan membawa kue nastar.
"Eh, udah selesai?" tanya Rachel
"Sudah mas." jawab Ani tersenyum.
"Kita makan di samping rumah aja yuk, kayaknya udaranya segar." ujar Rachel.
"Ayo."
Ani dan Rachel pun pergi ke samping rumah. Dan mereka duduk di kursi yang ada di dekat kolam.
Ani menaruh, kue nastar itu di atas meja. Rachel memakannya sedikit, "Wow rasanya sangat gurih dan manisnya sangat pas." puji Rachel.
"Alhamdulillah berarti mas suka dengan kue nastar buatanku?" tanya Ani.
"Iya mas suka, sangat suka." jawab Rachel sambil terus makan kue nastar buatan istrinya.
"Oh ya kue kering rasa jahe gak kamu bawa?" tanya Rachel.
"Gak mas, aku kasihkan ke asisten kita. Tak fikir mas gak suka." ujar Ani.
"Gak papa, mungkin memang rezeki mereka." jawab Rachel tersenyum. Memang tadi setelah selesai membuat kue nastar, Ani meminta asistennya untuk membersihkan dapur, Ani juga memberikan kie kering rasa jahe kepada semua asistennya karena Ani fikir, Rachel tak menyukainya.
"Terus kue kering coklat nya gimana? masih ada?" tanya Ani.
"Masih ada, aku sisain buat kamu. Takut kamu mau nantinya." jawab Rachel sambil terus memakan kie nastar yang ia pegang.
"Ada di mana kue kering coklat nya?" tanya Ani.
"Ada di ruang keluarga, di atas meja." jawab Rachel.
"Oh gitu, iya sudah deh. Mas habiskan aja kuenya. Aku mau mandi dulu nih, gak enak badanku habis bikin kue, rasanya lengket gimana gitu." ujar Ani
"Iya udah, nanti habis mandi kesini lagi ya." ucap Rachel.
"Oke."
__ADS_1
Ani pun segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.