
Setelah berbelanja gamis, Arsha dan Ana pun langsung pergi menuju rumah Cinta dan Taufiq.
Sesampai di rumah kedua orangtuanya, Arsha dan Ana langsung turun dari mobil. Ana memencet bel yang ada di samping pintu.
Dan tak lama kemudian, Aisyah membukakan pintunya.
"Assalamualaikum." ucap Ana tersenyum.
"Waalaikumsalam An. Ayo masuk." ujar Aisyah lembut.
Ana dan Arshapun masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa.
"Bentar ya, aku panggilkan ayah dan bunda." ucap Aisyah.
"Iya." jawab Ana tersenyum.
Aisyahpun segera pergi ke belakang dan memanggil ayah, bunda dan Khaleed yang lagi ngasih makan ikan.
"Ayah, Bunda. Ada Ana dan Arsha di depan." ujar Aisyah
"Benerkah?" tanya Cinta
"Iya bunda. Ayah dan bunda ke depan dulu ya biar aku buatkan minuman dulu mereka." jawab Aisyah
"Iya sayang." ujar Cinta. Setelah itu Cinta dan Taufiq pergi ke ruang tamu bersama Khaleed yang kini ada dalam gendongan Taufiq. Sedangkan Aisyah pergi ke dapur, untuk buat minuman.
"Assalamualaikum ayah, bunda." ujar Ana dan Arsha.
"Waalaikumsalam nak, bagaimana keadaan kalian?" tanya Cinta
"Alhamdulillah bun, kabar kami baik. Kabar ayah dan bunda bagaimana?" tanya Ana
__ADS_1
"Alhamdulillah baik juga sayang." jawab Cinta tersenyum.
"Keponakan tante bagaimana kabarnya?" tanya Ana kepada Khaleed yang gak mau jauh jauh dari Taufiq.
"Baik tante." jawab Khaleed tersenyum tapi tetep tak mau jauh dari Oppanya.
"Oh ya tante tadi beli baju buat Khaleed, Khaleed mau?" tanya Ana
"Mau tante." jawab Khaleed.
"Ini sayang." ujar Ana sambil memberikan tas kresek berisi baju.
"Makasih tante." ucap Khaleed sambil menerima tas kresek itu dari tangan Ana.
"Kak Will mana?" tanya Ana
"Dia sudah berangkat ke rumah sakit. Kalau Aisyah memang ambil cuti karena Khaleed tadi pagi gak mau di tinggal dan nangis terus." jawab Cinta
"Oh ya aku juga belikan baju buat ayah dan bunda." ujar Ana sambil memberikan tas kresek kepada ayah dan bundanya.
"Sama sama bun." jawab Ana tersenyum.
Tak lama kemudian, Ana datang membawa beberapa minuman dan menaruhnya di atas meja.
"Silahkan di minum." ucap Aisyah lembut.
"Iya kak, maaf merepotkan." ujar Ana tak enak hati
"Gak merepotkan kog, kan cuma buat minuman aja." jawa Aisyah tersenyum.
"Umy, aku di belikan baju sama tante." ujar Khaleed sambil turun dari gendongan Taufiq dan duduk di pangkuan Aisyah.
__ADS_1
"Sudah bilang terima kasih?" tanya Aisyah
"Sudah umy." jawab Khaleed.
"Sip." Aisyah mencium pipi putranya yang terlihat menggemaskan itu.
"Oh ya kak, Aku juga belikan baju buat kak Aisyah dan juga Kak Will." ujar Ana sambil memberikan dua kantong kresek yang berisi baju Aisyah dan jua Will.
"Makasih ya An." ucap Aisyah sambil menerima bingkisan itu dari tangan Ana.
"Oh ya bun tadi aku dan Mas Arsha dari rumah sakit." ujar Ana.
"Ngapain ke rumah sakit nak?" tanya Cinta khawatir.
"Gak ada sih bun. Cuma periksa aja soalnya aku pengen punya dede bayi." jawab Ana
"Kamu sudah siap untuk hamil?" tanya Cinta
"Iya bun. Aku rasa usiaku sudah matang untuk aku program hamil. Aku sudah siap menjadi seorang ibu." jawab Ana
"Syukurlah sayang. Bunda juga gak sabar ingin segera punya cucu dari kamu." ujar Cinta
"Oh ya bagaimana hasilnya?" tanya Taufiq
"Alhamdulillah yah, kami berdua sama sama subur." jawab Arsha
"Syukur Alhamdulillah, ayah doakan semoga kalian segera punya anak." ucap Taufiq.
"Aamiin." ujar Arsha dan Ana bersamaan.
"Ayo di minum sayang, Nak Arsha diminum tehnya." ucap Cinta
__ADS_1
"Iya bun." setelah itu Ana dan Arsha pun meminum teh buatan Aisyah.
Setelah menghabiskan tehnya, Arsha dan Anapun pamit pulang.