Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Laki Laki Idaman


__ADS_3

Tepat jam 19.00


Cinta di panggil sang bunda untuk segera turun karena tamu penting sudah datang. Cintapun segera mengambil jilbabnya lalu mengoles sedikit bedak di wajahnya. Setelah merasa semuanya rapi, ia segera turun..Ia melihat seorang pemuda tampan dan dua orang lagi yang sepertinya mereka adalah kedua orang tua dari pria itu. Cinta segera bergabung dengan mereka semua. Laki laki itu hanya sesekali melihat Cinta.


"Cinta perkenalkan ini Taufiq yang bunda dan ayah ceritakan kemaren." Ucap sang bunda, Cinta hanya mengangguk dan tersenyum.


"Dan ini adalah mama dan papanya Taufiq." ucap bundanya sambil melihat ke arah Cinta. Lagi lagi Cinta hanya menjawab dengan sebuah senyuman.


"Kamu sangat manis sekali, sayang." Ucap wanita itu, mamamanya Taufiq.


"Makasih, tante." Ucap Cinta malu malu.


"Jangan bilang tante sayang, panggil aja mama. Karena tak lama lagi, mama akan menjadi mama mertua kamu. Kamu setuju kan menikah dengan putra kami." Ucap mamanya taufiq. Cinta hanya tersenyum lalu menganggukkan kepala.


"Syukurlah." Ucap mereka semua yang melihat Cinta menganggukan kepala sebagai tanda bahwa ia setuju dengan perjodohan ini.


"Kamu sekarang kelas berapa, nak?" ucap papanya Taufiq.


"Kelas dua, om. Eh papa maksudnya. Tapi bentar lagi kelas 3." Jawab Cinta dengan gugup.


"Jadi satu tahun lagi udah lulus ya." tanya sang mamanya Taufiq.


"Iya, ma."


"Sudah siap jika kamu menikah muda?" tanyanya..


"InsyaAllah ma."

__ADS_1


"Syukurlah." Jawab Linda, yaitu mamanya Taufiq. "Kamu gak mau bicara, sayang?" tanya Linda kepada putranya.


"Aku bingung ma, mau nanya apa." Jawab Taufiq.


"Maafkan anak mama sayang, dia memang belum pernah berhadapan langsung dengan wanita seperti ini. Jadi maafkan anak mama jika ia gugup berhadapan dengan kamu." Linda mencoba jelaskan sikap anaknya.


"Gak papa ma, Cinta bisa ngerti."


"Iya sudah gimana jika kita memberikan mereka kesempatan untuk ngobrol berdua." ucap Ayah Cinta.


"Oke aku setuju." Mereka semua meninggalkan Cinta dan juga Taufiq agar mereka bisa ngobrol dengan leluasa.


"Ka, eh bang, eh Mas.........." Ucap Cinta yang bingung harus manggil apa.


"Kamu bisa panggil apa aja yang kamu suka, Cin." Jawabnya tapi masih saja dengan menunduk.


"Emmmm mas Taufiq serius mau menikah denganku?" tanya Cinta dengan hati hati.


"Emmmmz saya adalah perempuan yang mempunyai banyak kekurangan."


"Setiap manusia pasti punya kekurangan karena tak ada yang sempuna di dunia ini. Tapi saya akan melengkapi kekuranganmu dengan kelebihanku. Bukankah kelak kita harus saling melengkapi."


"Yah Mas Taufiq benar. Mas gak ada yang mau di tanyakan."


"Mas bingung mau nanya apa."


"Habis ini mas mau pergi lagi?"

__ADS_1


"Iya karna saya masih ada kontrak di sana. Tapi saya janji setelah kita menikah saya akan tetap tinggal di sini bersama keluarga kita dan tidak akan pergi pergi lagi."


"Syukurlah. Emmm Mas mencintai saya."


"Iya."


"Sejak kapan?"


"Saat kamu masih kecil."


"Lama juga ya. Apa mas selama ini gak mencoba buka hatinya mas buat wanita di luaran sana."


"Saya bukan tipe orang seperti itu. Dari awal saya ketemu kamu, saya sudah jatuh hati dan saya mencoba untuk menjaga hati ini sampai sekarang."


"Emmmm jika saya bilang, saya mencintai orang lain."


"Itu tidak masalah karena itu adalah hal yang wajar. Saya cuman berharap kamu melupakan dia dan belajar mencintai saya."


"Jika saya gak bisa melupakannya?"


"Maka saya akan memohon kepada tuhan agar Dia membukakan mata hati kamu buat saya. Agar kamu bisa mencintai saya seperti saya mencintai kamu selama ini."


"Saya memang mencintai orang lain tapi itu kemaren. Sekarang rasa cinta itu sudah hilang karena dia menghianati saya. Dan sekarang saya akan belajar mencintai calong suami saya."Ucap Cinta yang membuat pria itu menoleh ke arah dirinya. Cinta hanya tersenyum. Ia benar benar tak menyangka jika calon suaminya benar benar sangat tampah. Ah memang tidak salah jika banyak yang ingin jadi istrinya.


"Terima Kasih. Setelah kamu lulus sekolah, saya akan segera menikahimu."


"Saya akan menunggunya."

__ADS_1


"Baiklah sekarang lebih baik kita bergabung dengan orang tua kita. Oh ya ini no hp saya, jika masih ada yang ingin kamu tanyakan, kamu bisa sms saya." Ucap Taufiq sambil memberikan no hp nya.


"Terima kasih." Ucap Cinta sambil mengambil kertas yang ada nomer hp dia.


__ADS_2