Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Obrolan Di Kantin


__ADS_3

Sesampai di kampus, Elsa langsung membantu Naila untuk daftar jadi mahasiswa. Setelah hampir 2 jam akhirnya pendaftaranpun selesai dan Naila bisa masuk kelas bareng Elsa. Di kelas mereka di sambut hangat oleh teman sekelas terutama Angga. Sebelum duduk, Naila mencoba untuk memperkenalkan dirinya.


Selesai memperkenalkan dirinya, Naila duduk di tengah tengah antara Angga dan juga Elsa. Sungguh mata cowok melihat Naila langsung tidak bisa mengedipkan matanya. Makhlum Naila memang cantik tak heran jika cowok cowok langsung menaruh hati kepadanya sedangkan untuk teman cewek mereka bersikap biasa aja.


Angga sedikitpun tidak merasa tertarik kepada Naila. Mungkin di hatinya sudah ada yang menempati sehiingga secantik apapun wanita yang ia lihat, Angga merasa bahwa orang yang ia cintai lebih cantik dari pada siapapun.


2 jam pelajaran di lalui dengan sangat antusias. Elsa tidak menyangka bahwa Naila sangatlah pintar, ia mampu menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh dosen bahkan di saat dosen menerangkan pun , Naila hanya mendengarkan dengan seksama tanpa sekalipun ia menyentuh bukunya untuk mencatat poin point penting. Dan di saat ada yang tidak ia mengerti, tanpa ba bi bu. Naila akan langsung menanyakannya bahkan lebih dari 10 pertanyaan ia ajukan sehingga membuat dosen itu hanya menggeleng gelengkan kepala karena pertanyaan yang di ajukan oleh Naila memanglah sangat sulit bahkan aku sendiri juga tidak mengerti istilah istilah ya ia sebut.


Saat jam istirahat, Elsa mengajak Angga dan juga Naila di kantin. Di sana Naila memesan bakso sedangkan Angga dan Elsa memilih memesan nasi goreng dan mie ayam. Sambil menikmati makanannya, Elsa pun mencoba untuk membuka suara.


"Naila di kampung udah punya pacar, belum?" tanya Elsa sambil menyantap nasi goreng yang masih hangat.

__ADS_1


"Aku belum pernah pacaran." Jawab Naila jujur. Elsa dan Angga yang mendengarnya sangatlah kaget tapi mereka mencoba untuk bersikap biasa aja.


"Kenapa kog belum pernah pacaran?" tanya Elsa penasaran.


"Bunda tidak mengizinkanku pacaran lagian aku juga gak ada minat untuk pacaran. Aku masih ingin fokus mencari ilmu. Aku pengen jadi orang sukses agar bunda tidak perlu lagi bekerja." Jawab Naila tersenyum.


"Emang kalau pacaran itu bisa membuat kamu gak fokus ya." Kali ini bukan Elsa yang bertanya melainkan Angga.


"Elsa sendiri sudah punya pacar, belum?" tanya Naila.


"Belum. Tapi aku sudah punya orang yang aku cintai hanya saja aku belum tau bagaimana perasaan dia terhadap aku." Jawab Elsa terssenyum sambilĀ  membayangkan wajah Taufiq.

__ADS_1


"Angga sendiri?" tanya Naila.


"Sama seperti Elsa. Aku belum punya pacar tapi aku sudah punya orang yang aku cintai hanya saa aku tidak tau apakah dia punya perasaan yang sama seperti aku atau enggak." Jawab Angga sambil melirik ke arah Elsa.


"Tapi entah kenapa aku merasa kalau Angga sama Elsa sangat cocok." Ucap Naila mencoba untuk mengungkapkan isi hatinya.


"Ah masa'?" tanya Angga tak percaya tapi di dalam hati ia senang dengan apa yang di ucapkan oelh Naila tadi.


"Iya. Itu sih menurut penilaianku ya." Ujar Naila. Sedangkan Elsa memilih untuk diam.


Setelah selesai makan, mereka kembali ke kelas karena masih ada pelajaran selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2