
Keesokan harinya jam 7 pagi, Elsa dan Naila pergi ke pasar untuk beli
bahan bahan masakan sekaligus bumbu dapur. Setelah hampir satu jam akhirnya
merekapun selesai memilih dan mereka segera meluncur ke RUKO. Sesampai di sana
sudah banyak orang yang ingin melamar kerja. Elsa dan Naila harus menarik nafas
terlebih dahulu sebelum akhirnya turun dari mobil.
Setelah keluar dari mobil, Elsa dan juga Naila langsung membuka pintu
dan mereka memberian nomer absen kepada mereka sehingga mereka akan masuk
sesuai urutan nomer. Mereka di bagi menjadi dua bagian. Bagian pertama yaitu
Naila. Bagi mereka yang ingin melamar jadi koki ada di lantai bawah sedangkan
bagi mereka yang ingin mendaftar jadi pelayan dan kasir ada di lantai atas dan
mereka akan berhadapan langsung dengan Elsa yang memang ahlinya.
Di lantai bawah, Naila menyuruh 5 orang masuk untuk memasak sesuai kemampuan
mereka. Kenapa hanya lima orang saja karena di dapur itu hanya ada 10 kompor di
mana satu gas untuk 2 kompor. Dan ruangan dapur juga tidak terlalu luas jadi 5
orang sudah di rasa sangat cukup. Mereka juga di kasih waktu hanya 30 menit
untuk menyajikan makanana masakan mereka. Setelah 30 menit makanan sudah siap
di atas meja. Naila mencicipi setiap masakan yang mereka masak, selesai
mencicipi Naila langsung memberi nilai kepada setiap orang, tentu nilai yang ia
berikan hanya Naila saja yang tau. Setelah di rasa cukup. Mereka boleh pulang
dan Naila akan menghubungi salah satu dari mereka jika memang ada yang cocok
dan keesokan harinya sudah mulai kerja.
Yang melamar jadi koki cukup banyak, ada sekitar 85 orang. Dan Naila
hampir saja kewalahan tapi ia harus kuat karena ini masih awal dan Naila harus
bisa menyelesaikan tugas ini sebaik mungkin dan ia memastikan sebelum jam 5
sore pekerjaan ini harus sudah selesai dan Naila akan langsung menelvon orang
yang ia rasa sangat cocok.
Sedangkan Elsa sendiri ia sudah berkeringatan walaupun ruangan itu ber
AC. Untunglah kemaren tukang itu memberikan beberapa AC di beberapa ruangan
kecuali dapur tentunyaa. Kalau dapur hanya di kasih kipas angin biasa tapi di
dapur itu ada sekitar 7 kipas angin yang tertempel di dinding sedangkan yang
lain menggunakan AC semua. Tapi walaupun ber AC, Elsa masih saja keringetan
mungkin karena ia terlalu lelah dari tadi interview satu persatu orang yang
ingin melamar kerja. Karena ia sudah gak tahan, akhirnya ia meminta Angga untuk
datang dan membantu dirinya. Hanya dalam waktu satu jam, Angga sudah datang dan
langsung naik ke lantai atas sesuai pesan yang di kirim oleh Elsa. Di sana
tanpa membuang buang waktu, Elsa menjelaskan secara detail. Setelah cukup
faham, Angga langsung membantu Elsa untuk interview mereka satu persatu. Elsa
di bagian kasih dan Angga di bagian pelayan. Kenapa hanya jadi pelayan aja
butuh interview karena Elsa ingin mencari pelayang yang profesional karena Elsa
tak ingin mengecewakan pelanggan Naila nantinya, ia juga harus jeli mencari
pelayan yang jujur dan setia kepada majikannya.
Jam 5 sore akhirnya semua pekerjaan sudah selesai. Sekarang tinggal Naila,
Elsa dan juga Angga yang ada di lantai atas karena semua orang sudah pulang.
Mereka bertiga memutuskan siapa aja yang akan bekerja di restoran ini.
“By the way, kenapa Angga bisa ada di sini?” tanya Naila melihat Angga
ada di dekat Elsa.
“Tadi aku kewalahan interview mereka sendirian jadi aku meminta Angga
untuk membantuku gak papakan?” tanya balik Elsa. Ia sedikit merasa bersalah
karena ia meminta bantuan Angga tanpa bilang izin terlebih dahulu kepada Naila.
__ADS_1
“Gak papa sih tapi gimana dengan kuliah Angga. Dia bolos juga sama kayak
kita?” tanya Naila.
“Gak papa kog. Lagian aku udah bilang ke temanku kalau ia harus mencatat
semua point penting yang di jelaskan oleh dosen dan nanti catatannya akan di kirim
lewat email sekaligus tugas tugas yang di kasih oleh Dosen. Lagian aku senang
bisa bantu kalian berdua.” Ucap Angga tersenyum.
“Syukurlah. Makasih ya udah bantu kami.” Ujar Naila, ia juga tersenyum
ke arah Angga.
“Nah berhubung sekarang sudah selesai semua, sekarang tinggal kita
putuskan siapa yang akan bekerja mulai besok. Untuk Naila, kamu milih siapa?”
Tanya Elsa
“Aku milih Sari dan Noval.” Jawab Naila.
“Kenapa kamu milih mereka?” tanya Elsa yang ingin tau alasannya.
“Sari adalah anak yatim piatu. Kedua orang tuanya kecelakaan saaat usia
Sari masih berumur 5 bulan. Dan berhubung semua keluarga baik dari ayah maupun
ibunya tidak mau menerima kehadiran Sari akhirnya Sari di titipkan di panti
asuhan. Sejak umur Sari umur 7 tahun, Sari sering membantu beberapa pengasuh
untuk menyiapkan makanan dan aku rasa masakannnya sangat enak. Mungkin karena
dia sudah terbiasa dari kecil. Ia keluar dari panti asuhan saat ia lulus SMP.
Ia ingin ngontrak dan mencari kerja. Tapi sayang tidak ada yang mau menerimanya hanya karena ia lulusan SMP
dan akhirnya dia menjadi pemulung. Saat ia dengar dari temannya ada Restoran
baru yang ingin mencari koki, Sari mencoba untuk melamar di sini siapa tau ia
beruntung. Aku memilihnya bukan karena ia anak yatim piatu ataupun karena
hidupnya yang sangat miris, aku memilih dia karena masakannya memang enak dan
pas di lidahku. Dan aku rasa dia sangat pintar dan aku akan memberikan dia
untuk jadi koki handal. Apalagi dia berkerudung dan sangat polos, aku rasa dia
adalah orang yang jujur di lihat dari sikapnya yang tidak neka neko dan
bicaranya yang tidak ceplas ceplos.” Jawab Naila membeberkan alasannya ia memilih Sari.
“Kenapa kamu bisa tau semua tentangnya?” tanya Angga heran. Tadi dia
interview orang tidak sampai sedetail itu.
“Saat aku mencoba mencicipi masakannya dan aku menanyakan apa saja bahan
yang ia pakai, ia jawab dngan kata kata yang sangat sopan, seakan semua kata
kata yang ia ucapkan sudah di tata sedemikan rupa apalagi senyumannya yang
tidak pernah hilang seakan akan ia berharap bisa memenangkan ujian ini.
Mendengar tutur katanya yang lembut, aku penasaran dan aku sempat memanggilnya
di ruanganku saat jam makan siang. Karena saat itu aku memberikan waktu untuk
mereka istirahat sejennak sekedar makan dan sholat sedangkan yang sudah selesai
masak aku suruh pulang. Dan saat jam makan siang itulah, aku memanfaatkan waktu
utnuk menanyakan alasan ia ingin kerja di sini. Dan saat aku tau alasannya, aku
mencoba untuk terus mengajak dia bicara sampai akhirnya aku tau apa yang
terjadi dalam kehidupannya. Dan setelah selesai, aku langsung menyuruhnya
pulang dan aku bilang untuk datang hari esok jam setengah 7 pagi, sebenarnya
aku ingin von dia setelah sampai di kontrakannya tapi berhubung dia gak punya
hp akhirnya aku langsung bilang kalau dia lolos dan di terima kerja di sini.”
Jawab Naila mencoba menjelaskan secara detail. Sedetail mungkin.
“Aku gak nyangka kamu bisa seperti itu.” Ucap Elsa yang sedari tadi diam
mendengarkna jawaban Naila.
“Terus apa alasan kamu memilih Noval?” tanya Elsa penasaran alasan Naila.
“Alasanku memilih Noval karena memang masakannya sangat lezat. Dia
__ADS_1
lulusan SMK, dulu pas di SMK dia ambil jurusan tata boga. Dan ia gak bisa
lanjut kuliah karena gak ada biaya sehingga ia memutuskan untuk cari kerja. Dia
lulusan tahun kemaren.” Jawab Naila.
“Kamu sudah menghubungi Noval?” tanya Angga.
“Belumlah. Aku Cuma ngasih tau ke Sari doang karena dia gak ada hp.
Untuk Noval akan aku hubungi bentar lagi. Toh aku sudah memegang nomer hp nya.”
Jawab Naila. “Terus kalian, siapa yang kalian pilih?” tambah Naila.
“Aku pilih Rizki sebagai kasir. Dia lulusan S1 jurusan Akuntansi. Dia
sudah melamar sana sini tapi tidak ada panggilan. Dia lulusan kemaren. Dia
mencoba untuk melamar di sini karena ia sudah putus asa. Dan ia akan bekerja
apa saja selagi halal. Itu jawabannya saat aku menanyakan alasan dia melamar
kerja di sini. Aku rasa dia orang yang jujur dan di siplin” Jawab Elsa.
“Aku juga pilih Ayu dan Arifin sebagai pelayannya. Ayu lulusan Madrasah Aliyah
(MA) sedangkan Arifin lulusan SMA. Aku memilih mereka karena postur tubuh
mereka yang bagus, kan jadi pelayang harus mempunyai postur tubuh yang bagus
dan wajah yang menarik dan aku rasa mereka juga orang yang jujur, di siplin
waktu dan orang yang punya etika serta bisa di handalkan. Aku percaya sama
mereka. Mereka akan menjadi pelayan setia dan tidak akan mengecewakan
majikannya.” Jawab Angga tersenyum.
“Baikhlah berhubung kita sudah tau siapa pilihan kita. Sekarang saatnya
kita mengabari mereka dan menyuruh mereka datang esok hari jam 6. 30.” Ucap
Naila.
“Oke.”
Naila, Angga dan juga Elsa sibuk menghubungi pilihan mereka. Setelah
selesai mereka meneruskan diskusi lagi yang sempat tertunda.
“Restoran ini akan kamu kasih nama apa?” tanya Elsa.
“Resto Basmallah.” Jawab Naila.
“Oke, aku setuju sama sama namanya. Jadi besok kita akan bolos kuliah
lagi?” tanya Elsa.
“Aku rasa begitu. Jika kalian mau masuk, gak papa kog. InsyaAllah aku
bisa sendirian.” Ucap Naila yang tak ingin terus menerus merepotkan Elsa dan
juga Angga.
“Mana boleh begitu, aku tidak mungkin membantumu setengah setengah.
Besok aku akan bolos kuliah juga. Kamu gimana ga, mau masuk kuliah atau mau
bantu kami?” Tanya Elsa ambil melihat ke arah Angga.
“Aku akan bantu kalian.” Jawab Angga tanpa fikir panjang.
“Oke, berarti meeting sekarang sudah selesai ya. Kita cuman
mempersiapkan untuk hari esok” Ucap Naila yang sudah merasa sangat lelah.”
“Sip, berhubung udah selesai, kita bisa segera pulang deh. Angga,
setelah ini kamu mau kemana?” tanya Elsa.
“Aku mau ke masjid dulu untuk sholat maghrib setelah itu langsung
pulang.” Jawab Angga.
“Untung aku lagi datang bulan.” Ucap Naila dengan suara pelan, ia masih
belum suci karena dia masih baru lima hari sedangkan Elsa yang mendengar suara
Naila langsung berbisik.
“Sama kalau gitu, aku juga lagi datang bulan dari kemaren.” Ucap Elsa
dan mereka langsung tertawa bersama.
“Kenapa dengan kalian, kog tertawa gitu?” tanya Angga heran.
“Gak ada apa apa. Yuk pulang.” Ajak Elsa.
__ADS_1