Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Taufiq dan Cinta


__ADS_3

Hari ini Taufiq dan Cinta sedang sibuk mengelola restorannya. Dan saat mereka dapat chat di grup, mereka sangat bahagia apalagi yang chat itu adalah Ani, putrinya yang ada di Singapura.


Mereka juga sangat bahagia karena akhirnya putri satu-satunya itu sudah melahirkan dengan normal. Anak dan ibunya juga sama-sama sehat.


Kini cucu mereka sudah tambah satu lagi.


"Mas, gak nyangka ya. Sekarang di umur kita yang sekarang, kita sudah nambah cucu lagi. Sekarang cucu kita sudah lima. Khaleed, Angel, Afnan, Arshi dan sekarang ada Haykal. Andai dulu anaknya Ica gak keguguran dan Alina masih hidup.. Mungkin kita sudah punya cucu 7, iya kan mas." Ujar Cinta tersenyum. Ia sangat bahagia karena cucunya telah bertambah satu.


"Iya, aku juga gak menyangka, di usiaku yang masih segini sudah mempunyai banyak cucu. Aku berharap kelak, aku juga masih sehat aku menggendong cicit." ujar Taufiq.


"Yang penting kita harus jaga kesehatan, jangan mikir berat-berat, jaga pola makan dan rutin olahraga sekaligus banyak-banyak istirahat. Biar kita bisa berumur panjang dan bisa melihat cucu kita menikah dan kita bisa menggendong cicit kita. Memang benar, hidup dan matinya seseorang memang sudah ada yang mengatur tapi kita juga harus ikhtiar" ucap Cinta.


"Iya kamu benar sayang, mulai hari ini kita harus bisa menikmati hidup. Jaga pola makan, sering-sering olahraga, dan jangan terlalu stres. Agar kita bisa hidup bahagia dan bisa berumur panjang." ujar Taufiq.


"Iya mas. Oh ya mas, gimana kabar Elsa dan Angga ya. Kita sudah lama gak bertemu mereka." ujar Cinta yang tiba-tiba inget dengan sahabat sekaligus besannya itu.


"Iya, sejak mereka pergi keluar negeri, mereka gak pernah ngasih kabar lagi. Apakah Angga sudah sehat ya, dulu kan dia kena stroke." ucap Taufiq.


"Entahlah, aku juga gak tau mas. Gimana kalau kita ke luar negeri jenguk Angga?" tanya Cinta.

__ADS_1


"Jika kita keluar negeri, lalu bagaimana dengan resto ini? Sedangkan Arsha gak mau tau lagi, dia sibuk mengurus putrinya, Arshi?" tanya Taufiq.


"Iya juga ya tapi kita bisa menitipkan Resto ini kepada Aisyah. Aku yakin Aisyah pasti bisa membantu kita mengelola resto ini namun kita juga harus minta izin dulu kepada Arsha karena bagaimanapun resto ini sudah milik Arsha. Kita juga sudah lama gak pergi berdua keluar negeri. Sekalian nanti setelah kita menjenguk Angga, kita bisa pergi menemui Ani dan Rachel. Aku ingin lihat Haykal, cucu kita." kata Cinta bersemangat.


"Baiklah, biar nanti kita bicarakan masalah ini dengan Aisyah, Will dan juga Arsha." ujar Taufiq.


"Baiklah semoga Will mengizinkan Aisyah membantu kita ya mas."


"Iya, semoga aja." ujar Taufiq.


"Mas tau gak, kalau Ica dan Aisyah sedang program hamil?" tanya Cinta.


"Enggak, emang kamu tau dari mana?" tanya balek Taufiq.


Sedangkan Angel juga maksa minta adek setelah dia tau bahwa Khaleed juga minta adek ke aby dan umy nya. Jadi sekarang Aisyah dan Ica sama-sama sedang menjalani program kehamilan. Kalau Ica dan Aisyah sama-sama hamil, berarti cucu kita akan bertambah dua nantinya." ucap Cinta senang


"Hidup ini memang sempurna, Allah kasih kita harta berlimpah dan Allah juga kasih kita anak dan cucu yang banyak. Kita harus banyak-banyak bersyukur dengan cara berbagi kepada mereka di luar sana gang hidupnya tak seberuntung kita." ujar Taufiq.


"Iya mas, kamu benar. Iya udah, kita kerja lagi yuk. Biar cepet selesai dan kita bisa segera pulang dan istirahat."

__ADS_1


"Ayo."


Cinta dan Taufiq pun kembali bekerja mengurus resto karena hari ini banyak pengunjung yang datang.


Walaupun kadang Cinta dan Taufiq sedikit lelah tapi mereka sangat bahagia karena bisa membantu menantunya, Arshi untuk mengelola resto ini.


Resto yang di bangun oleh Cinta dari Nol.


\=\=\=\=\=


Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya 😁.


Berhubung besok hari raya Idul Fitri, saya selaku Author Noveltoon yang suka menulis karya yang kadang gak nyambung, meminta maaf yang sebesar-besarnya.


Maaf jika selama saya menulis di Noveltoon, saya seringkali melakukan kesalahan yang kadang membuat pembaca jadi kesal dan marah.


Maaf jika kadang kata-kata ku membuat kalian marah dan kecewa.


Saya hanya manusia yang jauh dari kata sempurna. Untuk itu, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya.

__ADS_1


Salam dari saya,


Evi Tamala


__ADS_2