Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Tes DNA


__ADS_3

Setelah mereka selesai makan, Aisyah langsung membersihkan meja makan dan mencuci piring yang kotor setelah itu membantu salah satu Asistennya untuk menyiram tanaman bunga dan berbagai macam sayur yang di tata serapi dan sebagus mungkin.


Sedangkan Rachel mengajak Arsha masuk ke dalam ruangan kerjannya dan mengunci pintu agar tak ada satu orang pun yang masuk.


"Ada apa?" tanya Rachel to the point karena ia tak suka basa basi. Ia tau betul, Arsha gak mungkin ke rumahnya jika bukan karena ada hal yang sangat penting.


"Aku sudah mencari tau tentang siapa itu Aila." Ucap Arsha. Ia sudah mencari tau secara detail siapa Aisyah.


"Jelaskan tentang dia." Ucap Rachel.


"Namanya Aisyah. Dia sudah menikah beberapa minggu sebelum terjadinya kecelakaan. Kecelakaan itu terjadi karena di sengaja. Ada seorang wanita yang sakit hati dan gak terima jika orang yang ia cintai menikah dengan orang lain. Makanya ia berusaha menyakiti Aisyah dan nekat membuat Aisyah dan suaminya kecelakaan.


Suaminya bernama Adi Wilaga. Dia adalah seorang dokter dan dia juga punya rumah sakit yang sangat besar di dareah Jakarta dan juga di beberapa kota lainnya serta di luar negeri. Adi Wilaga mempunya saudara kembar, namanya Adi Pramana dan Adi Wijaya. Mereka merupakan direktur utama di perusahaan X dan XX. Adi Wilaga juga mempunya Adik kembar yang bernama Ani dan Ana.


Adi Wilaga adalah putra dari Nyonya Cinta dan Tuan Taufiq.


Aisyah sendiri, dia anak yatim piatu. Dulu seseorang menaruh Aisyah di depan pintu panti asuhan. Saa itu umur Aisyah masih sekitar satu bulan. Untuk ayah dan ibu Aisyah, aku masih menelusurinnya." Ucap Arsha menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


"Terus apakah orang yang sudah membuat Aisyah celaka  mendapakatkan hukuman yang setimpal?" tanya Rachel geram karena tak menyangka ada orang sejahat itu.


"Sudah. Dia di hukum seumur hidupnya." Jawab Arsha.


"Terus apakah suaminya Aisyah sangat baik lalu bagaimana keluarga suaminya, apakah ia menerima Aisyah dengan tangan terbuka?" tanya Rachel.


"Iya, suaminya sangat menyayangi dan mencintainya. Dia tidak perduli dengan status Aisyah. Tuan Will menerima Aisyah apa adanya. Bahkan keluarga tuan Will juga memperlakuakn Aisyah dengan sangat baik sekali. Tak pernah sekalipun mereka membuat Aisyah sedih. Yang ada mereka malah menganggap Aisyah layaknya anak kandung sendiri." Jawab Arsha.


"Syukurlah aku senang dengernya." Ucap Rachel.


"Terus apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Arsha.


"Kenapa?" tanya Arsha tak mengerti.


"Entah kenapa aku merasa bahwa Aisyah itu adalah adik kandungku." Jawab Rachel.


"Kenapa kamu berfikrian seperti itu?" tanya Arsha heran.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga bingung. Tapi aku lihat wajah dan sikapnya seperti aku melihat ibuku di diri dia." Jawab Rachel.


"Bagaimana jika kita tes DNA. Soalnya aku juga merasa kalau dia mempunyai suatu yang mirip denganmu." Ucap Arsha.


"Boleh juga. Nanti aku akan masuk ke kamarnya dan mengambil rambut yang pasti ada di sisirnya atau di bantalnya."


"Oke, nanti jika kamu sudah mendapatkan rambutnya. Kamu segera hubungi aku. Oke." Ucap Arsha.


"Oke."


"Kalau gitu, aku pamit pulang dulu ya soalnya aku sudah ada janji nih sama kekasihku hehe." Ujar Arsha.


"Kekasih yang mana lagi tuh?" tanya Rachel.


"Ada deh."


"Huh...sudahlah sana, pergi.." Ujar Rachel.

__ADS_1


Arsha pun pergi meninggalkan rumah Rachel sedangkan Rachel masuk ke kamar Aisyah dan mencari sisirnya. Setelah mendapatkan beberapa helai rambut, Rachel pun segera kembali ke kamarnya sebelum Aisyah mengetahui dirinya masuk ke kamarnya secara diam diam. Untunglah rambut Asiyah sedikit rontok sehingga ia bisa menemukan rambutnya di sisir yang selalu ia pakai.


__ADS_2