Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Pulang Umrah


__ADS_3

Setelah selesai sholat shubuh, Ani dan Rachel langsung berangkat ke bandara dengan di antar oleh sopir mereka.


Ani dan Rachel sangat menikmati pergi berdua seperti ini, walaupun di dalam hati mereka ada rasa sedih atas apa yang menimpa perusahaan mereka namun mereka berusaha untuk santai.


Baru kemaren mereka sangat bahagia menikmati bulan madu di luar negeri, namun sekarang baru beberapa hari di Indonesia, mereka harus pergi keluar negeri lagi walaupun kali ini beda negara dan tujuan mereka pun juga beda. Jika kemaren untuk bulan madu tapi jika sekarang untuk perjalanan bisnis.


Saat di pesawat, Ani merasa lelah dan mengantuk. Ia pun tertidur beda dengan Rachel yang sedang berfikir keras bagaimana bisa menyelesaikan semua masalah dengan cepat dan ia tak mengalami kerugian yang sangat besar tentunya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sore hari Taufiq, Cinta dan yang lainnya sudah pulang dari umrah. Dan mereka langsung pulang ke rumah masing-masing.


Pram dan Ica langsung pulang ke rumah karena mereka sangat merindukan buah hati mereka, Angel. Sudah 18 hari mereka tak jumpa dengan putri mereka.


Begitupun dengan Nadia, ia segera pulang bersama sang suami ke rumahnya karena Nadia sangat merindukan kedua adiknya.

__ADS_1


Sedangkan Arsha dan Ana mereka langsung pulang ke rumah karena ingin segera istirahat. Karena mereka benar-benar lelah apalagi Ana, ia sedang hamil muda dan gak boleh terlalu kecapean. Jadi Arsha benar-benar menjaga sang istri dengan sebaik mungkin.


Taufiq dan Cinta juga langsung duduk santai setelah tiba di rumah. Begitupun dengan Will, Aisyah dan Khaleed. Mereka benar-benar sangat lelah apalagi dari tadi Khaleed tidur terus yang mau gak mau selalu berada di pangkuan aby nya.


Sesampai di rumah, Will langsung menaruh putranya di atas kasur. Dan setelah itu, Will dan Aisyah segera mandi bersama dan istirahat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malam harinya, mereka makan bersama di ruang makan. Kali ini yang masak adalah asistennya dan tanpa campur tangan dari Aisyah ataupun Cinta.



"Tuan, Nyonya. Maaf menganggu. Tadi malem, Tuan Rachel dan Nyonya Ani datang ke sini dan menitipkan ini semua buat Tuan, Nyonya, Tuan Muda, Nyonya Muda dan Den Khaleed. Mereka gak bisa datang karena tadi shubuh, mereka berangkat lagi keluar negeri karena ada perjalanan bisnis. Nyonya Ani juga meminta saya untuk memberi tahu Tuan Besar agar mengecek email yang masuk." ucap bibi itu sambil menyerahkan semua tas yang ia pegang.


"Baiklah bi, terimakasih ya " ujar Taufiq.

__ADS_1


"Iya tuan, kalau gitu saya permisi dulu." Setelah kepergian asistennya, mereka membuka hadiah mereka satu persatu. Khaleed sangat bahagia karena tantenya membelikan barang yang sangat ia suka. Sedangkan yang lain hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih di dalam hati atas hadiah yang mereka terima.


"Mas, coba kamu baca pesan dari putri kita. Siapa tau penting." ujar Cinta mengingatkan.


"Iya sebentar." jawab Taufiq. Ia mengambil hpnya dan membuka email yang di kirim oleh putrinya.


"Apa isinya?" tanya Cinta penasaran.


"Oh cuma di suruh bantu mengawasi perusahaan mereka mulai besok selama mereka menangani perusahaan yang ada di luar negeri. Soalnya walaupun mereka mempunyai orang kepercayaan tapi mereka tetap ragu jika gak ada orang dalam." jawab Taufiq.


"Memang mereka berapa lama di luar negeri?" tanya Will.


"Kurang lebih 3 bulan karena perusahaan mereka yang di luar negeri kebakaran dan banyak dokumen dan berkas berkas penting yang gak bisa di selamatkan. Dan perusahaan baru yang mereka kelola juga sedikit bermasalah jadi mereka agak lama di luar negeri." jawab Taufiq.


"Semoga masalahnya cepet selesai." ujar Aisyah sedih karena bagaimanapun itu adalah perusahaan kakaknya. Dan artinya perusahaan dirinya juga terancam bangkrut. Karena dulu Rachel memberikan sebagai sahamnya buat Aisyah namun Aisyah meminta Rachellah yang mengelola nya karena dirinya dan sang suami tidak terlalu suka dengan bisnis, mereka lebih menyukai bekerja sebagai dokter. Namun yang lebih Aisyah hawatir kan adalah kesehatan kakaknya. Aisyah takut kakaknya kenapa-napa karena hanya Rachellah keluargannya sedangkan orang tuanya sudah tiada sebelum Aisyah bertemu dengan mereka.

__ADS_1


"Aamiin." jawab mereka kompak.


__ADS_2