Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Pulang Liburan


__ADS_3

Ica dan Pram sudah kembali ke Jakarta, mereka menuju ke rumah Cinta dan Taufiq karena mereka membelikan oleh oleh untuk Cinta, Taufiq, Ana, Ani, Jay, Ila, Alina, Will, Aisyah, Elsa dan juga Angga.


Sesampai di rumah Cinta dan Taufiq, mereka tak melihat keduanya akhrinya mereka pun menanyakan kepada salah satu asisten yang ada di rumah itu.


"Ayah dan bunda mana bi?" tanya Pram.


"Mereka pergi mengunjungi Nyonya Inah tuan karena Nyonya Cinta dan Tuan besar ingin membawa Nyonya Inah untuk tinggal di sini." Jawab Asisten itu menunduk tidak berani menatap majikannya.


"Kapan mereka berangkat?" tanya Ica


"Satu jam yang lalu." Jawab dia.


"Kira kira kapan mereka akan kembali?" tanya Pram.


"Saya kurang tau tuan." Jawabnya karena memang Cinta dan Taufiq tidak bilangĀ  mau pulang jam berapa, mereka hanya bilang kalau mereka mau pergi menjemput Ibu Inah dan Cinta menyuruh beberapa asistennya untuk merapikan kamar ruang tengah yang ada di lantai dua.


"Oh gitu. Iya sudah kamu boleh pergi sekarang." Ucap Pram.

__ADS_1


Setelah kepergian asisten itu, Pram dan Ica pun hanya bisa saling diam.


"Gimana nih sayang, apa kita susulin aja tah bunda sama ayah?" tanya Ica.


"Gak usah deh, nanti juga mereka akan pulang." Jawab Pram.


"Terus hadiahnya gimana dong?" tanya Ica.


"Kita titip sama kepala pelayan aja deh." Jawb Pram.


"Ada apa tuan?" tanya kepala pelayan.


"Aku cuma mau nitip ini, berikan kepada ayah, bunda dan juga Ani dan Ana. Bilang ke mereka aku datang tapi gak bisa tinggal lebih lama di sini karena masih ada urusan." Ucap Pram sambil memberikan 4 tas yang isinya berbeda Tak itu bukan sembarang tas, tapi tas itu memang di gunakan untuk orang orang yang ingin memberikan kejutan atau oleh oleh kepada seseorang yagn spesial.


"Baik tuan." Jawab kepala pelayan sambil mengambil 4 tas yang di berikan oleh Pram.


"Kami pulang dulu." Ucap Pram. Kepala pelayan mengantar Pram dan Ica sampai depan pintu dan setelah itu kepala pelayan menaruh tas itu di depan kamar Cinta dan Taufiq serta di dpan kamar Ani dan Ana. Untunglah di depan kamar mereka ada tempat khusus jika ada seseuatu yang penting dan mereka tak ada di rumah jadi bisa menaruhnya di sana. Setelah selesai kepala pelayan pun kembali melakukan tugasnya yang sempat tertunda. Sedangkan Ica dan Pram langsung pergi ke rumah Angga dan juga Elsa. Dan lagi lagi mereka juga tak ada di rumah karena Elsa dan Angga pergi keluar negeri untuk liburan. Lagi lagi Ica dan Pram menitipkan hadiahnya kepada asisten yang ada di sana.

__ADS_1


"Kog mereka gak ada semua ya yank?" tanya Ica saat mereka sudah dalam perjalanan menuju pulang.


"Entahlah, mungkin karena memang mereka mempunyai kesibukan. Terus kita harus keman sekarang?" tanya Pram.


"Pulanglah." Jawab Ica.


"Gak kerumah Jay dan Will dulu?" tanya Pram.


"Mereka jam segini masih kerja sayang." Jawab Ica


"Kan masih ada istrinya di rumah." Ujar Pram.


"Gak seru mending nanti malam aja deh pas mereka pulang baru kita kesana." Ucap ICa.


"Iya udah, terserah kamu aja. Aku nurut." Ucap Pram tersenyum.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di depan rumahnya. Seseorang membukakan pagar rumah.

__ADS_1


__ADS_2