Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Tamu tak di undang


__ADS_3

Setelah pulang dari Mall, Aisyah dan Rachel pergi ke taman hiburan...Setelah puas keliling dan jalan sana sini, akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang.


Sesampai di rumah, merekapun langsung istirahat karena kecapean sehabis jalan jalan.


------------------------


Setelah bangun tidur, Aisyah langsung mandi, lalu pakai baju dan sholat. Selesai sholat, tak lupa Asiyah menghias dirinya sebelum keluar kamar.


Aisyah pergi ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Rachel.


"Non, apa perlu bibi bantu?" tanya salah satu asisten yang bekerja di sana.


"Tidak perlu bi. Aku akan masak sendiri tanpa campur bantuan dari orang lain." Jawab Aisyah lembut.


"Baiklah, tapi jika butuh bantuan. Non bisa panggil bibi."


"Siap." ucap Aisyah tegas lalu tersenyum.


Aisyah pun memasak sambil mendengargan lagu sholawat dari hp nya yang mana  hp itu sudah terpasang heatshet dan menaruhnya di kedua telinga Aisyah.


Hingga satu jam kemudian, Aisyah pun selesai masak dan menatanya di meja makan. Setelah selesai masak, ia pergi ke lantai atas dan membangunkan Rachel.


-------------------------------


"Kak, ayo bangun. Aku sudah masak nih." Ucap Aisyah pelan takut menganggetkan Rachel.


"Lima menit lagi ya." Ujar Rachel dengan mata yang masih tertutup.


"Gak ada kata lima menit. Ayo bangun. Atau aku seret nih sekarang juga." Ucap Aisyah menakut nakuti.


"Oke, oke aku bangun sekarang." Ucap Rachel yang terpaksa harus bangun karena takut di seret oleh Aisyah.


"Mandi dulu ya kak biar gak bau hehe." Ledek Aisyah.


"Aku walau gak mandi gak akan pernah bau kog." Ujar Rachel.

__ADS_1


"Ia gak bau cuma kecut hahaha."


"Kamu tuh ya." Ujar Rachel yang gak terima, ia pun ingin memukul Aisyah namun Aisyah lari dengan gesitnya hingga terjadilan aksi kejar kejaran.


"Udah ah, jangan lari terus. Capek nih." Ucap Rachel yang sudah ngos ngosan karena mengejar Aisyah.


"Iya ya..Aku juga  capek lari terus dari tadi." Ucap Aisyah, ia duduk sofa mencoba mengatur nafasnya.


"Kakak cepetan mandi ya soalnya aku udah laper nih." Ucap Aisyah sambil menepuk nepuk perutnya.


"Hehe oke oke. Atau kamu makan dulu gih, gak usah nunggu kakak." Ucap Rachel.


"Gak ah, aku nunggu kakak aja. Gak enak makan sendirian."


"Iya udah, kalau gitu kakak mandi dulu." Ucap Rachel yang langsung pergi menuju kamarnya dan langsun mandi.


Saat Rachel lagi mandi, ada suara bel yang berbunyi. Aisyah pun membuka pintu.


"Hei." Ucap laki laki itu.


"Hei juga. Maaf Anda siapa ya dan ada keperluan apa?" tanya Aisyah.


"Iya. Kog Anda tau nama saya?" tanya Aisyah.


"Suruh aku masuk dulu, baru aku akan cerita." Jawab Arsha.


"Oh, maaf. Silahkan masuk tuan." Ucap Aisyah layaknya pelayan yang lagi menyambut tuannya yang baru datang.


 


"Gak usah gitu juga kale, santai aja. Rachel mana?" tanya Arsha seakan akan ini adalah rumahnya. Tak ada rasa malu atau sungkan.


"Ada di kamarnya. Dia lagi mandi." Jawab Aisyah sambil pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Arsha. Setelah selesai bikin teh hangat, Aisyah kembali dan menaruh teh hangat itu di meja depan Arsha.


"Kamu tau dari mana namaku?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Tau dari Rachellah. Emang tau dari mana lagi kalau bukan dari dia." Ucap Arsha santai.


"Oh, kamu siapanya Rachel?" tanya Aisyah.


"Sahabat terbaiknya." Jawab Arsha.


"Oh." Ucap Aisyah mengerti.


"Padahal dulu pas kamu kecelakaan, aku yang menolongmu. Bahkan saat kamu koma, aku juga beberapa kali menjengukmu tapi kamu malah lupa sama aku." Ucap Arsha pura pura sedih.


"Maaf. Aku kan gak tau kalau kamu jenguk aku pas koma. Aku kan dalam keadaan gak sadar jadi mana tau kalau saat itu kamu datang untuk melihat keadaanku." Ujar Aisyah.


"Hehe iya juga ya. Okelah ternyata di sini aku yang salah. Seharusnya pas kamu buka pintu tadi, aku langsung memperkenalkan diriku." Ucap Arsha.


"Sudahlah tak perlu di bahas." Ujar Aisyah.


"Kamu sudah makan belum?" tanya Aisyah.


"Belum." Jawab Arsha simple.


"Iya sudah kalau gitu, kamu makan di sini aja ya. Kebeteluan aku dan Kak Rachel juga belum makan." Ucap Aisyah.


"Sip, aku gak akan menolak jika masalah makanan." Ucap Arsha tersenyum.


Tak lama kemudian, Rachel turun dan menghampiri mereka berdua lalu duduk di samping Aisyah.


"Kog gak bilang bilang kalau mau ke sini?" tanya Rachel.


"Kejutan." Ucap Arsha.


"Hais............sejak kapan kamu suka ngasih kejutan. Jangan bilang kamu ke sini karena kamu bosan dan gak punya temen ngobrol?" tebak Rachel.


"Nah itu kamu tau." Jawab Arhsa sambil menikmati teh yang di bikin oleh Aisyah.


"Sudah sudah gak usah debat. Ayo kita makan mumpung belum dingin." Ucap Aisyah.

__ADS_1


Rachel dan Arsha pun menurut. Ia berjalan di belakang Aisyah menuju ruang makan.


Asiyah melayani keduanya layaknya pelayan. Aisyah mengambilkan mereka piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauknya. Setelah itu merekapun makan bareng..


__ADS_2