Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Kesalah fahaman


__ADS_3

Ica dan Ila sudah sampai rumah setelah mereka pergi ke Mall untuk belanja.  Ica langsung masuk kamar sedangkan Ila masih memilih pergi menemui sang mama di dapur.


"Ica mana sayang?" tanya Elsa.


"Ica ada di kamar ma. Tadi dia langsung masuk kamar gitu aja. Mungkin capek." Jawab Ila.


"Oh gitu ya sudah kalau capek, gak usah di ganggu. Kamu sudah makan?" tanya Elsa lembut.


"Belum ma."


"Iya sudah sini makan dulu, mama juga barus aja selesai masak." Ucap Elsa sambil menyiapkan piring buat putrinya.


"Papa mana ma?" tanya Ila sambil menikmati makanan yang ia makan.


"Papa keluar kota sayang. Kan tadi pagi sudah pamitan sama kamu."


"Oh iya, Ila lupa hehe."


"Kamu itu kerjanya lupa mulu. Kapan sih gak pernah lupa? Mosok masih muda wez pelupa, mama aja yang sudah tua masih aja ingat."


"Yaelah ma, namanya juga lupa. Kan itu bisa terjadi kepada siapa saja termasuk anak anak muda. Yang penting kan gak lupa semuanya, hanya dikit, paling cuma 0,01% aja yang di lupaiin. Dan itu wajar." Ujar Ila tersenyum.

__ADS_1


"Kamu itu ngeles mulu kalau di omongin. Nanti habis makan bantuin mama cuci piring ya. Mama mau sholat dulu."


"Oke ma, beres."


Ila pun menikmati apa yang ia makan sedangkan Elsa masuk kamarnya untuk sholat.


Selesai makan, Ila langsung mencuci piring yang kotor. Selesai cuci piring atau kora kora, ia pun langsung masuk kamar Ica. Di sana Ila melihat Ica sedang ngelamun.


"Tak biasanya Ica seperti ini, pasti sudah terjadi sesuatu deh." Ucap Ila dalam hati. Ia pun menghampiri Ica yang duduk termenung di dekat jendela sambil menghadap ke arah luar.


"Kamu kenapa?" tanya Ila


"Gak papa." Jawab Ica sambil terus menghadap ke arah luar tanpa mau menoleh ke arah Ila yang kini ada di sampingnya.


"Rahasia." Ucap Ica tersenyum.


"Wau sekarang main rahasia rahasiaan." Ujar Ila tak percaya karena biasanya Ica akan cerita apapun kepada dirinya dan tak ada rahasia di antara mereka dan ini pertama kalinya Ica merahasiakan sesuatu kepada saudara kembarnya.


"Kan gak semua harus aku ceritakan, il." Jawab Ica tersenyum pura pura tegar.


"Hehe iya juga sih. Apa kali ini tentang hati?" tanya Ila dan Ica hanya menanggapinya dengan senyuman.

__ADS_1


"Hemmz jadi sekarang saudara kembarku lagi jatuh cinta nih ya....Hahaha aku gak nyangka lho. Jadi kepo aku, pengen tau siapa cowok yang sudah bisa mengambil hati saudaraku ini. Apakah dia tampan?" tanya Ila.


"Iya, dia sangat sangat tampan. Dia seperti pangeran di mataku. Hanya saja, saat ini aku dan dia lagi ada masalah." Jawab Ica dengan wajah lesu.


"Kog sudah ada masalah? Kapan jadiannya?" tanya Ila panjang lebar.


"Aku belum jadian sama dia." Jawab Ica.


"Kenapa belum jadian? Apakah dia belum mengutarakan perasaannya?" tanya Ila.


"Belum. Tapi dulu dia pernah berjanji akan selalu membuat aku bahagia, dia juga berjanji akan selalu ada untukku, akan selalu melindungiku dan akan terus ada di sampingku apapun yang terjadi. Tapi beberapa hari setelah ia berjanji seperti itu, ia hilang gak tau kemana dan ketika aku tanya ke keluarganya, ia ternyata sekolah keluar negeri dan baru pulang beberapa bulan yang lalu. Cuman aku gak pernah ketemu dia kecuali tadi pagi dan barusan. Aku sebenarnya gak marah, hanya saja aku kecewa. Kenapa dia gak ngasih tau aku kalau mau sekolah ke luar negeri,dia juga gak pernah ngasih aku kabar bahkan ia juga gak menemuiku saat ia pulang dari luar negeri." Ucap Ica.


"Apakah orang yang kamu bicarakan ini adalah Mas Pram?" tanya Ila


"Kog kamu tau?" tanya balek Ica.


"Ya aku taulah. Kan kamu ketemu sama cowok tadi pagi, terus sama tadi pas di Mall." Jawab Ila.


"Iya juga ya. Kamu jangan bilang ke siapa siapa ya, aku malu." Ucap Ica.


"Tenang aja, aku janji gak akan cerita ke siapapun kog. Tapi aku cuma mau bilang ke kamu, kalau Mas Pram melakukan itu pasti ada alasannya. Gak mungkin dia ninggalin kamu gitu aja tanpa sebuah alasan. Aku tau betul siapa Mas Pram, dia beda sama cowok lain. Dia bukan type orang yang suka ingkar janji." Ujar Ila mencoba memberi pengertian dan menenangkan saudara kembarnya yang kini lagi galau.

__ADS_1


"Kamu benar Il. Makasih ya.......Besok jika aku ketemu dia lagi, aku akan meminta penjelasannya kenapa ia meninggalkan aku gitu aja."


"Nah gitu dong. Ini baru saudaraku. Semangat ya. Aku akan selalu dukung kamu." Ucap Ila sambil memeluk Ica. Ica membalas pelukan saudaranya dengan erat.


__ADS_2