
Cinta mampu menyelesaikan pekerjaannya hanya dalam waktu 3 jam 40 menit 27 detik. Kini ia bisa segera meluncur ke rumah Panti. Di tengah perjalanan, tak lupa ia membeli oleh oleh untuk pengurus panti dan juga adik adiknya yang tinggal di sana. Oleh oleh yang ia belipun tidak mahal karna memang uangnya kini menipis jadi ia harus mengirit seirit mungkin atau ia bisa kehabisan uang sebelum kedua orang tuanya pulang. Ia juga tidak punya uang tabungan karena semuanya sudah ia berikan kepada ibu pengurus panti. Setelah hampir setengah jam perjalanan, ia sampai juga di panti dan di sana ia di sambut hangat oleh ibu pengurus panti dan juga adik adiknya. Ah betapa senangnya jika bisa bermain ke sini tiap hari, bisa menemani mereka ngobrol, mengajarkan mereka ilmu agama dan juga mengajarkan mereka membaca dan menulis. Cinta memang suka anak kecil jadi untuk itulah, ia tak pernah merasa bosan ada di tengah tengah mereka. Memang kadang mereka nakal tapi itu tidak membuat Cinta marah ataupun kesal karena baginya itu adalah hal yang wajar. Tapi bukan berarti cinta hanya diam saja ketika mereka melakukan kesalahan. Cinta pasti akan menasehati mereka dan memberikan mereka hukuman, misal jika ada yang jailin temannya sendiri. Maka Cinta akan menasehati dia lalu memberikan hukuman kecil seperti menyapu halaman, bersihkan jendela, minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi tapi jika ada yang melakukan kebaikan sekecil apapun itu, Cinta tak segan segan memberikan mereka hadiah. Itulah jika Cinta mendidik adik adiknya di panti.
Setelah hampir dua jam di panti, Cinta memutuskan untuk pulang ke rumah Elsa karena jam sudah menunjukkan pukul 17.00.......di perjalanan ia masih menyempatkan waktu melihat pameran sejennak untuk mengusir kepenatan yang ia rasakan, setelah ia merasa udah agak baikan dan rasa lelahnya sudah gak ada. Ia pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Elsa. Sesampai di sana ia melihat Elsa yang lagi sibuk belajar.
"Tumben belajar, El." tanya Cinta yang langsung duduk di samping Elsa.
"Kan beberapa hari lagi ujian, jadi aku harus belajar."
"Nah gitu dong, gak boleh males. Sini aku ajarin, mana yang gak bisa."
"Aku sudah bisa semua kog. Tadi di ajarin sama Ivan."
"Ivan!" tanya Cinta kaget.
"Iya, ivan tadi ke sini nyari kamu. Tapi berhubung kamu gak ada, jadi Ivan memutuskan untuk belajar bareng sama aku. Habis bingung mau ngapain lagi. Kamu kenapa pulangnya malem."
__ADS_1
"Tadi kan aku udah bilang dari kantor, aku langsung ke panti. Terus habis dari panti, aku langsung liat pameran."
"Ih, aku gak di ajak ajak, sama siapa kamu liat pameran?"
"Sendirianlah........."
"Hemmm...."
"Aku masuk dulu ya."
"Oke." Cinta segera pergi kekamar Elsa, di sana ia segera mandi, pakek baju lalu pergi ke meja makan untuk ngisi perutnya.
"Bi, sini makan bareng." ucap Cinta kepada asisten yang bekerja di rumah Elsa.
"Enggak, non. Makasih. Tadi bibi sudah makan."
__ADS_1
"Oh gitu, kalau gitu saya makan duluan ya bi."
"Iya non."
Bibi itu segera pergi untuk beres beres rumah. Yah itulah enaknya punya pembantu, semuanya beres tapi itu akan membuat orang yang punya rumah jadi males buat ngapa ngapain seperti sahabatnya, Elsa. Kalau gak nonton, makan, tidur, main. Dan akhirnya gak tau cara bersih bersih rumah, masak yang enak dan yang lainnya karena apapun yang ia inginkan tinggal manggil pembantunya aja."Untunglah bunda tidak suka pakai pembantu jadi aku bisa mandiri seperti ini." Ucap Cinta dalam hati.
Selesai makan, Cinta tidak langsung menghampiri Elsa yang masih sibuk belajar. Ia lebih memilih untuk pergi ke kamar dan mengerjakan berkas berkas yang ia bawa dari kantor. Ia juga harus menyiapkan beberapa file yang harus ia presentasikan di rapat besok. Setelah semuanya selesai, ia langsung membuka tas sekolahnya untuk mengerjakan semua tugasnya. Dan jam 9 malampun, semuanya selesai.
Ia langsung pergi keluar dan mencari Elsa dan di sana ia melihat Elsa ketiduran dengan buku yang ia pegang.
"El, bangun. Pindah yuk. Di sini dingin. Nanti kamu sakit." Ucap Cinta, dengan setengah sadar Elsa pun bangun dan pindah ke tempat tidur. Cinta menyelimuti Elsa lalu ia langsung tidur di sampingnya.
Tapi jujur malam ini Cinta tidak bisa tidur dengan nyenyak, rasanya semua tubuhnya begitu sakit. Mungkin karena ia terlalu kelelahan. Dari kemaren ia juga kurang istirahat, makannya juga gak teratur, otaknya juga di buat kerja keras untuk mikir bisnis yang di kelola oleh ayahnya. Ia benar benar lelah, ia berharap ayah dan bundannya segera pulang karena ia tak lagi harus pergi ke kantor dan menghadiri rapat ini dan itu dan mengecek tumpukan berkas yang selalu ada di meja kantor. Cinta benar benar lelah hari ini.
Jika ayahnya ada, biasanya ia cuma membantu yang ringan ringan saja. Tak terlalu berat seperti ini."Ahh, kapan ayah dan bunda pulang. Cinta kangen kalian." Ucap cinta dalam hati.............
__ADS_1